Faktor Pendorong Ibu Rumahtangga Bekerja Di Sektor Informal Serta Dampaknya Terhadap Ketahanan Pangan Rumahtangga Petani (Studi Kasus Rumahtangga Petani Padi di Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan).
Keywords:
Faktor Pendorong, Kontribusi, Ketahanan Pangan Ibu RumahtanggaAbstract
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deksriptif evaluative, dan analisis kontribusi pendapatan, analisis pangsa pengeluaran pangan (PPP), analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Faktor pendorong ibu rumahtangga bekerja pada sektor informal di Desa Taraweang dan Desa Barabatu Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep di dorong oleh faktor internal yaitu, dukungan keluarga (suami dan anak), kebutuhan keluarga dan pemanfaatan waktu luang. Sedangkan dukungan faktor eksternal adalah adanya askes pasar. (2) Pendapatan Ibu rumahtangga rata – rata Rp. 835.000,-. Kontribusi pendapatan ibu rumahtangga yang bekerja pada sektor informal di Desa Taraweang dan Desa Barabatu Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep tergolong sangat rendah yaitu 17,88% dari total pendapatan rumahtangga. (3) Tingkat ketahanan pangan rumahtangga berdasarkan pangsa pengeluaran pangan termasuk kategori tahan pangan. Terdapat 16 responden (53,33%) termasuk kategori tahan pangan dan 14 responden (46,67%) termasuk kategori tidak tahan pangan. (4) Faktor pendorong internal ibu rumahtangga bekerja pada sektor informal yaitu faktor dukungan keluarga (x₁), kebutuhan keluarga keluarga (x₂), pendapatan rumahtangga yang rendah (x₃) dan adanya waktu luang (x₄) secara bersama – sama dan secara parsial berpengaruh nyata terhadap pendapatan rumahtangga. Faktor pendorong eksternal ibu rumahtangga bekerja pada sektor informal yaitu kebijakan pemerintah (x₅) dan akses pasar (x₆) secara bersama – sama dan secara parsial berpengaruh nyata terhadap pendapatan rumahtangga. (5) Pendapatan rumahtangga berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan rumahtangga petani.