Kajian Manajemen Konstruksi Berbasis Value Engineering pada Proyek Kantor Gubernur Sulawesi Barat
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v5i1.2220Keywords:
Efisiensi Biaya, Floor Deck, Life Cycle Cost, Manajemen Konstruksi, SWOT, Value EngineeringAbstract
Pembangunan infrastruktur pemerintahan seperti Kantor Gubernur Sulawesi Barat memerlukan strategi manajemen konstruksi yang efisien untuk menjamin kualitas, ketepatan waktu, dan biaya yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Value Engineering sebagai pendekatan sistematis dalam mengidentifikasi alternatif pekerjaan konstruksi yang memberikan nilai terbaik tanpa mengorbankan fungsi dan mutu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup tahapan Value Engineering : informasi, kreatif, analisis, pengembangan, dan rekomendasi, yang diperkuat dengan analisis SWOT dan Life Cycle Cost (LCC). Objek penelitian difokuskan pada struktur beton, khususnya pekerjaan balok, kolom, dan pelat lantai, yang memiliki biaya tertinggi berdasarkan analisis Pareto. Tiga alternatif desain dianalisis, yaitu sistem konvensional, kombinasi beton bertulang dan floor deck, serta struktur baja dengan floor deck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif terbaik adalah penggunaan balok dan kolom beton bertulang dengan pelat lantai floor deck, yang menghasilkan penghematan sebesar Rp. 737.685.120 atau 9,54% dibanding desain awal. Alternatif ini juga menunjukkan efisiensi dalam pelaksanaan dan risiko teknis yang terkendali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Value Engineering dalam proyek konstruksi publik dapat memberikan manfaat signifikan dalam penghematan biaya dan peningkatan efisiensi pelaksanaan. Diharapkan pendekatan ini menjadi acuan dalam pengambilan keputusan desain pada proyek-proyek pemerintah ke depan.
