Analisis Efektivitas Metode Prior Review World Bank terhadap Usulan Perubahan Kontrak Konsultan pada Program Central Sulawesi Rehabilitation and Reconstruction Project (CSRRP)
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v5i1.2227Keywords:
CSRRP, Konsultan, Manajemen Proyek, Perubahan Kontrak, Prior Review, Program Rekonstruksi, World BankAbstract
Penelitian ini menganalisis efektivitas metode prior review dalam mengelola usulan perubahan kontrak konsultan pada Program Central Sulawesi Rehabilitation and Reconstruction Project (CSRRP). Program rekonstruksi pasca-bencana berskala besar sering menghadapi tantangan dalam manajemen kontrak, terutama terkait perubahan lingkup kerja yang berpotensi mempengaruhi jadwal dan anggaran. Metode prior review, yang mengharuskan persetujuan pemberi pinjaman/donor (World Bank) sebelum implementasi perubahan kontrak, bertujuan untuk memastikan kepatuhan, transparansi, dan efisiensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus pada CSRRP, mengumpulkan data melalui kuisioner kepada pihak-pihak terkait (konsultan dan pegawai Kementerian PUPR), serta analisis dokumen kontrak dan dokumen perubahan kontrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa factor-faktor dalam prior review secara simultan mempengaruhi usulan perubahan kontrak sebesar 86,2%, dengan 13,8% dipengaruhi faktor lain diluar penilitian. Dari pengujian analisis pada masing-masing faktor yaitu kejelasan prosedur berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 64,6%, durasi proses berpengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien -27,5% , kepatuhan terhadap standar berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 12,8%, kualitas proses berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 13,1%, kompetensi dan profesionalisme tim berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 35,1% terhadap usulan perubahan kontrak. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang paling dominan dalam prior review mempengaruhi usulan perubahan kontrak adalah kejelasan prosedur dengan koefisien 64,6%. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan prosedur prior review yang lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan konstruksi, dengan peningkatan kapasitas tim proyek dalam mengantisipasi dan mengelola perubahan kontrak secara prediktif. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi bagi praktik terbaik dalam manajemen proyek rekonstruksi berskala besar di masa mendatang.
