Evaluasi Operasi Waduk Ameroro Kabupaten Konawe untuk Keperluan Irigasi
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v5i1.2231Keywords:
Bendungan Ameroro, Irigasi, IP 300, POW, RTOWAbstract
Penelitian ini mengevaluasi kesesuaian antara Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW) tahun 2024/2025 dengan pola pelepasan air harian aktual di Bendungan Ameroro, Kabupaten Konawe, untuk keperluan irigasi seluas 3.363 ha serta menentukan pola pelepasan air yang optimal. Sebab dalam praktiknya, sering terjadi ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi operasional waduk. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan analisis kualitatif untuk menganalisis proses pengambilan keputusan operasional maupun kendala lapangan dan kuantitatif untuk mengevaluasi data Tinggi Muka Air (TMA) waduk, volume tampungan, debit inflow dan outflow, serta data curah hujan. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara, sedangkan data sekunder dari dokumen RTOW, data hidrologi historis, dan laporan operasional. Hasil penelitian menunjukkan adanya deviasi pelepasan air berupa over-release pada setiap dasarian, terutama saat musim tanam dan awal musim hujan. Deviasi ini bersifat adaptif terhadap kebutuhan lapangan dan tidak menimbulkan defisit tampungan signifikan. Kapasitas waduk yang memadai serta kondisi hidrologi normal memungkinkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300. Simulasi POW dengan skenario IP 300 menunjukkan layanan irigasi dapat ditingkatkan tanpa mengganggu ketersediaan air, meskipun elevasi TMA akhir periode sedikit lebih rendah.
