Analisis Pemilihan Moda Angkutan AKAP Kota Gorontalo-Manado Menggunakan Model Binomial Logit Selisih
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v5i2.2236Keywords:
Aksesibilitas, Binomial Logit Selisih, Pemilihan Moda, Stated PreferenceAbstract
Rute Gorontalo–Manado merupakan jalur transportasi vital di Kawasan Indonesia Timur. Fenomena di lapangan menunjukkan masyarakat cenderung memilih mobil Travel dibandingkan Bus AKAP meskipun biaya perjalanan lebih mahal, mengindikasikan adanya pergeseran preferensi yang tidak lagi semata-mata didasarkan pada pertimbangan ekonomis. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor dominan yang memengaruhi keputusan pemilihan moda, membentuk model pemilihan moda, serta mengestimasi probabilitas pemilihan antara Bus AKAP dan Mobil Travel. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Stated Preference (SP). Data dikumpulkan dari 100 responden dan diolah menggunakan SPSS dengan desain eksperimen Orthogonal Design. Variabel yang dikaji meliputi selisih biaya perjalanan, waktu tempuh, waktu tunggu, kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas. Hasil analisis menggunakan Model Regresi Binomial Logit Selisih menunjukkan aksesibilitas merupakan faktor paling dominan dengan koefisien regresi (β) sebesar 1,801, mengkonfirmasi layanan door-to-door sebagai prioritas utama. Nilai konstanta negatif (-1,455) menunjukkan preferensi masyarakat saat ini lebih condong pada moda Travel. Simulasi model menunjukkan pada kondisi pelayanan optimum, probabilitas pemilihan dapat meningkat signifikan menjadi 68,3% untuk Bus AKAP dan 31,7% untuk Mobil Travel. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan aksesibilitas dan kualitas layanan, khususnya penyediaan layanan antar-jemput, dapat meningkatkan daya saing Bus AKAP secara signifikan.
