Kajian Kinerja Operasional Teman Bus Koridor 5 (Kampus Teknik Unhas Gowa - Unhas Tamalanrea) terhadap Kepuasan Penumpang di Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v5i2.2239Keywords:
Customer Satisfaction Indeks, Importance Performance Analysis, Kepuasan Penumpang, Kinerja Operasional, Teman BusAbstract
Transportasi umum memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat perkotaan. Di Kota Makassar, jumlah kendaraan mencapai 2,11 juta unit, dengan dominasi kendaraan roda dua sekitar 78%. Angkutan umum terdiri atas mikrolet/pete-pete, bus Damri, Teman Bus, dan layanan online seperti Grab. Teman Bus (Trans Maminasata) awalnya memiliki 87 armada yang melayani lima koridor dengan 261 halte, namun saat ini hanya Koridor 5 yang aktif, dengan 18 armada dan 83 halte, melayani rute Fakultas Teknik UNHAS Gowa – UNHAS Tamalanrea. Koridor ini strategis karena melayani berbagai pusat kegiatan masyarakat, khususnya mahasiswa dan karyawan, sehingga menarik minat pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja operasional dan tingkat kepuasan penumpang Teman Bus Koridor 5. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert dan dianalisis menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) serta Customer Satisfaction Index (CSI). Penilaian dilakukan berdasarkan tujuh dimensi SERVQUAL: bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, empati, jaminan, ketepatan waktu, dan kenyamanan. Hasil IPA menunjukkan bahwa secara umum kinerja layanan telah memenuhi harapan pengguna, dengan rata-rata kinerja 79,8% dan rata-rata kepentingan 90,2%. Sebagian besar atribut berada pada Kuadran B (Pertahankan Prestasi), menunjukkan layanan berjalan baik sesuai tingkat kepentingan penumpang. Satu atribut, fasilitas halte, berada pada Kuadran A (Prioritas Utama) dan perlu perhatian utama. Tidak ada atribut pada Kuadran C (Prioritas Rendah), sementara 10 atribut berada pada Kuadran D (Berlebihan), menandakan kinerja melebihi kepentingan pengguna. Nilai CSI sebesar 79,93% menunjukkan bahwa penumpang secara keseluruhan puas terhadap layanan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengelola dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional.
