Kajian Luas Genangan Banjir dan Dampak yang Ditimbulkan Sub DAS Klagison
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v5i2.2245Keywords:
Banjir, Debit banjir rancangan, HEC-RAS, Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu, Sungai KlagisonAbstract
Sungai berfungsi sebagai saluran drainase alami yang mengalirkan limpasan permukaan akibat hujan dan mengangkut material hasil erosi. Proses sedimentasi yang berlangsung secara terus-menerus dapat menyebabkan pendangkalan sungai dan menurunkan kapasitas tampung aliran, sehingga meningkatkan potensi terjadinya banjir. Kondisi ini terjadi pada Sungai Klagison di Kota Sorong, yang kerap mengalami banjir akibat tingginya intensitas curah hujan serta perubahan penggunaan lahan. Kejadian banjir pada 22 Agustus 2022 menunjukkan bahwa Sungai Klagison memiliki tingkat kerentanan banjir yang tinggi dan memerlukan kajian teknis yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan debit banjir rancangan berdasarkan periode ulang tertentu serta menganalisis dampak banjir yang terjadi akibat debit banjir rancangan pada Sungai Klagison. Metode penelitian meliputi analisis hidrologi dan hidrolika. Analisis hidrologi dilakukan dengan perhitungan hujan rerata DAS, analisis distribusi curah hujan, uji kecocokan statistik, serta perhitungan debit banjir menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu. Analisis hidrolika dilakukan dengan pemodelan aliran sungai menggunakan aplikasi HEC-RAS versi 4.1 untuk mensimulasikan profil muka air dan kapasitas penampang sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi geometrik eksisting Sungai Klagison tidak mampu menampung debit banjir kala ulang Q2 sebesar 94,58 m³/dtk dan Q25 sebesar 198,48 m³/dtk. Pada debit banjir kala ulang 2 tahun, terjadi luapan dengan panjang wilayah terdampak sekitar 2,7 km, yang menyebabkan kerusakan permukiman serta terganggunya aktivitas masyarakat Kota Sorong.
