Kajian Efisiensi Jaringan Irigasi terhadap Pola Tanam di Daerah Irigasi (DI) Lajaroko Kabupaten Soppeng
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v5i2.2251Keywords:
D.I. Lajaroko, Efisiensi, Jaringan Irigasi, Pola TanamAbstract
Jaringan irigasi D.I. Lajaroko Kabupaten Soppeng mengalami permasalahan debit air yang mengalir dari bendung menuju ke areal persawahan sering terjadi kehilangan air. Keadaan saat ini menunjukkan kebocoran pada saluran irigasi akibat kerusakan bangunan air, serta pendangkalan akibat endapan sedimen, yang menghambat aliran air ke lahan pertanian. Akibat penurunan fungsi jaringan irigasi tersebut, pertumbuhan tanaman menjadi tidak optimal bahkan ada yang mati sebelum masa panen. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan Analisis data nilai efisiensi rata-rata jaringan irigasi dari bangunan pengambilan ke petak sawah tersier pada D.I. Lajaroko sebesar 77,72% menunjukkan jaringan ini tidak efisien karena masih dibawah standar efisiensi Kriteria Perencanaan (KP-03). Berdasarkan hal tersebut dibuat 3 alternatif pola tanam. Pola tanam alternatif 1 Padi-Padi-Padi pada MT I dan MT II ketersediaan air surplus sebesar 345,13 lt/det dan 325,09 lt/det sedangkan MT III defisit sebesar 2.623,55 lt/det. Pada pola tanam alternatif 2 Padi-Padi-Palawija ketersedian air surplus di semua musim tanam dengan nilai surplus pada MT I dan MT II sama dengan pola tanam Alternatif 1 sedangkan MT III sebesar 2.281,55 lt/det. Pola tanam alternatif 3 Padi-Padi-Bero ketersedian air surplus untuk MT I sama besarnya pola tanam alternatif 1 dan 2, MT II sebesar 680,43, sedangkan MT III bero karena tidak ada pertanaman. Berdasarkan data tersebut pola tanam alternatif 2 sangat efisien dan efektif dengan kondisi eksisting yang ada di lapangan dan sebagai alternatif dalam penggunaan air yang sangat optimal untuk mencapai hasil pertanian yang lebih maksimal di daerah D.I. Lajaroko.
