Kajian Tingkat Kemacetan pada Ruas Jalan Letjen Hertasning akibat Hambatan Samping

Authors

  • Githa Safitri Magister Teknik Sipil
  • St Maryam H Universitas Muslim Indonesia
  • Ilham Syafei Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jfo.v5i2.2253

Keywords:

Hambatan samping, Jalan Letjen Hertasning, Kemacetan lalu lintas, Kinerja ruas jalan, MKJI 1997

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan utama transportasi perkotaan yang berdampak pada efisiensi waktu, biaya perjalanan, dan kualitas lingkungan. Kota Makassar sebagai kota metropolitan di Indonesia Timur mengalami peningkatan volume lalu lintas yang signifikan, salah satunya pada ruas Jalan Letjen Hertasning yang berfungsi sebagai jalan kolektor primer dengan aktivitas komersial yang tinggi. Salah satu faktor utama penyebab kemacetan pada ruas jalan tersebut adalah hambatan samping yang berasal dari aktivitas pejalan kaki, kendaraan parkir, kendaraan keluar-masuk sisi jalan, serta kendaraan lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja ruas Jalan Letjen Hertasning serta mengkaji pengaruh hambatan samping terhadap tingkat kemacetan lalu lintas. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif dengan pengumpulan data melalui survei lapangan selama tiga hari, yaitu Senin, Selasa, dan Minggu, pada enam titik pengamatan dengan panjang segmen 200 meter. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan Microsoft Excel dan mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Pendekatan kombinasi kuantitatif dan kualitatif memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi operasional jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat hambatan samping tertinggi terjadi pada hari Selasa di titik depan PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi pada pukul 17.00–18.00 WITA dengan nilai 1119 SFC yang termasuk kategori sangat tinggi. Tingginya hambatan samping berpengaruh terhadap penurunan kecepatan, peningkatan kepadatan, dan penurunan kinerja ruas jalan. Nilai derajat kejenuhan berkisar antara 0,166–0,486 dengan tingkat pelayanan A hingga C. Kondisi terburuk menunjukkan arus lalu lintas stabil namun kecepatan mulai dipengaruhi aktivitas samping jalan. Temuan ini menekankan pentingnya pengendalian aktivitas samping, perbaikan fasilitas jalan, dan perencanaan transportasi yang efektif guna meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi perjalanan di perkotaan.

Downloads

Published

2026-01-28