Kajian Kinerja Manajemen Konstruksi menggunakan Metode Earned Value Management (EVM)
Studi Kasus Proyek Penanganan Long Segment Jalan, Ruas Pangkajene Sidrap - Rappang di Kabupaten Sidenreng Rappang
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2266Keywords:
Biaya, Cost Performance Index, Schedule Performance Index, WaktuAbstract
Pengendalian biaya dan waktu merupakan aspek penting dalam manajemen proyek konstruksi untuk menjamin tercapainya target pelaksanaan sesuai dengan rencana. Proyek Penanganan Long Segment Jalan Ruas Pangkajene Sidrap–Rappang di Kabupaten Sidenreng Rappang mengalami deviasi pelaksanaan akibat perubahan kontrak (addendum), peningkatan volume pekerjaan, kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi, serta keterbatasan akses material dan pengelolaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja manajemen konstruksi dari aspek biaya dan waktu dengan menggunakan metode Earned Value Management (EVM) sebagai alat pengendalian dan evaluasi proyek. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder berupa laporan progres mingguan, rencana anggaran biaya, jadwal pelaksanaan, serta biaya aktual proyek dari minggu ke-1 hingga minggu ke-27. Analisis dilakukan dengan menghitung indikator EVM, yaitu Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), dan Actual Cost of Work Performed (ACWP), serta variabel turunan seperti Schedule Variance (SV), Cost Variance (CV), Schedule Performance Index (SPI), dan Cost Performance Index (CPI). Waktu akhir penyelesaian proyek berdasarkan minggu 27 progres pekerjaan belum mencapai 100% dimana nilai Schedule Performance Index (SPI) pada akhir kontrak didapatkan hasil lebih kecil dari 1 yaitu 0,96 yang artinya bahwa kinerja proyek lebih lambat dari jadwal rencana. Selisih biaya yang dikeluarkan dari Rencana Anggaran Biaya yaitu Rp -335.511.325,72 dengan total biaya pelaksanaan keseluruhan sebesar Rp 8.732.200.000,00. Sedangkan besar biaya pelaksanaan nilai Cost Performance Index (CPI) akhir kontrak didapatkan nilai 1,38 dimana hasil dari 1, Artinya biaya akhir proyek lebih kecil/hemat. Berdasarkan hasil perhitungan nilai Estimate At Completion (EAC) di minggu 27 akhir proyek sebesar Rp 6.442.193.997,92 lebih kecil dari total anggaran (BAC) Rp 8.732.200.000,00.
