Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kemacetan Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Nasional SP Jambula - SP Dufa-Dufa Kota Ternate
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2268Keywords:
Infrastruktur, Macet, Transportasi, VolumeAbstract
Kota Ternate adalah sebuah kota kepulauan yang terletak di Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Kondisi transportasi di Kota Ternate ditandai oleh krisis sistem transportasi publik yang serius, ditandai dengan keterbatasan infrastruktur, minimnya armada angkutan umum, dan meningkatnya ketergantungan pada kendaraan pribadi. Kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Nasional SP Jambula–SP Dufa-Dufa Kota Ternate disebabkan oleh kombinasi faktor infrastruktur, perilaku masyarakat, dan tata kelola kota. Kondisi jalan yang rusak parah akibat hantaman ombak, galian proyek, dan kebocoran pipa PDAM menyebabkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kemacetan berdasarkan kondisi fisik jalan, volume lalu lintas, dan aktivitas di sekitar ruas Jalan Nasional SP Jambula–SP Dufa-Dufa Kota Ternate, dan membuat formulasi terkait solusi penanganan kemacetan. Metode penelitian yang yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei lapangan, menggabungkan pengukuran langsung parameter lalu lintas (volume, kecepatan, derajat kejenuhan/Ds) menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023) dan observasi kondisi fisik jalan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang mempengaruhi kemacetan pada ruas Jalan Nasional SP Jambula–SP Dufa-Dufa Kota Ternate meliputi kombinasi kondisi infrastruktur terbatas, volume kendaraan yang terus meningkat, serta faktor lingkungan dan perilaku pengguna jalan. Faktor infrastruktur mencakup lebar jalan sempit yang tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan roda dua dan truk pengangkut ikan dari pelabuhan, ditambah kerapuhan drainase yang menyebabkan genangan saat musim hujan, dan solusi penanganan kemacetan pada ruas Jalan Nasional SP Jambula–SP Dufa-Dufa Kota Ternate dapat dirangkum sebagai pendekatan terintegrasi antara rekayasa lalu lintas jangka pendek, manajemen operasional jangka menengah, dan pengembangan sistem cerdas jangka panjang.
