Kajian Dampak Lalu Lintas akibat Adanya Aktivitas Pasar Sentral Belopa Kabupaten Luwu
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2275Keywords:
Aktivitas Pasar, Dampak Lalu Lintas, Karakteristik Lalu Lintas, Kinerja Ruas JalanAbstract
Aktivitas Pasar Sentral Belopa di Kabupaten Luwu sebagai pusat kegiatan ekonomi menimbulkan dampak lalu lintas pada ruas Jalan Sawerigading. Kondisi ini memicu peningkatan volume kendaraan, hambatan samping, parkir di badan jalan, aktivitas bongkar muat, serta pergerakan pejalan kaki yang berdampak pada penurunan kinerja ruas jalan dan tingkat pelayanan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas pasar terhadap karakteristik lalu lintas serta mengevaluasi kinerja ruas jalan pada kondisi saat adanya aktivitas pasar dan tanpa aktivitas pasar. Metode penelitian meliputi data geometrik jalan, volume lalu lintas, kecepatan dan hambatan samping. Analisis dilakukan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat tidak ada aktivitas pasar, hambatan samping tergolong rendah dengan kecepatan rata-rata 28,28-32,22 km/jam, kapasitas jalan 2950-3033 smp/jam, derajat kejenuhan 0,14, dan tingkat pelayanan berada pada level B (stabil). Pada saat aktivitas pasar berlangsung, hambatan samping meningkat menjadi sangat tinggi, kecepatan rata-rata turun menjadi 17,39-14,67 km/jam, kapasitas menurun menjadi 2798-2768 smp/jam, dan derajat kejenuhan meningkat hingga 0,37. Tingkat pelayanan ruas jalan berubah menjadi E dengan kondisi arus tidak stabil. Dapat disimpulkan bahwa adanya aktivitas pasar menimbulkan dampak terhadap karakteristik lalu lintas dan penurunan kinerja ruas jalan.
