Analisis Perbandingan Biaya Produksi Beton Konvensional dengan Beton Suplemen
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2277Keywords:
Bahan Suplemen Semen, Beton, Efisiensi Biaya, Konstruksi Berkelanjutan, Kuat TekanAbstract
Penelitian ini mengkaji kinerja mekanik dan efisiensi ekonomi beton yang menggunakan bahan suplemen semen (Supplementary Cementitious Materials/SCM) berupa fly ash, slag nikel, dan abu sekam padi sebagai substitusi sebagian semen Portland. Campuran beton dirancang untuk mutu rencana 20 MPa, 25 MPa, 30 MPa, dan 35 MPa dengan variasi kadar substitusi. Parameter yang dianalisis meliputi perkembangan kuat tekan, penentuan kadar substitusi optimum, serta evaluasi biaya produksi per meter kubik dan biaya per MPa kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh SCM mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan semen dan menghasilkan kuat tekan maksimum pada kadar substitusi optimum sekitar 8–15%, dengan kecenderungan menurun seiring meningkatnya mutu beton rencana. Dari aspek ekonomi, beton berbahan suplemen secara konsisten memiliki biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan beton konvensional. Fly ash memberikan efisiensi biaya tertinggi dengan penghematan sekitar 3–4% per MPa kuat tekan, diikuti oleh abu sekam padi dan slag nikel. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan bahan suplemen semen tidak hanya meningkatkan kinerja beton, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan serta mendukung penerapan konstruksi berkelanjutan.
