Penilaian Tingkat Kerusakan Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Lekopancing, Kabupaten Maros

Authors

  • Muh. Didi Ramadhana Descham Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang
  • Ratna Musa Universitas Muslim Indonesia
  • Mas'ud SAR Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2278

Keywords:

e-PAKSI, IKSI, Jaringan Irigasi, Prasarana Fisik, Tingkat Kerusakan

Abstract

Daerah irigasi memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Daerah Irigiasi (D.I) Lekopancing yang terletak di Kabupaten Maros dengan luas fungsional ±3.626 Ha telah beroperasi sejak tahun 1973 dan menghadapi berbagai permasalahan kerusakan prasarana fisik akibat faktor usia, teknis, dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kerusakan jaringan irigasi serta menentukan strategi penanganannya secara efektif dan efisien. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui inventarisasi aset dan penilaian kinerja sistem irigasi berbasis aplikasi e-PAKSI yang dikembangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penilaian difokuskan pada aspek prasarana fisik meliputi saluran dan bangunan irigasi dengan mengacu pada parameter Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan jaringan irigasi di D.I Lekopancing bervariasi dari kategori rusak ringan hingga rusak sedang pada beberapa segmen saluran dan bangunan, yang berdampak pada penurunan fungsi distribusi air dan efisiensi layanan. Rekomendasi penanganan meliputi pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga rehabilitasi terbatas sesuai tingkat kerusakan yang teridentifikasi. Implementasi e-PAKSI terbukti membantu proses inventarisasi dan evaluasi kinerja secara lebih sistematis, akurat, dan terintegrasi. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-04-11