Penerapan Konstruksi Jalan Hijau (Green Road Construction) Ramah Lingkungan, Studi Kasus: Ruas Jalan Abepura – Arso – Waris - Yetti, Kota Jayapura, Provinsi Papua

Authors

  • Ari Irpa Rikatama Magister Teknik Sipil
  • Sofyan Bachmid Universitas Muslim Indonesia
  • Abd Karim Hadi Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2287

Keywords:

Analisis SWOT, Green Road Construction, Konstruksi Jalan Hijau, Papua, Pembangunan Berkelanjutan

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan berperan penting dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah, khususnya di Provinsi Papua. Namun, pembangunan jalan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak dilaksanakan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan, tingkat kesulitan, serta hambatan dalam penerapan Green Road Construction (GRC) pada Ruas Jalan Abepura–Arso–Waris–Yetti di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada instansi pemerintah, kontraktor, dan konsultan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif (mean dan standar deviasi) serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kriteria GRC berada pada kategori “selalu diterapkan”, antara lain penyediaan sistem drainase jalan (KL-7) dengan nilai mean 2,6286 dan tingkat kesulitan 2,6857 (tidak sulit), serta penggunaan material lokal (MS-3) dengan mean 2,5143 dan tingkat kesulitan 2,6286 (tidak sulit). Namun, terdapat kriteria yang masih “jarang diterapkan”, seperti pelaksanaan koordinasi tim perancangan dan pelaksanaan konstruksi (AK-6) dengan mean 2,3143. Secara umum, tingkat penerapan berada pada kategori cukup baik, tetapi belum optimal pada aspek penggunaan energi terbarukan, pengurangan emisi karbon, dan pemanfaatan material daur ulang. Hambatan utama meliputi keterbatasan regulasi teknis, minimnya teknologi ramah lingkungan, keterbatasan anggaran, serta rendahnya pengetahuan tenaga ahli. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang direkomendasikan adalah penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan dukungan kebijakan pemerintah untuk mendorong pembangunan jalan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-04-28