Kajian Pemanfaatan Slag Nikel sebagai Bahan Subtitusi Parsial Agregat Halus pada Campuran Aspal Beton Lapis Antara (AC-BC)
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2288Keywords:
AC-BC, Agregat Halus, Kadar Aspal Optimum, Marshall, Slag NikelAbstract
Peningkatan pembangunan infrastruktur jalan menuntut ketersediaan material konstruksi yang berkualitas, ekonomis, dan ramah lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan limbah industri sebagai material alternatif dalam campuran beraspal. Slag nikel merupakan limbah padat hasil proses peleburan bijih nikel yang memiliki karakteristik fisik menyerupai agregat alam dan telah dikategorikan sebagai limbah non-B3. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan slag nikel sebagai bahan substitusi parsial agregat halus terhadap karakteristik Marshall pada campuran Asphalt Concrete–Binder Course (AC-BC) serta menentukan komposisi optimum yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan metode Marshall. Variasi slag nikel sebagai substitusi agregat halus adalah sebesar 20%, 40%, 60%, dan 80%. Parameter yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, density, Void in Mixture (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), Marshall Quotient (MQ), serta Retained Marshall Stability (RMS). Penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO) dilakukan untuk setiap variasi campuran sebelum dilakukan analisis karakteristik Marshall pada kondisi perendaman. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan slag nikel meningkatkan stabilitas dan kepadatan campuran tanpa melampaui batas parameter volumetrik yang dipersyaratkan. Berdasarkan keseimbangan antara stabilitas, karakteristik volumetrik, MQ, dan ketahanan terhadap perendaman (RMS ≥ 90%), variasi 40% slag nikel sebagai bahan subtitusi parsial agregat halus dengan KAO 5,58% memberikan kinerja paling optimum. Campuran ini memenuhi seluruh persyaratan teknis AC-BC dan layak diaplikasikan sebagai lapis antara (AC-BC). Dengan demikian, slag nikel berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif dalam campuran aspal, sekaligus mendukung konsep konstruksi berkelanjutan melalui pengurangan limbah industri dan pemanfaatan sumber daya lokal.
