Kajian Keterlambatan Pekerjaan Proyek Konstruksi dengan Metode Kuantitatif

Studi Kasus Proyek Bank Mandiri Makassar

Authors

  • Andi Amran Magister Teknik Sipil
  • Abd Karim Hadi Universitas Muslim Indonesia
  • Watono Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2289

Keywords:

Bank Mandiri, Keterlambatan, SPSS

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlambatan proyek konstruksi di Bank Mandiri dengan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab serta dampaknya terhadap biaya dan kualitas proyek. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang ditujukan kepada kontraktor dan konsultan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 29, yang memungkinkan evaluasi terhadap manajemen waktu, sumber daya, dan komunikasi antar stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua butir pernyataan dalam kuesioner yang mencakup variabel independen (X1 hingga X11) dan variabel dependen (Y) valid dan reliabel. Uji validitas mengindikasikan nilai Signifikansi (Sig.) di bawah 0,05 untuk semua item, sementara uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,60. Statistik deskriptif memberikan gambaran karakteristik data, termasuk rata-rata dan deviasi standar dari setiap variabel. Selain itu, analisis asumsi klasik seperti uji multikolinieritas, normalitas, dan heteroskedastisitas menunjukkan hasil yang sesuai untuk analisis regresi. Analisis regresi linear berganda mengungkapkan bahwa variabel independen secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen, dengan nilai Sig. Uji F kurang dari 0,05. Uji T lebih lanjut mengidentifikasi variabel-variabel tertentu, yaitu Manajemen Proyek (X1), Pengalaman Kontraktor (X3), Koordinasi Buruk antar Anggota Tim (X6), Manajemen Waktu dan Biaya (X8), Kualitas Sumber Daya Manusia yang Tidak Memadai (X9), Penjadwalan yang Tidak Efisien (X10), dan Penanganan Perubahan Rencana yang Buruk (X11) sebagai faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan proyek. Dari analisis tersebut, Penanganan Perubahan Rencana yang Buruk (X11) ditemukan sebagai faktor paling dominan, dengan nilai koefisien beta sebesar 0,642. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah: Y = 3,272 - 0,124X1 + 0,077X2 + 0,169X3 - 0,100X4 + 0,041X5 + 0,126X6 + 0,071X7 - 0,525X8 + 0,121X9 + 0,213X10 + 0,642X11. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,544 menunjukkan bahwa 54,4% variasi dalam variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen yang diteliti.

Downloads

Published

2026-04-28