Kajian Kebutuhan Air Bagi Masyarakat Di Daerah Irigasi Saddang, Sub Unit Pekkabata Kabupaten Pinrang
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2291Keywords:
Debit Andalan, F. J. Mock, Neraca Air, Penman ModifikasiAbstract
Daerah Irigasi (D.I.) Saddang Sub. Unit Pekkabata di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengalami ketidakseimbangan neraca air, terutama pada musim kemarau, yang menyebabkan kekurangan air untuk irigasi sawah. Meskipun luas lahan irigasi 5.539 Ha ketersediaan air tetap menjadi tantangan utama bagi produktivitas pertanian. Pada tahun 2024, Beberapa wilayah mengalami kekurangan air, sawah di Kecamatan Pekkabata, termasuk wilayah Saddang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi dan keseimbangannya dengan ketersediaan air di Daerah Irigasi Saddang Kab Pinrang. Metode yang digunakan meliputi perhitungan curah hujan efektif dengan metode rata-rata aritmetik berdasarkan data 10 tahun terakhir, evapotranspirasi referensi (ETo) menggunakan Metode Penman Modifikasi, serta analisis ketersediaan air dengan Metode F.J. Mock. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan air maksimum terjadi pada Oktober sebesar 2,00 liter/detik/hektar, sedangkan kebutuhan minimum pada bulan April sebesar 0,01 liter/detik/hektar. Neraca air menunjukkan kekurangan air pada Oktober, menandakan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan air. Temuan ini menjadi dasar evaluasi pengelolaan sumber daya air agar irigasi Daerah Irigasi Saddang Sub. Unit Pekkabata lebih optimal dalam Mengelola Sumber Daya Air.
