Kajian Kinerja Ruas Jalan Nasional akibat Hambatan Samping pada Kawasan Perdagangan

Studi Kasus Jalan Jendral Sudirman Poros Mamuju - Pasangkayu

Authors

  • Indriani Magister Teknik Sipil
  • Lambang Basri Said Universitas Muslim Indonesia
  • Andi Alifuddin Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2293

Keywords:

Hambatan Samping, Jalan Nasional, Kawasan Perdagangan, Kinerja Ruas Jalan, Tingkat Pelayanan

Abstract

Jalan Jendral Sudirman merupakan jalan nasional di kabupaten Mamuju Tengah yang berkembang sebagai kawasan komersial, sehingga menimbulkan banyak aktivitas samping yang berpengaruh pada arus lalu lintas. Penelitian ini menganalisis pengaruh hambatan samping akibat aktivitas pasar terhadap kinerja ruas dan simpang tak bersinyal di Jalan Jendral Sudirman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan samping pada ruas jalan kategori tinggi (H) dengan frekuensi berkisar antara 608 - 880 kejadian/jam. Pada simpang tak bersinyal frekuensi hambatan samping pada hari pasar kategori tinggi (H) sebesar 619 kejadian/jam dan 695 kejadian/jam, lebih besar dibandingkan hari biasa yang berada pada kategori sedang (M) sebesar 328 kejadian/jam. aktivitas dominan penyebab hambatan samping yaitu kendaraan keluar dan masuk (EEV). Dampak hambatan samping tersebut berpengaruh signifikan terhadap penurunan kinerja lalu lintas. Pada ruas jalan, kapasitas menurun dari 2864 smp/jam menjadi 2383 smp/jam, dengan penurunan kecepatan sebesar 12,44% serta penurunan tingkat pelayanan dari kategori D ke E . Pada simpang tak bersinyal, kapasitas 7261 smp/jam pada hari biasa dan 7206 smp/jam saat hari pasar, dengan peningkatan tundaan sebesar 0,59 detik/kendaraan serta peluang antrian meningkat sebesar 9%. Dengan demikian, aktivitas pasar pada kawasan perdagangan terbukti menurunkan kinerja lalu lintas secara signifikan khususnya pada hari pasar

Downloads

Published

2026-04-28