Evaluasi Stabilitas Lereng Menggunakan Metode Bishop & Metode Fellenius dan Menggunakan Software Slide 6.0

Authors

  • Livia PT. Lanlino Mineral Resources
  • Ratna Musa Universitas Muslim Indonesia
  • Sudarman Supardi Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2297

Keywords:

Faktor Keamanan, Jalan Hauling, Metode Bishop, Metode Fellenius, Slide 6.0, Stabilitas Lereng

Abstract

Pembangunan infrastruktur Jalan Hauling pada area pertambangan nikel di Desa Waturambaha, Kabupaten Konawe Utara, melibatkan pekerjaan pemotongan lereng (cut and fill) yang berpotensi menurunkan kestabilan lereng dan memicu terjadinya kelongsoran. Oleh karena itu, diperlukan analisis stabilitas lereng untuk mengetahui nilai faktor keamanan (safety factor) sebagai dasar evaluasi kelayakan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan nilai faktor keamanan lereng menggunakan Metode Bishop dan Metode Fellenius dengan bantuan Software Slide 6.0. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder berupa hasil penyelidikan tanah (Standard Penetration Test/SPT) dan parameter sifat fisik serta mekanik tanah yang diperoleh dari pengujian laboratorium. Analisis dilakukan pada dua penampang lereng, yaitu STA 0+155 dan STA 0+450, dengan mempertimbangkan beban lalu lintas sebesar 30 kN/m² yang merepresentasikan beban kendaraan dump truck. Parameter tanah yang digunakan meliputi berat volume, kohesi, dan sudut geser dalam dengan model kekuatan tanah Mohr-Coulomb. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada STA 0+155 diperoleh nilai faktor keamanan sebesar 1,178 dengan Metode Bishop dan 1,140 dengan Metode Fellenius, yang menunjukkan kondisi lereng dalam keadaan kritis mendekati tidak stabil. Sedangkan pada STA 0+450 diperoleh nilai faktor keamanan sebesar 1,829 dengan Metode Bishop dan 1,827 dengan Metode Fellenius, yang menunjukkan kondisi lereng stabil. Secara umum, nilai faktor keamanan dengan Metode Bishop sedikit lebih besar dibandingkan Metode Fellenius. Berdasarkan hasil penelitian, kedua metode menunjukkan kecenderungan hasil yang relatif mendekati, namun Metode Bishop memberikan hasil yang lebih konservatif dan direkomendasikan untuk evaluasi stabilitas lereng pada lokasi penelitian. Analisis ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan dan pengendalian risiko kelongsoran pada pembangunan Jalan Hauling di wilayah pertambangan.

Downloads

Published

2026-06-15