Pengembangan Model BIM pada Geometrik Jalan dengan Plugin Auto Turn
Studi Kasus Ruas Mamberamo - Elelim
DOI:
https://doi.org/10.52103/jfo.v6i1.2305Keywords:
Autoturn, BIM, Geometrik Jalan, Keselamatan Jalan, Swept PathAbstract
Perencanaan geometrik jalan merupakan aspek penting dalam menjamin keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas, terutama pada wilayah dengan kondisi topografi kompleks seperti ruas Mambramo - Elelim. Pendekatan konvensional masih memiliki keterbatasan dalam mengevaluasi manuver kendaraan secara akurat, khususnya pada tikungan tajam. Oleh karena itu, diperlukan inovasi melalui penerapan Building Information Modeling (BIM) yang terintegrasi dengan plugin AutoTURN untuk menghasilkan desain geometrik yang lebih presisi, efisien, serta mampu mengakomodasi kebutuhan pergerakan kendaraan secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis BIM dengan memanfaatkan Autodesk Civil 3D untuk membangun model geometrik jalan secara tiga dimensi. Model tersebut kemudian diintegrasikan dengan plugin AutoTURN untuk melakukan analisis swept path kendaraan. Data yang digunakan berupa data sekunder seperti koordinat, radius tikungan, dan parameter kendaraan rencana. Proses analisis dilakukan melalui simulasi pergerakan kendaraan pada tikungan guna mengevaluasi kesesuaian desain geometrik terhadap standar yang berlaku serta kebutuhan ruang gerak kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi BIM dan AutoTURN mampu memberikan visualisasi serta analisis pergerakan kendaraan secara lebih akurat. Ditemukan beberapa tikungan yang belum memenuhi standar geometrik karena lintasan kendaraan keluar dari batas lajur. Hal ini menandakan perlunya penyesuaian desain geometrik guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi ruang jalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan model BIM yang terintegrasi dengan AutoTURN merupakan metode yang efektif dalam analisis dan evaluasi geometrik jalan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan akurasi desain, tetapi juga mempermudah visualisasi serta proses pengambilan keputusan. Dengan adanya simulasi pergerakan kendaraan, potensi konflik geometrik dapat diidentifikasi sejak tahap perencanaan. Oleh karena itu, metode ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan pada perencanaan infrastruktur jalan, khususnya pada wilayah dengan kondisi medan yang kompleks dan menantang.
