Perlindungan Hukum Para Pihak Dalam Perjanjian Murabahah: Studi Aqad Istishna’ No. 001/BMT-NH/PSY/2019
DOI:
https://doi.org/10.52103/jlg.v1i1.73Keywords:
Perjanjian, Murabahah, IstishnaAbstract
Penelitian ini bertujuan Untuk Untuk menganalisis dan menjelaskan hak dan kewajiban para pihak dalam perjanjian Murabahah. Untuk menganalisis dan menjelaskan perlindungan hukum para pihak dalam perjanjian murabahah dengan akad istishna’ No. 001/BMT-NH/PSY/2019. Berdasarkan analisis terhadap data dan fakta penulis berkesimpulan bahwa Hak mitra (mustashni) menjadi kewajiban bagi (Shani) dalam perjanjian murabahah. Hak mitra adalah Hak Mendapatkan Informasi Yang Transparan, Hak Mendapatkan Perlakukan yang Adil, Hak Untuk Mendapatkan Pelayanan yang Handal, Hak Mendapatkan Perlindungan Kerahasiaan dan Keamanan Data, Hak Mengajukan Aduan. Sedangkan kewajiban mitra (mustashni) menjadi hak bagi (shani) dalam perjanjian murabahah yaitu membayar angsuran secara tertib setiap bulan sampai dengan periodenya berakhir dan memenuhi segala persyaratan administrative. Para Pihak dalam Perjanjian Murabahah dengan Akad Istishna’ No. 001/BMT-NH/PSY/2019 memiliki kedudukan yang sama dalam perlindungan hukum. Akan tetapi pihak shani tidak boleh memaksakan kehendak kepada pihak Mustashni.
This study aims to analyze and explain the rights and obligations of the parties in the Murabahah agreement. To analyze and explain the legal protection of the parties in the murabahah agreement with the istishna contract. 001 / BMT-NH / PSY / 2019. Based on an analysis of the data and facts the author concluded that the rights of partners (mustashni) become an obligation for (Shani) in the murabaha agreement. Partner rights are the Right to Get Transparent Information, the Right to Get Fair Treatment, the Right to Get Reliable Services, the Right to Get Data Privacy and Security Protection, the Right to File a Complaint. Whereas the obligation of the partner (mustashni) becomes the right for (shani) in the murabahah agreement that is to pay installments in an orderly manner every month until the period ends and meet all administrative requirements. Parties to the Murabahah Agreement with the Istishna Agreement 'No. 001 / BMT-NH / PSY / 2019 have the same position in legal protection. But the shani may not force the will on the Mustashni side.
References
Absori, Azhari, A. F., Basri, M. M & Muin, F. (2016). Transformation of Maqashid Al Syariah (An Overview of The Development of Islamic Law in Indonesia. Jurnal Al Ihkam Jurnal Hukum & Pranata Sosial. Vol 11:1.
Afandi, Y. (2009), Fiqh Muamalah dan Implementasinya dalam Lembaga Keuangan Syariah, Logung Pustaka, Yogyakarta.
Dewi, G. (2010), Aspek-aspek Hukum Dalam Perbankan dan Perasuransian Syariah Di Indonesia, Kencana, Jakarta.
Djuniarti, E. (2019), Perlindungan yang Seimbang Para Pihak dalam Pembuatan Akad Murabahah, Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol. 19. No. 2.
Hakim, L. Anwar, A. (2017), Pembiayaan Murabahah Pada Perbankan Syariah Dalam Perspektif Hukum Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam. Vol. 1, No. 2, 212-223.
Hidayah, M. R. (2018). Analisis Implementasi Akad Istishna Pembiayaan Rumah (Studi Kasus Developer Property Syariah Bogor). Jurnal Ekonomi Islam Vol. 9. No. 1.
Hermansyah, (2002), Teori dan Praktek lembaga Mikro keuangan Syariah, UII Press. Yogyakarta.
Khanifa, N. K. (2015). Jaminan Akad Murabahah di Lembaga Keuangan Syariah Kajian Hukum Perdata. Jurnal Az Zarqa’, Vol. 7, No. 2.
Saeed, A. (2003), Bank Islam dan Bunga, Studi Kritis dan Interprestasi Kontemporertentang Riba dan Bunga, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Muhdar, M. Z. Reza, F. S & Azis, D. E. P (2019), Pengawasan Penyalahgunaan Informasi (Market Conduct) Bagi Perbankan Oleh Otoritas Jasa Keuangan Regional 6 Di Makassar. Jurnal Indonesian Journal Criminal of Law. Vol. 1, No. 1. 1-8.
Permatasari, E., Adjie, H., & Djanggih, H. (2018). Perlindungan Hukum Kepemilikan Tanah Absentee yang Diperoleh Akibat Pewarisan. Varia Justicia, 14(1), 1-9.
Prabowo, B. A. (2009), Konsep Akad Murabahah Pada Perbankan Syariah (Analisa Kritis Terhadap Aplikasi Konsep Akad Murabahah Di Indonesia Dan Malaysia), Jurnal Hukum, O.1 Vol. 16. 106-126.
Setiady, T. (2014). Pembiayaan Murabahah Dalam Perspektif Fiqh Islam, Hukum Positif dan Hukum Syariah. Jurnal Fiat Justicia. Vol.8 No.3.
Soerjopratiknjo, H. (2008), Aneka Perjanjian Jual-beli, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti.
Wiroso, (2005), Jual Beli Murabahah, UII Press, Yogyakarta.
Yuspin, W. (2007). Penerapan Prinsip Syariah dalam Pelaksanaan Akad Murabahah. Jurnal Ilmu Hukum Vol. 10, No.1 (2007). 55-67.
Zulfikri. (2019). Kepastian Hukum Akad Murabahah Pada Jual Beli Rumah Melalui Perbankan Syariah. Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Volume 2 Nomor 1
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Journal of Lex Generalis (JLG)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

