Penerapan Asas Legalitas Materil Terhadap Hukum Pidana Adat: Studi Tana Toa Kajang
DOI:
https://doi.org/10.52103/jlt.v2i1.396Keywords:
Asas Legalitas, Pidana Adat, KajangAbstract
The research objective is to analyze the applicable customary criminal law, as well as the principles of national criminal law contained in the customary criminal law in Tana Toa Kajang, and to analyze the prospects for the application of the principle of material legality to customary criminal law in Tana Toa Kajang in the Criminal Law Reform in Indonesia. The research method used is sociological or empirical legal research. The results of the research show that the material customary criminal law applicable in Tana Toa Kajang is about customary criminal acts and their sanctions. The implementation of customary criminal law in Tana Toa Kajang, is carried out by holding a deliberation called the abborong which is led by Ammatoa and other customary stakeholders. The principles of national criminal law contained in the customary criminal law in Tana Toa Kajang are the principle of ultimum remedium, deliberation, principle, active national / personality, principle of national / passive protection, principle of territoriality, prospects of applying the principle of material legality to the applicable customary criminal law. in Tana Toa Kajang, not all customary criminal acts that apply in Tana Toa Kajang can be processed in court because there is a parameter of the principle of material legality, which is not against Pancasila.
References
Dassir, M. (2008). Pranata sosial sistem pengelolaan hutan masyarakat adat Kajang. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 3(2), 8190.
Gunarto, M. P. (2012). Asas Keseimbangan Dalam Konsep Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Mimbar Hukum-Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 24(1), 83-97.
Hafid, A. (2013). Sistem Kepercayaan Pada Komunitas Adat Kajang Desa Tanah Towa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Patanjala, 5(1), 1-19.
Hasan, H., & Nur, H. (2019). Patuntung Sebagai Kepercayaan Masyarakat Kajang Dalam (Ilalang Embayya) Di Kabupaten Bulukumba. Phinisi Integration Review, 2(2), 185-200.
Istiawati, N. F. (2016). Pendidikan karakter Berbasis Nilai-nilai Kearifan lokal Adat AMMATOA dalam menumbuhkan karakter konservasi. Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(1), 1-18.
Maerani, I. A. (2016). Implementasi Ide Keseimbangan Dalam Pembangunan Hukum Pidana Indonesia Berbasis Nilai-Nilai Pancasila. Jurnal Pembaharuan Hukum, 3(3), 329-338.
Marbun, R. (2014). Grand Design Politik Hukum Pidana dan Sistem Hukum Pidana Indonesia Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Padjadjaran Journal of Law, 1(3), 558-577l.
Muhdar, M. Z., & Jasmaniar, J. (2020). Studi Perbandingan A'borong (Musyawarah) Masyarakat Hukum Adat Kajang Dihubungkan Dengan PERMA Nomor: 1 Tahun 2016 Tentang Mediasi. PETITUM, 8(1 April), 57-70.
Nurahman, A., & Soponyono, E. (2019). Asas Keseimbangan dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Sebagai Upaya Pembaharuan Hukum Pidana yang Berkeadilan. Pandecta Research Law Journal, 14(2), 100-106.
Qamar, N., & Djanggih, H. (2017). Peranan Bahasa Hukum dalam Perumusan Norma Perundang-undangan. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 11(3), 337-347.
Suartha, I. D. M. (2015). Pergeseran Asas Legalitas Formal Ke Formal dan Material dalam Pembaharuan Hukum Pidana Nasional. Yustisia Jurnal Hukum, 4(1), 235-244.
Tabiu, R. (2015). Pertentangan Asas Legalitas Formil Dan Materiil Dalam Rancangan Undang-undang KUHP. Jurnal Penelitian Hukum-Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 2(1), 28-36.
Zainuddin, Z. (2017). Restorative Justice Concept on Jarimah Qishas in Islamic Criminal Law. Jurnal Dinamika Hukum, 17(3), 335-341.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Fakhrul Fuad, Hambali Thalib, Zainuddin Zainuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.