Pengaruh AKtivator, Konsekuensi dan Behaviour Base Safety Terhadap Perilaku Aman Di PT. Industri Kapal Indonesia Makassar

Authors

  • Muhammad Rifo Rianto Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Muhammadiyah Makassar
  • Nurhaedar Jafar Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Muhammad Ikhtiar Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Arman Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Haeruddin Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Nurmiati Muchlis Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jmch.v4i1.1061

Keywords:

aktivator, konsekuensi, behaviour base safety, perilaku aman

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan kerja dapat terjadi akibat dari perilaku yang tidak aman atau unsafe action sehingga perilaku aman dalam berkerja adalah tindakan yang dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Dalam pembentukan perilaku dapat dilakukan dengan beberapa intervensi perilaku yakni adalah activator, konsekuensi dan behaviour base safety.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 50 dan analisis data menggunakan uji regresi linear berganda.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara parsial activator terhadap perilaku aman dengan nilai thitung  (2,159) > ttabel (2.01290) dan tingkat signifikansi 0,036 < 0.05,  dan tidak terdapat pengaruh secara parsial konsekuensi terhadap perilaku aman dengan nilai thitung (0.590) < ttabel (2.01290) dan tingkat signifikansi 0,558 > 0.05, serta tidak terdapat pengaruh secara parsial behaviour base safety terhadap perilaku aman dengan nilai thitung  (0.897) < ttabel (2.01290) dengan tingkat signifikansi 0,374 > 0.05.

Kesimpulan: Penerapan activator seperti manajemen, prosedur, peraturan K3 dan pengetahuan serta persepsi berpengaruh secara signifikan dalam pembentukan perilaku aman  namun konsekuensi dan behavioral base safety tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku aman pekerja.

 

 

References

As’ad, Moh. 1998. Psikologi Industri. Liberty , Yogyakarta.

Achmadi, Fahmi, Umar. 2016. Kesehatan Masyarakat Teori Dan Aplikasinya. Rajawali Pers, Jakarta

Erlianti, Ayu & Dwiyanti, Endang,2014, Analisis Perilaku Aman Tenaga Kerja Menggunakan Model Perilaku ABC (Antecedent Behaviour Consequence), The Indonesian Journal of occupational safety and health, Vol 3,No.1, Surabaya.

BPJS Ketenagakerjaan. 2019. Angka kecelakaan kerja cenderung meningkat. www.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Fara, Zaindy, R, Ahmad. 2017. Faktor factor yang berhubungan dengan Safe Behaviour pada pekerja rekanan bagian sipil di PT. Indonesia Power Up Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol.5 No.5 oktober 2017 (ISSN 2356-3346) Semarang

Geller, E. Scott. 2005, Behavior-Based Safety and Occupational Risk Management in Behavior Modification, Vol. 29, No. 3, 539-561. Sage Publication.

Haryanti, Yunita, Dwi, 2020, Analisis Perilaku Aman Pada Pekerja Penambangan Batu Piring Dengan Pendekatan Behaviour- Based Safety (BBS), The Indonesian Jurnal Of Health Science, Vol 12, No,1, Universitas Muhammadiyah Jember. Jember

Ismail. A, 2011, Do It Behaviour Based Safety, healthsafetyprotection.com

Kemenkes, 2014. Satu Orang perkerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja. Https. www. Kemkes. go,id

Lean Construction Institute Indonesia, 2018, Behaviour Base Safety, www.leanconstructionindonesia.com.

Maulidasari. DN, Yuantari. C. MG, Nurjannah. 2011. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku berbahaya (unsafe action) pada bagian unit intake PT. Indonesia Power unit bisnis pembangkitan Semarang 2011. Jurnal Visikes Vol.10 No.1, Semarang.

Notoatmodjo, S. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta.

Pratama, AK. 2015. Hubungan karakteristik pekerja dengan Unsafe action pada tenaga kerja bongkar muat di PT. Terminal Petikemas Surabaya. The Indonesian journal of occupational safety and health Vol.4 No.1. Surabaya

Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI, 2014, Satu Orang Pekerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id,

Retnani, Dwitya, Novita & Ardyanto, Denny ,2013, Analisis Pengaruh Activator dan consequence terhadap safe behaviour pada tenaga kerja di PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 2013, The Indonesian Journal of occupational safety and health, Vol 2,No.2, Surabaya.

Sucipto, Dani Sucipto. 2014. Keselamatan dan Kesehatan kerja. Gosyen Publishing, Yogyakarta.

Safety Sign Indonesia, 2019. OSHA; Partisipasi Dalam Program K3 itu Penting, Safetysign.co.id.

Suma’mur, P.K, 2009, Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. PT. Toko Gunung Agung. Jakarta

Tampubolon, Juliaudrey, Lettyzia. 2015. Efektivitas Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan kerja oleh Dinas Sosial dan tenaga kerja Kabupaten Sidoardjo sebagai upaya mewujudkan budaya K3. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik. Vol.3 No.3. September-Desember 2015

Yudhawan, YV. Dwiyanti, E. 2017. Hubungan personal factors dengan unsafe action pada pekerja pengelasan di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo Vol.3 No.1. Surabaya

Downloads

Published

2023-01-27

How to Cite

Rianto, M. R. ., Jafar, N. ., Ikhtiar, M., Arman, Haeruddin, & Muchlis, N. (2023). Pengaruh AKtivator, Konsekuensi dan Behaviour Base Safety Terhadap Perilaku Aman Di PT. Industri Kapal Indonesia Makassar. Journal of Muslim Community Health, 4(1), 104–111. https://doi.org/10.52103/jmch.v4i1.1061

Issue

Section

Articles