Pengaruh AKtivator, Konsekuensi dan Behaviour Base Safety Terhadap Perilaku Aman Di PT. Industri Kapal Indonesia Makassar
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v4i1.1061Keywords:
aktivator, konsekuensi, behaviour base safety, perilaku amanAbstract
Latar Belakang: Kecelakaan kerja dapat terjadi akibat dari perilaku yang tidak aman atau unsafe action sehingga perilaku aman dalam berkerja adalah tindakan yang dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Dalam pembentukan perilaku dapat dilakukan dengan beberapa intervensi perilaku yakni adalah activator, konsekuensi dan behaviour base safety.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 50 dan analisis data menggunakan uji regresi linear berganda.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara parsial activator terhadap perilaku aman dengan nilai thitung (2,159) > ttabel (2.01290) dan tingkat signifikansi 0,036 < 0.05, dan tidak terdapat pengaruh secara parsial konsekuensi terhadap perilaku aman dengan nilai thitung (0.590) < ttabel (2.01290) dan tingkat signifikansi 0,558 > 0.05, serta tidak terdapat pengaruh secara parsial behaviour base safety terhadap perilaku aman dengan nilai thitung (0.897) < ttabel (2.01290) dengan tingkat signifikansi 0,374 > 0.05.
Kesimpulan: Penerapan activator seperti manajemen, prosedur, peraturan K3 dan pengetahuan serta persepsi berpengaruh secara signifikan dalam pembentukan perilaku aman namun konsekuensi dan behavioral base safety tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku aman pekerja.
References
As’ad, Moh. 1998. Psikologi Industri. Liberty , Yogyakarta.
Achmadi, Fahmi, Umar. 2016. Kesehatan Masyarakat Teori Dan Aplikasinya. Rajawali Pers, Jakarta
Erlianti, Ayu & Dwiyanti, Endang,2014, Analisis Perilaku Aman Tenaga Kerja Menggunakan Model Perilaku ABC (Antecedent Behaviour Consequence), The Indonesian Journal of occupational safety and health, Vol 3,No.1, Surabaya.
BPJS Ketenagakerjaan. 2019. Angka kecelakaan kerja cenderung meningkat. www.bpjsketenagakerjaan.go.id.
Fara, Zaindy, R, Ahmad. 2017. Faktor factor yang berhubungan dengan Safe Behaviour pada pekerja rekanan bagian sipil di PT. Indonesia Power Up Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol.5 No.5 oktober 2017 (ISSN 2356-3346) Semarang
Geller, E. Scott. 2005, Behavior-Based Safety and Occupational Risk Management in Behavior Modification, Vol. 29, No. 3, 539-561. Sage Publication.
Haryanti, Yunita, Dwi, 2020, Analisis Perilaku Aman Pada Pekerja Penambangan Batu Piring Dengan Pendekatan Behaviour- Based Safety (BBS), The Indonesian Jurnal Of Health Science, Vol 12, No,1, Universitas Muhammadiyah Jember. Jember
Ismail. A, 2011, Do It Behaviour Based Safety, healthsafetyprotection.com
Kemenkes, 2014. Satu Orang perkerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja. Https. www. Kemkes. go,id
Lean Construction Institute Indonesia, 2018, Behaviour Base Safety, www.leanconstructionindonesia.com.
Maulidasari. DN, Yuantari. C. MG, Nurjannah. 2011. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku berbahaya (unsafe action) pada bagian unit intake PT. Indonesia Power unit bisnis pembangkitan Semarang 2011. Jurnal Visikes Vol.10 No.1, Semarang.
Notoatmodjo, S. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta.
Pratama, AK. 2015. Hubungan karakteristik pekerja dengan Unsafe action pada tenaga kerja bongkar muat di PT. Terminal Petikemas Surabaya. The Indonesian journal of occupational safety and health Vol.4 No.1. Surabaya
Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI, 2014, Satu Orang Pekerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id,
Retnani, Dwitya, Novita & Ardyanto, Denny ,2013, Analisis Pengaruh Activator dan consequence terhadap safe behaviour pada tenaga kerja di PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 2013, The Indonesian Journal of occupational safety and health, Vol 2,No.2, Surabaya.
Sucipto, Dani Sucipto. 2014. Keselamatan dan Kesehatan kerja. Gosyen Publishing, Yogyakarta.
Safety Sign Indonesia, 2019. OSHA; Partisipasi Dalam Program K3 itu Penting, Safetysign.co.id.
Suma’mur, P.K, 2009, Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. PT. Toko Gunung Agung. Jakarta
Tampubolon, Juliaudrey, Lettyzia. 2015. Efektivitas Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan kerja oleh Dinas Sosial dan tenaga kerja Kabupaten Sidoardjo sebagai upaya mewujudkan budaya K3. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik. Vol.3 No.3. September-Desember 2015
Yudhawan, YV. Dwiyanti, E. 2017. Hubungan personal factors dengan unsafe action pada pekerja pengelasan di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo Vol.3 No.1. Surabaya








