Evaluasi Pengelolaan Sediaan Farmasi Di Instalasi Farmasi RSUD Lapatarai Kabupaten Barru
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v4i1.1086Keywords:
Pengelolaan Sediaan Farmasi; Instalasi Farmasi; Rumah SakitAbstract
Latar Belakang: Pengelolaan Sediaan Farmasi merupakan suatu siklus kegiatan yang dimulai dari pemilihan, perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan, pengendalian, dan administrasi yang diperlukan bagi kegiatan Pelayanan Kefarmasian. Tujuan dilakukannya pengelolaan obat yakni agar terciptanya persediaan obat dalam jumlah dan waktu yang tepat dengan biaya minimal namun tetap berkualitas.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui sistem pengelolaan sediaan farmasi di instalasi farmasi RSUD Lapatarai Barru dengan menggunakan teknik analisa data berupa pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari informan kunci, biasa dan pendukung.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sediaan farmasi di instalasi farmasi RSUD Lapatarai barru masih kurang efektif. Hal ini dapat dilihat dari beberapa variabel belum maksimal seperti pada tahap perencanaan masih sering terjadi kekosongan obat. Tahap pengadaan obat ada yang tepat waktu ada juga tidak dikarenakan masalah pengiriman. Tahap penyimpanan obat sudah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku hanya saja dari segi keamanan masih kurang. Tahap pendistribusian obat masih terjadi kendala seperti belum ada SIM RS untuk mengetahui sisa stok di unit perawatan. Tahap pemusnahan saat ini kendalanya adalah RS tidak memiliki incinerator untuk melakukan pemusnahan sehingga obat kadaluarsa/rusak ditumpuk di Gudang farmasi. Tahap pengendalian masih terjadi kendala misalnya kurangnya SDM untuk melakukan supervisi.
Kesimpulan: Kesimpulannya diharapkan RSUD Lapatarai Barru agar lebih memperhatikan sistem pengelolaan obat di instalasi farmasi mulai dari perencanaan obat yang masih sering terjadi kekosongan obat, pengadaan masih ada yang tidak tepat waktu. Proses penyimpanan obat dari segi keamanan masih kurang. Proses pemusnahan tidak dilakukan di RS. Serta proses pengendalian terkendala di SDM.
References
Depkes, RI. 2004. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Pedoman Pengelolaan Perbekalan Farmasi Di Rumah Sakit Direktorat Jendral Bima Kefarmasian Dan Alat Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI bekerjasama dengan Japan International Coorperation Agency. Halaman 23-60.
Dewi Herdina Puspasari, Yulian Wahyu Permadi, Wirasti, 2021. Evaluasi Manajemen Logistik Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit Tahun 2019. Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Vol 5 Nomor 2, 2021.https://doi.org/10.54687/jurnalkajenv5i02.5
Garside, Annisa Kesy, dkk. Manajemen Logistik. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Press. 2017.
Ita Puspita San, Andi Surahman Batara, Muh. Khidri Alwi, 2020. Pengelolaan Kebutuhan Logistik Farmasi pada Instalasi Farmasi RS Islam Faisal Makassar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10 Nomor 02, 2020.
Kemenkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 72 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2019). Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. 2020. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 3 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.https://doi.org/10.24036/jmpe.v3i2.8787
Kemenkes RI. 2020. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI. 2021
Meity, dkk (2019). "Analisis Pengelolaan Obat Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jantung Bina". Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia. Volume 3 No 2.
Muhammad Fais Satrianegara, Emmi Bujawati, Guswani, 2018. Analisis Pengelolaan Manajemen Logistik Obat Di Instalasi Farmasi RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1, 2018.
Naela Afiya, Yulian Wahyu Permadi, St. Rahmatullah, Wulan Agustin Ningrum, 2022. Analisis Pengelolaan Manajemen Logistik Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Qim Batam.Jurnal Ilmiah Jopush Vol 3 Nomor 02, 2022.https://doi.org/10.46772/jophus.v3i02.521
Presiden RI. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia No. 44 tentang Rumah Sakit. Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia. Halaman 12-20.
PP RI, (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan. Jakarta
Sugiyono, 2017. Metode Penelitian Pendidikan, Bandung : Alfabeta.
Sabarudin, Sunandar Ihsan, Arfan, Waode Indri Sasmita Hasmi, Irvan Anwar, Nurul Hikmah, 2019. Evaluasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kendari. Jurnal Farmasi Sains dan Kesehatan 2021, 7(1);26-32.https://doi.org/10.33772/pharmauho.v7i1.15759
Sabarudin, Ihsan S, Nirmala F, Adjeng ANT, Dzulhijjah D, 2020. Evaluasi Pengelolaan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Angkatan Darat Dr. R. Ismoyo Kendari Tahun 2018, Medula, 2020, 8(1).https://doi.org/10.20527/jps.v8i1.9608
Tiara Fany Safitri, Yulian Wahyu Permadi, Wulan Agustin Ningrum, St Rahmatullah, 2019. Evalusai Manajemen Pengelolaan Logistik Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tipe C Se-Kabupaten Tegal Menurut Petunjuk Teknis StandarPelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit Tahun 2019.
Rikomah, Setya Enti. Farmasi Rumah Sakit. Yogyakarta: Deepublish. 2017.
World Health Organization. (1993). How toInvestigate Drug Use in Health Facilities, Selected Drug Use Indicator. Geneva: WHO. Halaman 46-52.
Yessi Liling, Gayatri Citraningtyas , Meilani Jayanti, 2021. Analisis Pengelolaan Logistik Obat Di Instalasi Farmasi RS Elim Rantepao Toraja Utara. Program Studi Farmasi FMIPA. Universitas Sam Ratulangi, Volume 10 Nomor 1 Februari 2021.https://doi.org/10.35799/pha.10.2021.32755








