Determinan Kehamilan Usia Muda Dengan Hiperemesis Gravidarum Terhadap Kejadian Stunting Di Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa

Authors

  • Praniska Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Andi Muhammad Multazam Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Een Kurnaesih Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Sitti Patimah Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Reza Aril Ahri Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Arni Rizqiani Rusydi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jmch.v4i3.1129

Keywords:

Stunting, Hyperemesis Gravidarum, Kehamilah Usia Muda

Abstract

Latar Belakang: Hyperemesis gravidarum (HG) adalah muntah yang cukup parah yang menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, dan alkalosis akibat keluarnya asam hidroklorida, dan hipokalemia. Stunting adalah keaadaan gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek dari standar WHO 2005. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa yang menentukan Hyperemesis gravidarum tehadap kejadian Stunting di Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa.

Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kuantitatif, menggunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 50 orang yang dilakukan di Puskesmas Somba Opu Gowa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis Chi Square dan Odds Ratio.

Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor hyperemesis gravidarum berpengaruh positif atau berpengaruh signifikan terhadap kejadian Stunting di Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa dengan nilai korelasi P Value 0,001 < 0,05. Faktor pendapatan tidak berpengaruh positif atau tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian Stunting dengan nilai korelasi P Value 0,981 > 0,05. Faktor emosional berpengaruh positif atau  berpengaruh signifikan terhadap kejadian Stunting dengan nilai korelasi P Value 0,001 < 0,05. Faktor dukungan keluarga berpengaruh positif atau berpengaruh signifikan terhadap kejadian Stunting dengan nilai korelasi P Value 0,001 < 0,05. Faktor penyakit hereditas tidak berpengaruh positif atau tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian Stunting dengan nilai korelasi P Value 0,248 > 0,05.

References

Ananda, F, Girsang, E & Siagian, M., 2019. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pencapaian Pelaksana Teknis Puskesmas Darussalam Medan. Jurnal Kebidanan Kestra (JKK) [Online], 2(1). https://ejournal.medistra.ac.id/index.php/JKK/article/view/225 [Diakses pada tanggal 05 Februari 2021]

Andayani & Fibriana, AI., 2018. Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Karangmalang. 2(1).

Arum, D.N.S. & Sujiyatini., 2009. Panduan Lengkap Pelayanan KB Terkini, Yogyakarta: Nuha Medika.

Aspiani, Reni Yuli. (2017). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta: Trans Info Media

Budi Rahayu, Ayu Novita Sari, 2017. JNKI, Vol. 5, No. 2, Tahun 2017, 134-138

Diana, et.al. 2019. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Surakarta: CV OASE Group

Ida Ayu Chandranita Manuaba. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita Ed. 2. 2009. Jakarta: EGC

Irawati, I., Muliani, M., & Arsyad, G. (2019). Pengaruh Pemberian Kompres Hangat terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Ibu Inpartu Kala Satu Fase Aktif. Jurnal Bidan Cerdas (JBC), 2(3), 157. https://doi.org/10.33860/jbc.v2i3.218

Isnaini Nurul, Rama Diyanti. 2015. Hubungan Pijat Oksitosin Pada Ibu Nifas Terhadap Pengeluaran ASI Diwilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Bandar Lampung. Lampung: Universitas Malahayati Bandar Lampung.

Jurnal Kebidanan/Midwifery Medical Journal

Kamariyah, Nurul., . 2014. Buku Ajar Kehamilan untuk Mahasiswa dan Praktisi Keperawatan serta Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.

Kemenkes RI, (2019), Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018.

Kemenkes RI, (2014), Situasi & Analisis ASI Eksklusif, Kemenkes RI : Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI

Maryuni dan Sekarini, Ayu. (2017). Pengaruh KB Suntik Terhadap Kenaikan Berat Badan Akseptor, Diakses pada tanggal 04 Maret 2019

Mochtar, Rustam. (2012). Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi. Edisi ketiga. Jakarta : EGC

Mutanana, N., & Mutara, G. (2015). Factors Contributing to Teenage Pregnancies in a Rural Community of Zimbabwe. Journal of Biology

Norma Nita, Dwi Mustika. (2013). “Asuhan Kebidanan Patologi”.Yogyakarta : Nuha Medika

Nugrahini, Maharrani, T. & Yunita, E., (2017). Hubungan Usia, Paritas dengan Ketuban Pecah Dini di Puskesmas Jagir Surabaya. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes

Pieter, H.Z dan Lubis, N.L. (2013). Pengantar Psikologi Untuk Kebidanan.Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Purwaningtyas, M. L., & Prameswari, G. N. (2017). Faktor Kejadian Anemia pada Ibu Hamil, 1(3)

Ratih I.A.D.K, Yudita W.H. (2019). “Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Cara Memelihara Kesehatan Gigi dan Mulut Dengan Ketersediaan Alat Menyikat Gigi Pada Narapina Kelas IIB Rutan Gianyar Tahun 2018”. Dalam Jurusan Kesehatan gigi Poltekes Denpasar, Volume 6. No 1. Denpasar

Rinata, Evi dan Andayani, Gita Ayu (2018), ‘Karakteristik Ibu (Usia, Paritas, Pendidikan) dan Dukungan Keluarga dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III’, MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, vol.16, no.1 diakses 25 Juni 2019

Rohmawati, N., & Fibriana, A. I. (2018). Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran. 2(1)

Downloads

Published

2022-10-11

How to Cite

Praniska, Andi Muhammad Multazam, Een Kurnaesih, Patimah, S., Reza Aril Ahri, & Rusydi, A. R. (2022). Determinan Kehamilan Usia Muda Dengan Hiperemesis Gravidarum Terhadap Kejadian Stunting Di Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa. Journal of Muslim Community Health, 4(3), 93–107. https://doi.org/10.52103/jmch.v4i3.1129

Issue

Section

Articles