Analisis Hubungan Kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Buruh di PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) Kabunpaten Dompu NTB 2022
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v4i3.1138Keywords:
Penyakit Akibat Kerja, Muculoskeletal Disorders, BuruhAbstract
Latar Belakang: Keselamatan kerja merupakan sarana utama untuk pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja Keselamatan kerja dalam hubungannya dengan perlindungan tenaga kerja adalah salah satu segi penting dari perlindungan tenaga kerja. MSDs atau gangguan musculoskeletal, yaitu cedera dan gangguan pada jaringan lunak (otot, tendon, ligamen, sendi,dan tulang rawan) dan system saraf. MSDs terjadi dalam kurun waktu yang panjang; mingguan, bulanan, dan tahunan.
Matode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantttatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional dilakukan dengan cara wawancara terstruktur, obervasi,dokumentasi dan pengukuran pada 61orang.Analisis Bivariat menggunakan uji Pearson Chi Square dan analisis Multivariat menggunakan uji regresi logistik
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa variable yang memiliki hubungan signifikan terhadap musculoskeletal (MSDS) pada buruh angkut adalah usia (p=0,016), Kebiasaan merokok (p=0,003), Kesegaran Fisik (p=0,025),IMT (p=0,028),Aktivitas Berulang (p=0,012), Postur Kerja (p=0,000),Beban Kerja (p=0,002) pada buruh angkut. Adapun variable yang paling dominanmemberikan pengaruh pada musculoskeletal disorder (MSDS) adalah beban kerja.
Kesimpulan: diharapkan buruh lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan disaat bekerja serta menjaga postur kerja untuk menghindari keluhan MSDS
References
Ariawan, Iwan. 2011. Besar dan metode sampel pada penelitian. Dipresentasikanpada Kuliah Metodologi Penelitian Program Pascasarjana Departemen K3FakultasKesehatan Masyarakat UniversitasIndonesia
Bridger, R.S., 2018. Introduction to ergonomis, 2nd Ed. London: Tailor & FrancisGroup.
Blandina E, Diana dan Nancy ., 2020 Analisis Postur Kerja dan Keluhan Musculoskeletal Pada Petani Pemetik Cengkih Dikabupaten Minahasa Selatan. eBiomedik,Vol 8 No1, pp 144-149.
Canadian Center for Occupational Health and Safety. 2016. Work Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs). http://www.ccohs.ca/oshanswers/diseases/rmirsi.html. [diakses tanggal 15 Januari 2022].
Cecep, Ds., 2014. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Penerbit Goysing Publishing. Yogyakarta
Ehsan Houshya, In-Ju Kim., 2018. Understanding musculoskeletal disorders among Iranian apple harvesting laborers: Ergonomic and stop watch time studies. New York : Elsevier B.V.
Helmina, H.,et al., 2019. Hubungan Umur, Jenis Kelamin, Masa Kerja dan Kebiasaan Olahraga dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Perawat.CNJ:Caring NursingJournal
Hasanah, M., & Winarko, W. (2019). Pengaruh Postur Kerja Terhadap Keluhan Muskuloskeletal. GEMA Lingkungan Kesehatan, 17(1), 14-19.
Marinawati. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan denganXkeluhan muskuloskeletal padakokpekerja pemanen kelapa sawitu di Desa Rantau Kecamatan RasauK Kabupaten Tanjung JabungN Timur. Jurnal Stikes Prima, 5(2).
Malene Jagd Svendsen .,et al., 2020. Expert panel survey among occupational health and safety professionals in Denmark for prevention and handling of musculoskeletal disorders at workplaces.Denmark : Elsevier Ltd.
NIOSH, 1997.Musculoskeletal Disorders and Workplace Factors: A critical Review of epidemiologic evidencefor work related Musculoskeletal Disorders .NIOSH: Centers for di sease control and prevention
OSHA. 2000. OSH in Figures: Work-Related Musculoskletal Disorders in theEU–Factsand Figures. Luxembourg: Europe an Agency for Safety and Health at Work.
Ramdan, I. M., & Laksono, T. B. (2012). Determinan keluhan muskuloskeletal pada pekerja wanita.Jurnal kesehatan Masyarakat Nasional. Vol 7 No 4, 170-172.








