Gambaran Karakteristik Orang Tua Anak Balita Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pekkae

Authors

  • Nurul Annisa Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Andi Nurlinda Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Arman Arman Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jmch.v3i4.1140

Keywords:

Stunting, Karakteristik Orang Tua

Abstract

Latar Belakang: Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik balita stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pekkae.

Metode: Metode cross-sectional study dengan jumlah 30 responden. Analisis univariate dengan SPSS 21.0.

Hasil: Mayoritas balita dengan stunting dari keluarga dengan ekonomi kebawah.

References

Abadi, M. T., & Abral, A. (2020). Pathogenesis of Dental Caries in Stunting. Jurnal Kesehatan Gigi, 7(1), 1–4. https://doi.org/10.31983/jkg.v7i1.5383

Afifah, N. (2018). Hubungan Tingkat Stres Dan Kualitas Tidur Dengan Status Gizi Pada Remaja Di SMA Negeri 1 Pinrang.

Afriyani, L., Hidayah, W., Lestari, P., Suharti, & Husna, I. W. (2021). Hubungan Pelayanan Baby Massage Pada Balita Terhadap Kualitas Dan Kuatitas Tidur Pada Balita Di Desa Sumbertlaseh. 2(1996), 6.

Alif, Y., Utama, K., & Rukismono, M. (2018). SINGKONG-MAN SINGKONG-MAN.

Alza, Y., & Novita, L. (2021). Perbedaan Durasi Tidur dan Asupan Makan pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia Sekolah. Jurnal Kesehatan, 12(1), 133. https://doi.org/10.26630/jk.v12i1.2411

Andi Maryam, Rahmawati, Andi Elis, Lismayana, Y. (2021). Peningkatan Gizi Anak Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pembuatan Mp-Asi Berbahan Ikan. Jurnal Masyarakat Mandiri, 5(3), 901–907.

Anggraeni, E., Palupi, M., & Trisnagati, R. (2020). Perubahan Status Gizi Balita Dengan Akupresur Selama Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan Pada Balita. Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal), 5(2), 75. https://doi.org/10.32807/jgp.v5i2.196

Anggreni, D., & Wardini, S. (2013). Kebutuhan Dasar Manusia. How Languages Are Learned, 12, 27–40.

Anwar, A. J. (2018). STUDI MUTU PETIS UDANG REBON (Acetes erythraeus) DENGAN PENAMBAHAN JUMLAH GARAM YANG BERBEDA. 7, 1–25.

Ardiansyah, M. S., Orthodonsi, B., Studi, P., Gigi, K., & Kedokteran, F. (2010). Pengaruh Air Susu Ibu terhadap Derajat Keasaman ( pH ) Saliva Bayi ( In Vitro ) The Influence of Breast Milk on The Degree of Acidity ( pH ) of Saliva a Baby ( In Vitro ). Mutiara Medika, 10(2), 143.

Arpa, S., & Jubhari, E. H. (2017). Sifat saliva dan hubungan dengan pmakaian gigi tiruan lepasan. Makassar Dental J, 6(2), 78–82.

Arum, A. P. (2018). Teknologi Pembuatan Kerupuk Berbasis Singkong Di Posdaya Muslimatan Ar-Rahman Desa Candijati Kabupaten Jember Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan. Warta Pengabdian, 12(2), 282. https://doi.org/10.19184/wrtp.v12i2.7802

Asmadi. (2008). Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien.

Candra, A. (2020). Pencegahan dan Penanggulangan Stunting. In Epidemiologi Stunting. https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awrxw_53QaJhPmUA3w_LQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzQEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1638052344/RO=10/RU=http://eprints.undip.ac.id/80670/1/Buku_EPIDEMIOLOGI_STUNTING_KOMPLIT.pdf/RK=2/RS=BFSY8aq0Lx1bha7MtII8PgwQwYU-

Cheng, W., & Sekartini, R. (2014). Hubungan Status Gizi, Asupan Besi, dan Magnesium dengan Gangguan Tidur Anak Usia 5-7 Tahun di Kampung Melayu, Jakarta Timur Tahun 2012. eJournal Kedokteran Indonesia, 2(2), 7–12. https://doi.org/10.23886/ejki.2.4012.

Dhiyas, A., & Rustanti, ninik. (2016). PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP SERAT PANGAN, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN TOTAL ENERGI PADA FLAKES “KUMO.” 4(Jilid 5), 360–367.

Dian yuliawati darwis. (2017). Status Gizi Balita. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara 2016.

Fadillah, N. A. (2021). ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6 BULAN – 23 BULAN DI PUSKESMAS PEKKAE KECAMATAN TANETE RILAU KABUPATEN BARRU TAHUN 2020. 6.

Finarshy, R. (2019). Hubungan Pola Asuh Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Kota Makassar.

Gobel, R. Van, Naiu, A. S., & Yusuf, N. (2016). Formulasi Cookies Udang Rebon. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 4(3), 107–112.

Hafid, F. (2015). Faktor Risiko Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan Di Kecamatan Bontomaramba Kabupaten Jeneponto.

Hasim, Falah, S., & Dewi, L. K. (2016). Effect of Boiled Cassava Leaves (Manihot esculenta Crantz) on Total Phenolic, Flavonoid and its Antioxidant Activity. Current Biochemistry, 3(3), 116–127. https://journal.ipb.ac.id/index.php/cbj/article/view/21149

Hastuti, A. R., & Afifah, D. N. (2019). Analisis Aktivitas Antioksidan, Analisis Kandungan Gizi, Uji Organoleptik Snack Bar Sesame Seed Dan Tepung Labu Kuning Sebagai Alternatif Makanan Selingan Dengan Tinggi Antioksidan. Journal of Nutrition College, 8(4), 219–230. https://doi.org/10.14710/jnc.v8i4.25835

Hernianti, Nurlinda, A., & Sumiaty. (2021). Kerupuk Singkong Ebi Biji Labu Kuning terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Soppeng. Window of Public Health Journal, 01(04), 327–332. https://doi.org/10.33096/woph.v1i4.163

Hutbarat, K. K. (2019). GAMBARAN PH SALIVA TERHADAP KONSUMSI MINUMAN BERSODA DAN TIDAK BERSODA PADA SISWA/i SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 26 MEDAN, KECAMATAN MEDAN – BELAWAN.

Indriana, T. (2011). Perbedaan Laju Aliran Saliva dan pH karena Pengaruh Stimulus Kimiawi dan Mekanis. J. Kedokt Meditek, 17(44), 1–5. http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/

Ircham, Machfoedz. (2008). Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak-anak dan Ibu Hamil (4th ed.). Fitramaya.

Jannah, M., Afriwardi, & Hidayati. (2013). Perbedaan Ph Saliva Antara Berkumur Dan Tanpa Berkumur Air Putih Setelah Mengunyah Makanan. Andalas Dental Journal, 67–77. https://doi.org/10.25077/adj.v4i1.50

Jelita Hotma Asy Simanjuntak, Herlina, B. (2015). Hubungan Kualitas Tidur Terhadap Terjadinya Wasting Pada Anak Usia Sekolah. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau, 4–8.

Kasuma, N. (2015). Fisiologi dan Patologi Saliva. Andalas University Pres.

Kencana, C. M. (2018). PERCEPATAN WAKTU KENAIKAN PH SALIVA SETELAH KONSUMSI BISKUIT BERBAHAN DASAR UBI UNGU Karya Tulis Ilmiah.

Khasanah, T. A., & Mumpuni, C. E. (2021). Pengaruh Formulasi Tepung Ikan Haruan, Tepung Buah Dan Biji Labu Kuning Pada Biskuit Terhadap Kandungan Gizi Dan Daya Terima. Journal of Nutrition College, 10(1), 1–9. https://doi.org/10.14710/jnc.v10i1.28486

Kusumawardani, C., Leman, M. A., & Mintjelungan, C. N. (2017). Pengaruh air kelapa terhadap peningkatan pH saliva. E-GIGI, 5(1). https://doi.org/10.35790/eg.5.1.2017.14781

Lutfi, A., Flora, R., Idris, H., & Zulkarnain, M. (2021). Hubungan Stunting dengan Tingkat Keparahan Karies Gigi pada Anak Usia 10-12 Tahun di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 10(2), 426. https://doi.org/10.36565/jab.v10i2.395

Mayasari, D. R. (2014). ( Cucurbita moschata ) TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL. 1–20.

Munadirah, M., & Saleh, M. (2019). Perbedaan Ph Saliva Sebelum Dan Sesudah Konsumsi Nasi Dan Singkong Pada Mahasiswa Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Makassar. Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar, 18(2), 16–21. https://doi.org/10.32382/mkg.v18i2.1254

Musfirah, N., Samsualam, & Nurlinda, A. (2021). Pengaruh Konsumsi Keripik Singkong Ebi Terhadap Kadar Glukosa Dan Kualitas Tidur Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Tompobulu Kabupaten Maros. Journal of Muslim Community Health, 2(2), 112–120. file:///C:/Users/hp/Downloads/510-Article Text-2144-1-10-20210515.pdf

Ningsih, H. Y., & Agustin, T. P. (2019). Gambaran Ph Saliva Pada Anak Usia 5-10 Tahun (Kajian Pada Pasien Anak Di Klinik Pedodonsia Fkg Usakti). Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu, 1(1), 40–44. https://doi.org/10.25105/jkgt.v1i1.5149

Norsanti, N. (2021). EFEKTIVITAS PROGRAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KECAMATAN BATUMANDI KABUPATEN BALANGAN (Studi Kasus Pada Desa Mampari dan Desa Banua Hanyar). Jurnal Administrasi Publik Dan Pembangunan, 3(1), 10. https://doi.org/10.20527/jpp.v3i1.3825

Notoadmodjo, S. (2018). Metode Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.

Nurjanah, M. S. (2022). GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UBUD I TAHUN 2022. הארץ, 8.5.2017, 2003–2005.

Nurlinda, A., Sumiaty, & Hernianti. (2020). Pengaruh Konsumsi Kerupuk Singkong Ebi Biji Labu Kuning Terhadap Kebugaran Mahasiswa Soppeng Tahun 2020. 3, 230–236.

Downloads

Published

2022-11-07

How to Cite

Nurul Annisa, Andi Nurlinda, & Arman, A. (2022). Gambaran Karakteristik Orang Tua Anak Balita Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pekkae. Journal of Muslim Community Health, 4(3), 157–164. https://doi.org/10.52103/jmch.v3i4.1140

Issue

Section

Articles