Karakteristik Balita Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pakkae Kabupaten Barru

Authors

  • Nursyamsi Nursyamsi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Andi Nurlinda Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Muhammad Ikhtiar Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jmch.v4i3.1141

Keywords:

Balita Stunting, Karakteristik

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik balita stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pekkae. Metode cross-sectional study dengan jumlah 32 responden. Analisis univariate dengan SPSS 21.0.

References

Abdullah, Y. A., Nurlinda, A., Septiyanti., Alwi. M. k., Abbas, H. H. (2021). Konsumsi Kerupuk Singkong Ebi dapat Mempengaruhi Kadar Hemoglobin pada Mahasiswi. Window of Public Health Journal. 2(3). 1163-1169. http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/woph2303

Afriansyah, A., Fikrinnisa, R. (2018). Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Pencegahan Gizi Kurang pada Balita di Puskesmas Paal V Kota Jambi Tahun 2015. Scientia Journal, 7(2), 160–166.

Arsyad, N. A., Asrina, A., & Nurlinda, A. (2020). Konsumsi kripik singkong ebi terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil Kota Bau-Bau. Journal of Muslim Community Health, 1(3), 111–112. https://doi.org/10.52103/jmch.v1i3.259

Arfiani, Nurlinda, A., & Idris, F. P. (2020). Pengaruh komsumsi kripik singkong ebi terhadap tekanan darah pada ibu hamil hipertensi Kabupaten Maros tahun 2020. Journal of Muslim Community Health, 1(1), 60–71. https://doi.org/10.52103/jmch.v1i1.521

Astutik, Rahfiludin, M. Z., & Aruben, R. (2018). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan (Studi Kasus di Wilayah Puskesmas Gabus II Kabupaten Pati Tahun 2017). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 409-418.

Aritonang, Irianton. 2013. Memantau dan Menilai Status Gizi Anak.Yohyakarta : Leutika Books.

Adzani, F. (2022). Pentingnya Mengenal LILA (Lingkar Lengan Atas) untuk Mengukur Status Gizi Bayi. https://www.sehatq.com/artikel/pentingnya-mengenal-lila-lingkar-lengan-atas-untuk-mengukur-status-gizi-bayi

Banudi, L., Anasiru, M. A., Petrus, & Leksono, P. (2017). Formulasi bagea berbahan ekstrak tepung singkong dan gonad diadema setosum (Sea urchins) sebagai makanan alternatif pada ibu hamil. Health Information: Jurnal Penelitian, 9(2), 18–27. https://doi.org/10.36990/hijp.v9i2.71

Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2018). Penanganan Stunting Terpadu Tahun 2018. Jakarta: Kementerian Keuangan.

Elien, W., Agung. (2020) Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada nak usia 6-59 bulan di RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, Indonesia tahun 2019. Intisari Sains Medis, 11(1). 75-80.

Erty Suksesty, C. (2020). Efektifitas Program Pemberian Makanan Tambahan Menggunakan Kombinasi Jus Kacang Hijau Dan Telur Ayam Rebus Terhadap Perubahan Status Gizi Stunting Di Kabupaten Pandeglang. Jurnal IMJ: Indonesia Midwifery Journal, 3(2), 35–41.

Fajriyah, I., Ilmi., I. M. B., (2020). Karakteristik Kimia dan Sensoris Kerupuk Pasir Keong Sawah (Pilla Ampullacea) sebagai Cemila Sehat Sumber Protein. Ghidza : Jurnal Gizi dan Kesehatan. 4(2). 2016-215

Fredlina, J., Malik, R. (2018). Hubungan Status Gizi terhadap Anemia pada Balita di Kelurahan Tomang Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat Periode Januari 2015. Tarumanegara Medical Journal. 1(1). 110-115.

Faiqah R, Irmayani (2018) Hubungan usia, jenis kelamin dan berat badan lahir dengan kejadian anemia pada balita di indonesia Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 21(4).281-9

Gumilang, L., Nurlaelasari, D., Dhamayanti, M., Judistiani, T. D., Martini, N., Pramatirta, A. Y. (2021). Gambaran Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Balita. Jurnal Kebidanan Malahayati. 7(4). 681-687

Harita, K. M. (2018). Perbedaan Asupan FE dan Kadar HB Anak Gizi Kurang Usia 12-59 Bulan Sebelum dan Sesudah di Intervensi Cookies Tepung Daun Kelor di Wilayah Kerja Puskesmas Petumbukan. Politeknik Kesehatan Medan Jurusan Gizi. Program Studi Diploma IV.

Hasanah. F. 2018. Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Daya Tahan Kardiovaskular pada Atlet FIK Universitas Negeri Makassar. Journal Olahraga dan Kesehatan. 1-16

Ina, A. S., Yulifah, R., Susmini. (2018). Hubungan Ukuran Lingkar Lengan Atas dengan Kejadian Anemia pada Mahasiswa di Asrama Putri Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. 3(3).

Istiany., Ari., Rusilanti. (2013). Gizi Terapan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Iskandar. (2017). Pengaruh pemberian makanan tambahan modifikasi terhadap status gizi balita. AcTion : Aceh Nutrition Journal. 2(2).120-125.http://doi.org/10.30867/action.v2i2.65

Kartika, H. H., Akhmad, D., Primadi, A. (2019). Perbandingan Kadar Hemoglobin pada Bayi yang Diberikan Makanan Pendamping ASI Buatan Pabrik dengan Buatan Rumahan. 20(5)

Kemenkes. (2018) Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: balitbang kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2017a). Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan (balita-ibu hamil-anak sekolah). Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2018). Hasil utama RISKESDAS 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. https://www.kemkes.go.id

Kemenkes RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 28 tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.

Kusudaryati, D. P. D., Prananingrum, R. (2018). Hubungan Asupan Protein dan Status Gizi dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia. 16(1). Website: ejournal@stikespku.ac.id

Lisyanto. (2019). Rekayasa Bahan Makanan Dari Singkong Dalam Mensejahterakan Perekonomian Masyarakat Di Kabupaten Labuhan Batu Utara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 25(3), 172. https://doi.org/10.24114/jpkm.v25i3.15396

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Nurmaliza., Herlina, S. (2019). Hubungan Pengetahuan dan Pendidikan Ibu Terhadap Status Gizi BALITA. Jurnal Kesmas Asclepius, 1(2), 106–115.

Pratiwi, H. A. (2016). Gambaran Status Gizi Balita Berdasarkan Antropometri di Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Tahun 2016. Program Studi Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Rahmah, H. (2022). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis di Wilayah Kerja Puskesmas Tanasitolo Kabupaten Wajo. Program Megister Kesehatan Masyarakat. Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia.

Rahayu, D. K., Asih, E. R., & Arsil, Y. (2019). Pemanfaatan udang kering (ebi) dalam pembuatan nugget tempe. Jurnal Proteksi Kesehatan, 7(2), 87–93. https://doi.org/10.36929/jpk.v7i2.139

Roziqo, I. K., Nuryanto. (2016). Hubungan Asupan Protein, Zat Besi, Vitamin C dan Seng dengan Kadar Hemoglobin pada Balita Stunting. 5(4). 419-427. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnc

Downloads

Published

2022-10-11

How to Cite

Nursyamsi, N., Andi Nurlinda, & Muhammad Ikhtiar. (2022). Karakteristik Balita Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pakkae Kabupaten Barru. Journal of Muslim Community Health, 4(3), 165–175. https://doi.org/10.52103/jmch.v4i3.1141

Issue

Section

Articles