Faktor Risiko Kejadian Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Malangke Barat Kec. Malangke Barat kab. Luwu Utara tahun 2022

Authors

  • Muhammad Sarwin UPT Puskesmas Malangke Barat Kab. Luwu Utara
  • Arman Arman Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Fatma Afrianty Gobel Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jmch.v4i2.1146

Keywords:

Skizofrenia, Faktor risiko Skizofrenia

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu jenis penyakit atau gangguan kejiwaan yang serius atau gagguan mental kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup manusia. Penderita Skizofrenia   mengalami halusinasi, pikiran tidak logis, waham yang menyebabkan  mereka  berperilaku  agresif,  dan  sering  berteriak-teriak histeris. Walaupun gejala  pada  setiap  penderita  bisa berbeda,  tetapi  secara kasat mata perilaku penderita Skizofrenia berlainan dengan orang normal. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Skizofrenia antara lain faktor internal (riwayat pekerjaan); faktor eksternal (penyakit penyerta, Riwayat konsumsi obat); faktor psikososial (riwayat Trauma dan gagal mencapai cita–cita). Tujuan penelitian Untuk  menganalisis faktor risiko kejadian Skizofrenia   di Wilayah kerja Puskesmas Malangke Barat Kec. Malangke Barat Kab. Luwu Utara.

Rancangan penelitian yang digunakan Case Control Study, dengan total sampel sebanyak 50 responden kasus dan 50 respondenkontrol. Teknik Sampling yang digunakan pada penelitian kuantitatif ini ialah Total Sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat menggunakan uji Chi Square, dan multivariat  menggunakan  regresi  logistik.  Penelitian  dilaksanakan  pada  01-30 September 2022.

Hasil  Penelitian menunjukan  bahwa  Faktor  risiko  yang  hubungan  dengan kejadian skizofrenia di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara yaitu riwayat konsumsi NAPZA (p value=0,002 nilai OR=2,220, 95% CI =1,769–2,785), riwayat Kegagalan mencapai cita-cita (p value=0,041 nilai OR=2,007,95% CI = 1,694–2,571) dan riwayat trauma (p value=0,000 nilai OR=51,000, 95% CI= 10,997– 238,523) Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian skizofrenia yaitu riwayat pekerjaan (p value=0,145 nilai OR=2,020, 95% CI = 0,879– 4,645) dan riwayat penyakit (p value=0,308 nilai OR=1,490, 95% CI = 0,184–1,433). Hasil uji Multivariat dengan metode regresi logistik menunjukkan faktor risiko yang paling berpengaruh adalah riwayat trauma.

Kesimpulan (1) riwayat pekerjaan tidak berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (2) riwayat penyakit tidak berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (3) riwayat konsumsi NAPZA berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (4) riwayat Kegagalan mencapai cita-cita berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (5) riwayat trauma paling berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia.

References

Ali, N. A. M., Yusof, F. and Aziz, S. (2019) ‘Faktor-faktor penyebab penyakit skizofrenia: satu kajian kes’, Jurnal Sains Sosial: Malaysian Journal of Social Sciences, 4(1), pp. 68–79.

Arikunto, S. (2010) Prosedur penelitian Suatu pendekatan Praktis. JAKARTA: Rineka Cipta.

Dwianggimawati, M. S., Sutrisno, S. and Karina, Z. (2020) ‘Risk Factors of Schizophrenia in Campurdarat Public Health Center Tulungagung District’, in The 2nd Strada International Conference on Health, pp. 198–206.

Fausiah, F. (2008) Psikologi Abnormal klinis Dewasa. JAKARTA: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI-Press).

Hawari, D. (2012) Pendekatan Holistik Bio-Psiko-Sosial- Spiritual (Skizofrenia). Tiga. JAKARTA: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Hermiati, D. and Harahap, R. M. (2018) ‘Faktor yang Berhubungan dengan Kasus Skizofrenia’, Jurnal Keperawatan Silampari, 1(2), pp. 78–92.

Indrayani, Y. A. and Wahyudi, T. (2019) Infodatin Situasi Kesehatan Jiwa di Indonesia. JAKARTA: PUSAT DATA DAN INFORMASI KEMENKES RI.

Kementerian Kesehatan, I. (2019) Riskesdas 2018. Pertama. JAKARTA: Badan penelitian dan Pengembangan kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Kusumawardhani et al. (2017) Buku Ajar Psikiatri. Ketiga. Edited by S. D. Elvira. JAKARTA: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Luwu Utara, D. (2021) Profil Kesehatan Kabupaten Luwu Utara Tahun 2020. Masamba.

Maramis, W. F. and Maramis, A. A. (2009) Catatan Ilmu kedokteran Jiwa. Kedua. Surabaya: Airlangga University Press.

Masriadi, Alfina and Samsualam (2021) Metodologi penelitian (Kesehatan kedokteran dan Keperawatan). Pertama. JAKARTA: Trans Info Media.

Notoatmodjo, P. D. S. (2010) Metodologi Penelitian Kesehatan. JAKARTA: Rineka Cipta.

Prabowo, E. (2014) Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: Nuha Medika.

Prihananto, D. I. (2018) ‘Faktor Somatogenik, Psikogenik, Sosiogenik yang Merupakan Faktor Risiko Kejadian Skizofrenia Usia< 25 Tahun (Studi di Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo)’, Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas (JEKK), 3(2), pp. 69–80.

Sadock, B. J., Sadock, V. A. and Ruiz, P. (2015) KAPLAN & SADOCK’S Synopsis of Psychiatry Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry. Elevent. New York: Wollters Kluwer.

Stilo, S. A. and Murray, R. M. (2022) ‘The epidemology of schizophrenia: replacing dogma with knowledge’, Dialogues in clinical neuroscience.

Stuart, G. W. (2013) Principles and Practice of Psychiatric Nursing. 10th edn. St Louis, Missouri: Elsevier.

Sudarmono, S. et al. (2018) ‘Faktor Risiko Kejadian Skizofrenia di Rumah Sakit Madani Palu’, Jurnal Kolaboratif Sains, 1(1).

Sugiyono, P. (2013) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: CV. Alfabeta.

Sulsel, D. P. (2021) ‘Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan’.

Syahputra, E. et al. (2021) ‘DETERMINAN PENINGKATAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI KOTA LANGSA’, JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE, 7(2), pp. 1455–1469.

Vizhub.healthdata.org (2022) VizHub - GBD Results Skizohrenia. Available at: https://vizhub.healthdata.org/gbd-results/ (Accessed: 14 August 2022).

WHO (2022) Schizophrenia. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/schizophrenia (Accessed: 7 June 2022).

Yoseph, I., Puspowati, N. L. N. S. and Sriati, A. (2009) ‘Pengalaman traumatik penyebab gangguan jiwa (skizofrenia) pasien di Rumah Sakit Jiwa Cimahi’, Majalah Kedokteran Bandung, 41(4).

Yustiana, A. V. and Aryani, L. N. A. (2019) ‘Gangguan psikotik akibat penggunaan ganja (cannabis): studi kasus’, Medicina, 50(2), pp. 400–403.

Zahnia, S. and Sumekar, D. W. (2016) ‘Kajian epidemiologis skizofrenia’, Jurnal Majority, 5(4), pp. 160–166.

Downloads

Published

2022-10-11

How to Cite

Muhammad Sarwin, Arman, A., & Gobel, F. A. (2022). Faktor Risiko Kejadian Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Malangke Barat Kec. Malangke Barat kab. Luwu Utara tahun 2022 . Journal of Muslim Community Health, 4(2), 183–192. https://doi.org/10.52103/jmch.v4i2.1146

Issue

Section

Articles