Faktor Risiko Kejadian Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Malangke Barat Kec. Malangke Barat kab. Luwu Utara tahun 2022
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v4i3.1150Keywords:
Skizofrenia, Faktor risiko SkizofreniaAbstract
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan salah satu jenis penyakit atau gangguan kejiwaan yang serius atau gagguan mental kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup manusia. Penderita Skizofrenia mengalami halusinasi, pikiran tidak logis, waham yang menyebabkan mereka berperilaku agresif, dan sering berteriak-teriak histeris. Walaupun gejala pada setiap penderita bisa berbeda, tetapi secara kasat mata perilaku penderita Skizofrenia berlainan dengan orang normal. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Skizofrenia antara lain faktor internal (jenis kelamin, Umur, Riwayat Keluarga dan riwayat pekerjaan); faktor eksternal (penyakit penyerta, Riwayat konsumsi obat); faktor psikososial (riwayat Trauma dan gagal mencapai cita–cita). Tujuan penelitian Untuk menganalisis faktor risiko kejadian Skizofrenia di Wilayah kerja Puskesmas Malangke Barat Kec. Malangke Barat Kab. Luwu Utara.
Metode: Rancangan penelitian yang digunakan Case Control Study, dengan total sampel sebanyak 50 responden kasus dan 50 respondenkontrol. Teknik Sampling yang digunakan pada penelitian kuantitatif ini ialah Total Sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat menggunakan uji Chi Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Penelitian dilaksanakan pada 01-30 September 2022.
Hasil: Penelitian menunjukan bahwa Faktor risiko yang hubungan dengan kejadian skizofrenia di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara yaitu Umur (p value=0,000 nilai OR 79,947, 95% CI = 10,184 – 627,623), dan riwayat status perkawinan (p value=0,002 nilai OR=4,472, 95% CI = 1,749-11,423), Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian skizofrenia yaitu riwayat pekerjaan (p value=0,145 nilai OR=2,020, 95% CI = 0,879– 4,645), jenis kelamin (p value=0,162) nilai OR=1,097, 95% CI = 0,862–4,220) dan Riwayat keluarga (p value=0,504 nilai OR=1,490, 95% CI=0,618-3,592) Hasil uji Multivariat dengan metode regresi logistik menunjukkan faktor risiko yang paling berpengaruh adalah varible umur.
Kesimpulan: (1) riwayat pekerjaan tidak berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (2) jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (3) Riwayat keluarga tidak berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (4) Status Perkawinan berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia (5) Umur paling berpengaruh terhadap kejadian Skizofrenia.
References
Arikunto, S. (2010) Prosedur penelitian Suatu pendekatan Praktis. JAKARTA: Rineka Cipta.
Andria Pragholapati, Tantan Hadiansyah (2020) Kecemasan Keluarga Dalam Merawat Klien Skizofrenia. Bandung, Jurnal Akper Dustira, Universitas Pendidikan Indonesia, 7(2), 25-29.
Dammak M. Treatment-resistant schizophrenia: prevalence and risk factor. Dalam: Woolfolk R, Allen L, editors. Mental disorders-theoretical and empirical perspectives. Croatia: InTech. 2013; p.1-22.
Fausiah, F. (2008) Psikologi Abnormal klinis Dewasa. JAKARTA: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI-Press).
Fahrul MA, Faustine I. Rasionalitas penggunaan antipsikotik pada pasien skizofrenia di Instalasi Rawat Inap Jiwa RSD Madani Provinsi Sulawesi Tengah periode Januari-April 2014. Online Jurnal of Natural Science. 2014; 3(2): p.18-9.
Hawari, D. (2012) Pendekatan Holistik Bio-Psiko-Sosial- Spiritual (Skizofrenia). Tiga. JAKARTA: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Handayani L, Febriani, Rahmadani A, Saufi A. Faktor risiko kejadian skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Humanitas. 2016;13(2): p.141- 3.
Hermiati, D. and Harahap, R. M. (2018) ‘Faktor yang Berhubungan dengan Kasus Skizofrenia’, Jurnal Keperawatan Silampari, 1(2), pp. 78–92.
Indrayani, Y. A. and Wahyudi, T. (2019) Infodatin Situasi Kesehatan Jiwa di Indonesia. JAKARTA: PUSAT DATA DAN INFORMASI KEMENKES RI.
Indian Health Portal. Prognostic factors in schoziphrenia.2017; Available from: URL: http://www.aarogya.com/supportgroups/ schizophrenia/prognosticfactors-in-schizophrenia.html.
Kementerian Kesehatan, I. (2019) Riskesdas 2018. Pertama. JAKARTA: Badan penelitian dan Pengembangan kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Kusumawardhani et al. (2017) Buku Ajar Psikiatri. Ketiga. Edited by S. D. Elvira. JAKARTA: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Lesmanawati DAS. Dalam: Novitayani S. Karakteristik pasien skizofrenia dengan riwayat rehospitalisasi. Idea Nursing Journal.2016;7(2):p.24-6.
Maramis, W. F. and Maramis, A. A. (2009) Catatan Ilmu kedokteran Jiwa. Kedua. Surabaya: Airlangga University Press.
hMasriadi, Alfina and Samsualam (2021) Metodologi penelitian (Kesehatan kedokteran dan Keperawatan). Pertama. JAKARTA: Trans Info Media.
Notoatmodjo, P. D. S. (2010) Metodologi Penelitian Kesehatan. JAKARTA: Rineka Cipta.
Prabowo, E. (2014) Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: Nuha Medika.
Sadock, B. J., Sadock, V. A. and Ruiz, P. (2015) KAPLAN & SADOCK’S Synopsis of Psychiatry Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry. Elevent. New York: Wollters Kluwer.
Simona A. Stilo & Robin M. Murray (2010) The epidemology of schizophrenia: replacing dogma with knowledge, Dialogues in Clinical Neuroscience, 2:3, 305-315,
Skizofrenia. Dalam: Sadock BJ, Sadock VA. Kaplan & Sadock buku ajar psikiatri klinis. Edisi 2. Jakarta: EGC; 2010; p.147-68.
Stilo, S. A. and Murray, R. M. (2022) ‘The epidemology of schizophrenia: replacing dogma with knowledge’, Dialogues in clinical neuroscience.
Stuart, G. W. (2013) Principles and Practice of Psychiatric Nursing. 10th edn. St Louis, Missouri: Elsevier.
Sudarmono, S. et al. (2018) ‘Faktor Risiko Kejadian Skizofrenia di Rumah Sakit Madani Palu’, Jurnal Kolaboratif Sains, 1(1).
Sugiyono, P. (2013) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: CV. Alfabeta.
Sulsel, D. P. (2021) ‘Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan’.
WHO (2022) Schizophrenia. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sSheets/detail/schizophrenia (Accessed: 7 June 2022).
Willy F. Maramis,Albert A Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa,Edisi 2.
Yustiana, A. V. and Aryani, L. N. A. (2019) ‘Gangguan psikotik akibat penggunaan ganja (cannabis): studi kasus’, Medicina, 50(2), pp. 400–403.
Zahnia, S. and Sumekar, D. W. (2016) ‘Kajian epidemiologis skizofrenia’, Jurnal Majority, 5(4), pp. 160–166.
Zahnia S, Sumekar DW. Kajian epidemiologis skizofrenia. Majority. 2016;5(4): p.161-2.








