Hubungan Budaya Keselamatan Pasien dengan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien oleh Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar

Authors

  • Karmila Karmila RSUD Kab. Muna
  • Suharni Suharni Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Muhammad Kidri Alwi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jmch.v4i1.1153

Keywords:

Budaya Keselamatan, Pelaporan Insiden, Perawat

Abstract

Latar Belakang: Budaya keselamatan pasien dapat menjadi pondasi utama dalam menuju upaya mewujudkan keselamatan pasien secara keseluruhan. Insiden keselamatan pasien (IKP) masih menjadi masalah utama di rumah sakit dimana berbagai macam pelayanan memiliki resiko yang mengancam keselamatan pasien. Untuk itu setiap insiden perlu dicatat dan dilaporkan sekecil apapun insiden tersebut yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan budaya keselamatan pasien dengan pelaporan insiden keselamatan pasien di instalasi rawat Inap Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian cross sectional study. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lembar Observasi oleh peneliti. Sampel penelitian berjumlah 83 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan total sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Uji hubungan dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α < 0,05.

Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan pasien ρ = 0,009< α = 0,05, harapan atasan/menejemen berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan pasien ρ = 0,002< α = 0,05, organisasi pembelajaran – perbaikan berkelanjutan berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan pasien ρ = 0,045< α = 0,05, kerjasama dalam unit rumah sakit berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan ρ = 0,009< α = 0,05, umpan balik komunikasi berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan ρ = 0,045< α = 0,05, respon tidak menghukum berhubungan dengan pelaporan insiden keselamatan ρ = 0,002< α = 0,05. Variabel budaya keselamatan berhubungan signifikan dengan pelaporan insiden keselamatan pasien dirumah sakit.

 Kesimpulan:  Ada hubungan yang bermakna antara budaya keselamatan pasien dengan pelaporan insiden keselamatan pasien oleh perawat.

References

Agustina Pujilestari, A. M. (2014). Budaya Keselamatan Pasien di Instalasi Rawat Inap RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar. Jurnal MKMI.

Bernadeta Dece Harus, A. S. (2015). Pengetahuan Perawat Tentang Keselamatan Pasien Dengan Pelaksanaan Prosedur Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KPRS) di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Jurnal CARE, Vol. 3, No. 1, 2015 , 28-31.

Brown, D. S. (2013). Safety Culture Relationships with Hospital Nursing Sensitive Metrics. Journal for Healthcare Quality, 61-74.

Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (Edisi 4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dewi Anggraeni, A. M. (2016). Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien terhadap Sikap Melaporkan Insiden pada Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen. Jurnal Aplikasi Manejemen Vol 14 No 2.

DepKes RI. (2008). Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit ( Pasien Safety). Jakarta: Bakti Husada.

DepKes, R. (2006). Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit.

Evie Sulahyuningsih, D. T. (2017). Analysis of Patient Safety Management in Committee for Quality Improvement and Patient Safety at Sumbawa Hospital, West Nusa Tenggara. Journal of Health Policy and Management, 5-6.

Fadilah, C. (2019). “Hubungan Budaya Keselamatan Pasien dengan Pelaksanaan Pelayanan Keselamatan Pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Universitas umatera Utara Tahun 2019.

Hadi, I. (2017). Buku Ajar Menejemen Keselamatan Pasien. Yogyakarta: Deepublish.

Helena Napitupulu, S. E. (2016). Analisis Budaya Keselamatan Pasien Dengan Pendekatan Institute For Healthcare Improvement Ditinjau Dari Aspek Organisasi Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr Amino Gondohutomo Semarang Tahun 2016. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Heriyati, M. F.-H. (2019). Budaya Keselamatan Pasien Rumah Sakit Umum Daerah Majene . Window of Health : Jurnal Kesehatan, Vol. 2 No. 3 (Juli, 2019) : 194-205 , 201-202.

Ismainar, H. (2019). Keselamatan Pasien di Rumah Sakit. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Jian-Fei Xi, S.-Q. D.-Q.-N.-X.-F.-N.-d. (2017). A Safety Culture Training Program Enhanced the Perceptions of Patient Safety Culture of Nurse Managers. Nurse Educ Pract.

Joanne Campione, T. F. (2018). Promising Practices for Improving Hospital Patient Safety Culture. Joint Commission Journal on Quality and Patient Safety.

KARS. (2017). Afektif. 1 Januari 2018.

Kemuliaan, L. K. (2015). Panduan Kurikulum Keselamatan Pasien Edisi Multi-Profesional. Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Kusumapradja, R. (2017). Analisis Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Forum Ilmiah Volume 14 No. 2.

Luigi Macchi, E. P. (2011). Patient Safety Managements. Finland: VTT.

Mauritz. (2018). Pengaruh Faktor Organisasi Terhadap Maturitas Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit A.M Parikesit Tenggarong Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim.

Medicine, I. o. (2000). To Err is Human: Building a Safer Health System.

Najihah. (2018). Budaya Keselamatan Pasien dan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit : Literatur Review. Jurnal Of Islamic Nursing Volume 3 Nomor 1.

Nanda Hani Juniarti, A. A. (2017). Penerapan Standar Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Kesehatan, 2-3.

Nurmalia, D. &. (2016). Management Functions in the Implementation of Mentoring. Media Medika Muda: Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/22191/ .

Permenkes RI Nomor 11 Tahun 2017. (t.thn.). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Pujilestari, A. (2014). Gambaran Budaya Keselamatan Pasien Oleh Perawat Dalam Melakanakan Pelayan di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. JURNAL MKMI.

R Flin, C. B. (2006). Measuring safety climate in health care. Quality and Safety in Health Care Vol. 15, 109-115

Republik Indonesia. (2009). Undang Undang RI No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.

Satrianegara, M. F. (2014). Organisasi dan Menejemen Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Simanjuntak, E. C. (2019). Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Sasaran Keselamatan Pasien Sebagai Salah Satu Indikator Pelayanan di Rumah Sakit.

Siregar, I. H. (2020). Pengaruh Kerja Tim, Komunikasi dan Budaya Keselamatan Pasien Terhadap Capaian Sasaran Keselamatan Pasien (Suatu Survei pada Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X). 18-19.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryanto, D. T. (2019). Hubungan Budaya Keselamatan Pasien Dengan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Oleh Perawat diruang Rawat Inap Rumah Sakit . Public Health.

Swarjana, K. (2017). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Tutiany, L. P. (2017). Bahan Ajar Keperawatan : Menejemen Keselamatan Pasien. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Zulmi, D. K. (2016). Penerapan Komunikasi Pasien dan Keluarga Berdasarkan Standar Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) di Rumah Sakit Tk. II Pelamonia Makassar Tahun 2016. Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Downloads

Published

2023-01-27

How to Cite

Karmila, K., Suharni, S., & Alwi, M. K. (2023). Hubungan Budaya Keselamatan Pasien dengan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien oleh Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar. Journal of Muslim Community Health, 4(1), 181–189. https://doi.org/10.52103/jmch.v4i1.1153

Issue

Section

Articles