Faktor Risiko Sanitasi Lingkungan Terhadap Kasus Kecacingan Anak Sekolah Dasar Pada Masa Pandemi Covid 19 di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten pinrang
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v3i4.1179Keywords:
Faktor Risiko, Sanitasi Lingkungan, KecacinganAbstract
Latar Belakang: Infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar merupakan masalah kesehatan yang memberi dampak buruk jangka panjang dan morbiditas kronik. Salah satu cara memutus rantai penularan dan penyebaran infeksi kecacingan adalah dengan mengetahui faktor risiko yang menyebabkan kejadian kecacingan pada anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko sanitasi lingkungan terhadap kasus kecacingan anak sekolah dasar pada masa pandemi covid 19 di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan studi kasus kontrol dengan besar sampel sebanyak 225 orang yang terdiri atas 75 anak untuk kelompok kasus dan 150 anak untuk kelompok kontrol dengan perbandingan kasus kontrol 1:2. teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat (Odds Ratio)
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lantai rumah (OR=6,824; 95%CI=3,694-12,604), Kondisi Jamban (OR=10,804 ;95%CI=5,597-20,856) Kondisi SPAL (OR=10,091; 95%CI=1,320-77,117 dan tempat sampah (OR=5,006); 95%CI=1,702-14,724) merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap Kasus Kecacingan Anak Sekolah Dasar Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Lero.
Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor risiko yang bermakna terhadap kasus kecacingan pada anak sekolah dasar adalah kondisi lantai rumah, kondisi jamban, kondisi SPAL, dan tempat sampah. Penelitian ini menyarankan perlunya memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan sarana sanitasi lingkungan untuk mencegah dan mengendalikan kejadian kecacingan pada murid sekolah dasar.
References
Anwar, R. Y., Irawati, N. and Masri, M. (2013) ‘Artikel Penelitian Hubungan antara Higiene Perorangan dengan Infeksi Cacing Usus ( Soil Transmitted Helminths ) pada Siswa SDN 25 dan 28 Kelurahan Purus , Kota Padang , Sumatera Barat Tahun 2013’, Jurnal Kesehatan Andalas, 5(3), pp. 600–607.
BPS Kabupaten Pinrang (2021) Kecamatan Suppa dalam Angka 2021. Pinrang.
Chadijah, S., Sumolang, P. P. F. and Veridiana, N. N. (2014) ‘Hubungan Pengetahuan, Perilaku, Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Angka Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Kota Palu’, Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 24(1), pp. 50–56. doi: 10.22435/mpk.v24i1.3487.50-56.
Fitri, J., Saam, Z. and Hamidy, M. Y. (2012) ‘Analisis Faktor-Faktor Risiko Infeksi Kecacingan Murid Sekolah Dasar Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2012’, Jurnal Ilmu Lingkungan, 6(2), pp. 146–161.
Fitriany, J., Sofia, R. and Indriati, N. (2018) ‘Hubungan Ketersediaan Jamban dengan Infeksi Soil Transmitted Helminthes (STH) Pada Anak Usia Sekolah Dasar di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe’, Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 1(2), pp. 1–9.
Ibrahim, I. A. (2014) ‘Status Kecacingan Soil Transmitted Helminth (Sth) dalam Pemantauan Kejadian Anemia pada Murid SD Inpres Bakung Samata Kabupaten Gowa Tahun 2013’, VII, pp. 254–266.
Kartini, S. (2016) ‘Kejadian Kecacingan pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru’, Jurnal Kesehatan Komunitas, 3(2), pp. 53–58. doi: 10.25311/jkk.vol3.iss2.102.
Kartini, S. et al. (2017) ‘Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Soil Transmitted Helminths Pada Anak Usia 1 – 5 Tahun Di Rw 07 Geringging Kecamatan Rumbai Pesisir’, JOPS (Journal Of Pharmacy and Science), 1(1), pp. 33–39. doi: 10.36341/jops.v1i1.374.
Lero, P. U. (2021) Profil Puskesmas Ujung Lero Tahun 2021. Pinrang.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2017) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Cacingan. Jakarta.
Notoatmodjo, S. (2007) ‘Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku’, Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurhalina and Desyana (2018) ‘Gambaran Infeksi Kecacingan Pada Siswa Sdn 1-4 Desa Muara Laung Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2017’, Jurnal Surya Medika, 3, pp. 1–13.
Paridah, P., Zahtamal, Z. and Putra, R. M. (2021) ‘Analisis faktor lingkungan terhadap kejadian kecacingan pada murid Sekolah Dasar di Kelurahan Seberang Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir’, SEHATI: Jurnal Kesehatan, 1(2), pp. 63–72. doi: 10.52364/sehati.v1i2.7.
Permenkes RI (2014) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Jakarta.
Rachmita, I. and S., R. D. (2016) ‘Hubungan Faktor Predisposing, Enabling Dan Reinforcing Dengan Kebiasaan Sarapan Anak Sekolah Dasar (Kasus Di SDN Waru 2, Sidoarjo)’, Jurnal Tata Boga, 5(1), pp. 274–281. Available at: http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/14427/18419.








