Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Galesong Kabupaten Takalar

Authors

  • Sry Rahayu Puskesmas Galesong
  • Arman Arman Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Fatma Afrianty Gobel Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jmch.v3i4.1180

Keywords:

Nira Lontar, Pola Makan, Aktifitas Fisik, Diabeter Melitus

Abstract

Latar Bekalang: Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian diabetes melitus   di wilayah kerja Puskesmas Galesong Kabupaten Takalar.

Metode:  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan studi kasus kontrol dengan besar sampel sebanyak 86 orang yang terdiri atas 43 orang untuk kelompok kasus dan

43 orang untuk kelompok kontrol dengan perbandingan kasus kontrol 1:1. teknik  pengambilan  sampel  dengan  cara  purposive  sampling.  Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat (Odds Ratio) dan analisis multivariat dengan regresi logistic.

Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi nira lontar (OR=1,694; 95%CI=0,613-4,682), pola makan (OR=4,772;95%CI=1,846-12,336), Riwayat keluarga DM (OR=2,870; 95%CI=1,135-7,252), aktivitas fisik (OR=2,777;95%CI=1,119-6,894)  merupakan  faktor  risiko  terhadap kejadian diabetes melitus di puskesmas Galesong Kabupaten Takalar. Pola makan merupakan faktor yang paling kuat pengaruhnya terhadap Kejadian Diabetes Melitus dengan nilai p = 0,001 dan nilai OR sebesar

5.794.

Kesimpulan: onsumsi nira lontar,  pola makan, Riwayat keluarga DM dan aktivitas fisik merupakan faktor risiko terhadap kejadian diabetes melitus sedangkan konsumsi nira lontar bukan merupakan factor risiko kejadian diabetes melitus di puskesmas Galesong Kabupaten Takalar. Penelitian ini menyarankan perlunya penerapan pola makan gizi seimbang dan membiasakan beraktifitas fisik secara teratur agar pengendalian diabetes mellitus dapat teratasi dengan baik.

References

Abidah Nur, Veny Wilya, R. R. L. (2016). Kebiasaan Aktivitas Fisik Pasien Diabetes. Sel, Vol. 3 No., 41–48.

Amtiria. (2017). Hubungan Pola Aktivitas Fisik Dan Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Kasih Gmim Manado. E-Journal Keperawatan, 5(1), 2.

Andika, R. B. W. dan R. A. (2019). Pengaruh Motivasi Kerja dan Persaingan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Melalui Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening Pada Pegawai Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Jurnal Manajemen Tools, 11(1), 1689–1699.

Dafriani, P. (2017). Hubungan Pola Makan dan Aktifitas Fisik Terhadap Kejadian Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD dr.Rasidin Padang. NERS Jurnal Keperawatan, 13(2), 70. https://doi.org/10.25077/njk.13.2.70-77.2017

Dinkes Sulsel. (2020). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020. Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, 287.

Hariawan, H., Fathoni, A., & Purnamawati, D. (2019). Hubungan Gaya Hidup (Pola Makan dan Aktivitas Fisik) Dengan Kejadian Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal), 1(1), 1. https://doi.org/10.32807/jkt.v1i1.16

IDF. (2020). What is diabetes. International Diabetes Federation.

Jelantik, I. M. ., & Haryati, E. (2014). Hubungan faktor umur, jenis kelamin, kegemukan dan hipertensi dengan kejadian DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Mataram. Jurnal Media Bina Ilmiah.

Kemenkes. (2020). Infodatin tetap produktif, cegah, dan atasi Diabetes Melitus 2020. In Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI (pp. 1–10).

Kemenkes RI. (2019). Buku pintar kader posbindu. Buku Pintar Kader Posbindu, 1–65.

Kemenkes RI. (2020). Tetap produktif, cegah dan atasi diabetes mellitus. In Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kurniadi, H., & Nurrahmani, U. (2015). Stop Diabetes Hipertensi Kolesterol Tinggi Jantung Korone. Istana Media.

Lathifah, N. L. (2017). Hubungan Durasi Penyakit dan Kadar Gula Darah Dengan Keluhan Subyektif Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Berkala Epidemiologi, 5(2), 231–239. https://doi.org/10.20473/jbe.v5i2.2017.231-239

Maimunah, S., Asrinawaty, & Rahman, E. (2020). Terhadap Kejadian Diabetes Militus Type Ii Di Rsud Dr . H . Moch Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2020. 1–10.

Marçal, et. a. (2020). The urgent need for recommending physical activity for the management of diabetes during and beyond COVID-19 outbreak. Frontiers in Endocrinology, 11(October). https://doi.org/10.3389/fendo.2020.584642

Murti, L. Y. (2016). Hubungan Antara Kebiasaan Konsumsi Gula Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Leyangan Ungaran Timur Kabupaten Semaran. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo.

Nuraini, H. Y., & Supriatna, R. (2019). Hubungan Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Riwayat Penyakit Keluarga Terhadap Diabetes Melitus Tipe2. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 5(1), 5–14. https://doi.org/10.33221/jikm.v5i1.14

Nuraisyah, F., Ruliyandari, R., & Matahari, R. (2021). Riwayat Keluarga Diabetes Tipe II dengan Kadar Gula Darah. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, 16(2), 253–259. https://doi.org/10.31101/jkk.1356

Perkeni. (2019). Pengelolaan Dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, 133.

PERKENI. (2015). Konsensus Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Indonesia (Cetakan Pe). PB PERKENI.

PERKENI. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. PB PERKENI. www.ginasthma.org.

Pongoh, L. L., Pandelaki, K., & Wariki, W. (2020). Hubungan antara Literasi Kesehatan dengan Kualitas Hidup pada Penyan-dang Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado. E-CliniC, 8(2), 259–266. https://doi.org/10.35790/ecl.v8i2.31495

Puspitasari, A. W. (2012). Analisis Efektivitas Pemberian Booklet Obat Terhadap Tingkat Kepatuhan Ditinjau dari Kadar Hemoglobin Terglikasi (HbA1C) dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS)-8 Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Bakti Jaya Kota Depok. Tesis Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Magister Ilmu Kefarmasian Universitas Indonesia, 1–124.

Yusuf, R. A., Muhsanah, F., Cakke, S., Amirah, A. D., & Patimah, S. Physical Activity among Adolescents in Urban and Rural Area in South Sulawesi, Indonesia: Exploring the Influence of Environmental Factors.

Santosa, A., Trijayanto, P. A., & Endiyanto. (2017). Hubungan Riwayat Garis Keturunan dengan Usia Terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe II. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1–6. journal.ummgl.ac.id › index.php › urecol› article › download

Sari et.al. (2019). Aktivitas fisik dan hubungannya dengan kejadian diabetes melitus. Universitas Muslim Indonesia, 2(4), 368–381.

Sari, N., & Purnama, K. A. (2019a). Aktivitas Fisik dan Hubungannya dengan Kejadian Diabetes Melitus. 2(4), 368–381.

Sari, N., & Purnama, K. A. (2019b). Aktivitas Fisik dan Hubungannya dengan Kejadian Diabetes Melitus Article history : form 17 October 2019 Universitas Muslim Indonesia Accepted 20 October 2019 Address : Available Email : Phone : PENDAHULUAN darah yang disebut hiperglikemia dengan gangguan . 2(4), 368–381.

Sudiana, I. K., Putra, I. W. G. A. E., & Januraga, P. P. (2016). Konsumsi Tuak Meningkatkan Risiko Obesitas Sentral pada Pria Dewasa di Karangasem, Bali. Public Health and Preventive Medicine Archive, 4(2), 107. https://doi.org/10.15562/phpma.v4i2.66

Suiraoka, I. (2012). Penyakit Degeneratif: Mengenal, Mencegah dan Mengurangi Faktor Risiko 9 Penyakit Degeneratif (Cetakan 1). Nuha Medika.

Suiraoka, I. P. (2012). Penyakit degeneratif : mengenal mencegah dan mengurangi faktor risiko 9 penyakit degeneratif. Nuha Medika.

Silwanah, A. S., Yusuf, R. A., & Hatta, N. (2020). Pengaruh Aktifitas Jalan Pagi Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mappakasunggu Pare-Pare. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 1(2), 74-83.

Trinovita, E., Alexandra, F. D., & Fatmaria, S. (2020). Bahan ajaran farmakoterapi gangguan patomekanisme dan metabolik endokrin (Pendekatan Farmakologi Diabetes Mellitus) (Dema (ed.)). CV. Penerbit Qiara Media.

Ulum, Z., Kusnanto, & Widyawati, Ik. Y. (2015). Kepatuhan Medikasi Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Berdasarkan Teori Health Belief Model (Hbm) Di Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Surabaya.Surgical Nursing Journal, 3(1), 1–14.

Wang, M., Yu, M., Fang, L., & Hu, R. Y. (2015). Association between sugar-sweetened beverages and type 2 diabetes: A meta-analysis. Journal of Diabetes Investigation, 6(3), 360–366. https://doi.org/10.1111/jdi.12309

Widiyanto, J., & Rahayu, S. (2019). Pengaruh Pola Makan Terhadap Kejadian Diabetes Melitus Di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kota Pekanbaru. Prosiding SainsTeKes Semnas MIPAKes UMRi, 1, 1–7. https://ejurnal.umri.ac.id/index.php/Semnasmipakes/article/view/1563

Downloads

Published

2022-10-01

How to Cite

Sry Rahayu, Arman, A., & Gobel, F. A. (2022). Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Galesong Kabupaten Takalar. Journal of Muslim Community Health, 3(4), 117–129. https://doi.org/10.52103/jmch.v3i4.1180

Issue

Section

Articles