Perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Petani Suku To Bentong Kabupaten Barru
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v4i1.1199Keywords:
K3, MSDs, Postur KerjaAbstract
Latar Belakang: Salah satu wilayah yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani adalah masyarakat Suku To Bentong di Desa Bulo-bulo, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Petani suku To Bentong masih bertani dan bercocok tanam dengan cara tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui penggunaan APD saat bertani, postur kerja dan keluhan MSDs yang dialami oleh petani, serta pola pencarian pengobatan yang dilakukan oleh petani Suku To Bentong di Desa Bulo-Bulo Kabupaten Barru.
Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana metode yang diterapkan adalah metode etnografi, sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi. Sumber informasi dari penelitian ini terdiri dari informan utama (6 orang petani Suku To Bentong) dan informan kunci (Kepala Suku To Bentong, Kepala Desa Bulo-Bulo, Kepala Dusun Bulo-Bulo, dan kepala Puskesmas Bulo-Bulo).
Hasil: penelitian yang diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara mendalam (Indepth Interview) dengan informan utama dan informan kunci, ditemukan bahwa petani Suku To Bentong masih kurang mengetahui dan memahami Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seperti pada saat petani turun ke sawahnya, hanya memakai APD. Pada saat dilakukan observasi para petani lebih suka tidak memakai alas kaki. Para petani percaya bahwa ritual yang dilakukan dapat memberikan keselamatan selama bekerja meski tidak dengan menggunakan APD. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa keluhan yang paling sering dirasakan oleh para petani terkait Postur Kerja dan MSDs ialah nyeri di daerah persendian, pinggul, dan leher bagian belakang, serta terluka akibat terkena benda-benda tajam seperti besi-besi dari traktor, alat untuk memotong padi, dan kayu-kayu yang secara tidak sengaja didapatkan di area persawahan. Sedangkan hasil penelitian terkait Pola Pencarian pengobatan petani Suku To Bentong, petani lebih suka pengobatan tradisional dibandingkan harus ke pelayanan kesehatan. Hal ini dikarenakan, pengobatan tradisional lebih mudah didapatkan dan bisa cepat pengolahannya, jarak menuju pelayanan kesehatan cukup jauh, serta medan yang harus ditempuh hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.
References
Achmadi. (2017). Kesehatan Masyarkat. PT. Raja Grafindo Persada.
Akbar, F. K. (2019). Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pemberantas Hama Pekerjaan Pertanian Jeruk Di Kabupaten Banyuwangi. JPH RECODE.
A. M. Sugeng Budiono, dkk.(2003). Hiperkes dan KK, Semarang:Penerbit Universitas Diponegoro.
Anggraini, W. (2012). Analisis Postur Kerja Dengan Menggunakan Metode Ovako Working Analysis System (Owas) Pada Stasiun Pengepakan Bandela Karet (Studi Kasus Di Pt. Riau Crumb Rubber Factory Pekanbaru). Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, 10.
Atmojo, T. B., & Rinawati, S. (2017). Hubungan Postur Kerja Dengan Gangguan Muskuloskeletal Pada Operator Dump Truck Di PT. Harmoni Panca Utama. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 2, Universitas Negeri Sebelas Maret. https://doi.org/10.21111
BLS. (2016). Kasus Musculoskeletal Disorders. Departement of Labour Statistic.
Departemen Kesehatan. (2016). Data Kasus Musculoskeletal. Dinas Tenaga Kerja.
Devi, T. (2017). Faktor Risiko Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Aktvitas Pengangkutan Beras Di PT. Buyung Poetra Pangan Pegayut Ogan Ilir. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat,8. https://doi.org/10.26553
Fatejarum, A., & Susianti. (2018). Hubungan Postur Kerja dan Repetisi terhadap Kejadian Keluhan Muskuloskeletal pada Petani. J Agromedicine, 5.
Hasanah, M. (2019). Pengaruh Postur Kerja Terhadap Keluhan Muskuloskeletal. GEMA Lingkungan Kesehatan, 171, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya.
Helmina. (2019). Hubungan Umur, Jenis Kelamin, Masa Kerja Dan Kebiasaan Olahraga Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (Msds) Pada Perawat. Caring Nursing Journal, 3.
Ibrahim, H. (2017). Gambaran Penerapan Standar Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar. Public Health Science Journal, 9.
International Labour Organitation. (2018). Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). International Labour Office.
Kanti, L. D. A. S. (2019). Prevalensi dan karakteristik keluhan muskuloskeletal pada petani di Desa Aan Kabupaten Klungkung tahun 2018. Bali Anatomy Journal, 2. https://doi.org/10.36675
Lelly, E. (2016). Kajian Pelaksanaan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Terhadap Produktivitas Pemanen Plasma PT. SIme Indo Agro. JURNAL AGROMAST, 1.
Malonda, C. E. (2016). Gambaran Posisi Kerja Dan Keluhan Gangguan Musculoskeletal Pada Petani Padi Di Desa Kiawa 1 Barat Kecamatan Kawangkoan Utara. Journal Ilmiah Farmasi - Unsrat, 5.
NIOSH. (2018). Data Musculoskeletal Disoreders. National Institusi of Occupational Safety and Helth.
Prawira, M. A. (2016). Faktor Yang Berhubungan Terhadap Keluhan Muskuloskeletal Pada Mahasiswa Universitas Udayana Tahun 2016. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 1, Universitas Udayana. https://doi.org/10.21111
Puspitasari, E. P. (2019). ANALISIS RISIKO SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PORTER STASIUN SURABAYA GUBENG. IJOSH, Persatuan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia. https://doi.org/10.20473
Revadi, C. E. (2019). Prevalensi Dan Faktor-Faktor Penyebab Musculoskeletal Disorders Pada Operator Gudang Industri Ban PT X Tangerang Indonesia. The Indonesian Journal of Ergonomic, 5.
Sartika, D. (2020). Etnobotani Masyarakat Suku Bentong Di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. IPB University.
Shobur, S. (2019). Faktor Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Tenun Ikat Di Keluragan Tuan Kentan Kota Palembang. Medikes (Media Informasi Kesehatan),6, Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang.
Sucipto, C. D. (2017). Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Gosyen Publishing.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta.
Sujono, A. D. (2016). Dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). UNEJ.
Sunedi. (2019). Penilaian Postur Kerja Dan Risiko Musculoskeletal Disorders Pada Aktivitas Penangkapan Glass Eel.Jurnal Akuatika Indonesia, 4, IPB University.
Tambipi, F. J. (2020). Analisis Penerapan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Konstruksi Kapal Di Makassar. Master Program in Public health, Muslim University of Indonesia, 1.
Tarwaka. (2015). Kasus Kecelakaan Kerja. Workplace Safety and Health Institute.
Wiranto, A. (2019). Faktor Yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Pekerja Penggilingan Pada Kabupaten Penajam Paser Utara. Jurnal Husada Mahakam, 4, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia.
Yosineba, T. P. (2020). Risiko Ergonomi dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pengrajin Tenun di Palembang. Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 7. https://doi.org/10.32539
Zulkarnain A. S. (2016). Bola Pakka: Arsitektur Tradisional Suku To Balo di Kabupa-ten Barru. TEMU ILMIAH IPLBI.








