Kematian Neonatus Usia 0-28 hari di Kabupaten Pangkep
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v4i2.1234Keywords:
Kematian Neonatus, Antenatal CareAbstract
Latar Belakang: Angka kematian neonatal menjadi indikator untuk menilai derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko kematian neonatus usia 0-28 hari di Kabupaten Pangkep tahun 2022.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi meninggal 0-28 hari dan seluruh ibu yang mempunyai bayi hidup usia 0-28 hari di Kabupaten Pangkep. Jumlah sampel kelompok kasus adalah 40 responden dan jumlah sampel kelompok kontrol adalah 40 responden dengan total 80 sampel. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu metode non probability sampling yaitu Purposive Sampling.
Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi (1) ibu dengan umur < 20 dan > 35 tahun lebih berisiko 5,74 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu yang berumur 20-35 tahun (CI95%= 5,74). (2) ibu dengan paritas 1 kali dan 5 kali melahirkan lebih berisiko 5,16 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan paritas 2-4 kali melahirkan (CI95%= 5,16) (3) ibu dengan jarak kelahiran < 1 tahun lebih berisiko 7,85 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan jarak kelahiran > 2 tahun (CI95%= 7,85) (4) akses ke pelayanaan Kesehatan tidak berisiko terhadap kematian neonatus (CI95%= 0,81) (5) ibu dengan pengetahuan yang kurang lebih berisiko 5,57 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan pengetahuan yang baik (CI95%= 5,57) (6) ibu dengan pemeriksaan antenatal care yang kurang dari 4 kali lebih berisiko 5,57 kali lipat mengalami kematian neonatus daripada ibu dengan pemeriksaan antenatal care > 4 kali (CI95%= 52,76) (7) pemeriksaan antenatal care merupakan faktor yang paling berisiko terhadap kematian neonatus dengan nilai Odd Ratio (EXP(B)) yaitu 12,767.
Saran: Diharapkan tenaga kesehatan Bersama masyarakat lebih meningkatkan pemeriksaan kehamilan untuk mencegah tingginya kematian neonatus.
References
Profil Kesehatan Batubara, A. R., & Fitriani, F. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Risiko Kematian Bayi 0-28 Hari Di Kabupaten Bireuen. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 5(2), 308. https://doi.org/10.33143/jhtm.v5i2.476
BKKBN. (2011). Peraturan Kepala BKKBN Nomor 72/Per/B5/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. November 2010, 1–130.
Budiati, I. (2016). Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kematian Neonatal Dini Usia 0 Sampai 7 Hari. Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang, 7, 1–70.
Carlsen, S. M., Helseth, R., Vanky, E., & Salvesen, O. (2013). Gestational diabetes mellitus among Norwegian women with polycystic ovary syndrome: Prevalence and risk factors according to the WHO and the modified IADPSG criteria. European Journal of Endocrinology, 169(1), 65–72. https://doi.org/10.1530/EJE-12-1107
Data Statistik 2013. (n.d.). Statistical Yearbook of Indonesia.
Depkes RI. (2004). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2004. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2004, 231. http://www.pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2004.pdf
Efriza, E. (2007). Determinan Kematian Neonatal Dini di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Kesmas: National Public Health Journal, 2(3), 99. https://doi.org/10.21109/kesmas.v2i3.264
Elida, S. (2016). Analisis Determinan Kematian Bayi di Kabupaten Aceh Barat Tahun 2016.
Harrison, J. E., Weber, S., Jakob, R., & Chute, C. G. (2021). ICD-11: an international classification of diseases for the twenty-first century. BMC Medical Informatics and Decision Making, 21, 1–10. https://doi.org/10.1186/s12911-021-01534-6
Hastuti, W. S. (2020). Faktor Risiko Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar. Faktor Risiko Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Di Wilayah Kerja Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar, 21(2).
Indonesia, P. K. (2019). Health Statistics (Health Information System). In Short Textbook of Preventive and Social Medicine. https://doi.org/10.5005/jp/books/11257_5
Kemenkes RI. (2011). Pusat Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2010. In Direktorat Jendral Kesehatan Ibu dan Anak. http://www.depkes.go.id
Khusumawati, D., Budiarti, T., & Sutarno. (2018). 1) 2) 3). 30–38.
Komalasari, M., Solehati, T., & Widianti, E. (2017). Gambaran Tingkat Self-Efficacy Ibu Post Seksio Sesarea Saat Menyusui Di Rskia Kota Bandung. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 2(2), 95. https://doi.org/10.17509/jpki.v2i2.4744
Kurniawan, R., & Melaniani, S. (2019). Hubungan Paritas, Penolong Persalinan dan Jarak Kehamilan dengan Angka Kematian Bayi di Jawa Timur. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 7(2), 113. https://doi.org/10.20473/jbk.v7i2.2018.113-121
Latifah, N. (2012). Kehamilan Dengan Kejadian Kematian Neonatal (Analisis Data SDKI 2007 ) Tesis.
Lubis, T. E. F., & Batubara, N. S. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Pada Bayi di RSUD Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 5(1), 27–34.
Mahmudah, U., Cahyati, W. H., & Wahyuningsih, A. S. (2012). Jurnal Kesehatan Masyarakat Unnes. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 144–150. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas%0AFAKTOR
Muchlis, N. 2021. (n.d.). Book Chapter Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.
Nasrudin, Muchlis, N., & Samsualam. (2020). Kesehatan Ibu dan Anak. In Kesehatan Masyarakat (Vol. 3).
Nelson, A. R., Personius, S. F., Rimando, R. E., Punongbayan, R. S., Tuñgol, N., Mirabueno, H., & Rasdas, A. (2000). Multiple large earthquakes in the past 1500 years on a fault in metropolitan Manila, the Philippines. Bulletin of the Seismological Society of America, 90(1), 73–85. https://doi.org/10.1785/0119990002
Noorhalimah. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kematian Neonatal di Kabupaten Tapin. Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(2), 64–71.
Nurhaqiqi, S. (2019). Hubungan Usia Ibu Saat Melahirkan Dengan Kejadian Kematian Neonatal Di Indonesia (Analtsts Data Sdki 2017). 1–32.
Nurjayanti, P. D. (2018). Hubungan paritas dan umur kehamilan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Wonosari tahun 2016.
Patria, A., & Amatiria, G. (2018). Hubungan Kualitas Pelayanan Antenatal dengan Kelengkapan Ibu Hamil dalam Melakukan Antenatal Care. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 14(1), 108. https://doi.org/10.26630/jkep.v14i1.1017
Prabamurti, P. N., Purnami, C. T., Widagdo, L., & Setyono, S. (2008). Analisis Faktor Risiko Status Kematian Neonatal Studi Kasus Kontrol di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Tahun 2006. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.14710/JPKI.3.1.1-9
Raharni, Mario Ishak, B., & Diana, I. (2011). Profil Kematian Neonatal Berdasarkan Sosio Demografi dan Kondisi Ibu Saat Hamil di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 14 No. 4 O, 391–398.
RI, K. (2015). Kesehatan dalam Kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Rakorpop Kementerian Kesehatan RI, 97, 24. http://www.pusat2.litbang.depkes.go.id/pusat2_v1/wp-content/uploads/2015/12/SDGs-Ditjen-BGKIA.pdf
Rofiqoch, I., Effendi, J. S., & Bratakoesoema, D. S. (2016). Hubungan Umur Ibu, Paritas dan Penolong Persalinan dengan Kematian Neonatal di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Banjarnegara tahun 2013. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 3(1), 60. https://doi.org/10.22146/jkr.36193
Romarjan, T., Partha, M., & Komang, A. K. S. (2019). Faktor Resiko Kejadian Kematian Neonatal Di Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Jurnal Penelitian Dan Kajian Ilmiah Kesehatan, 5(2), 132–140.
Ronsmans, C. (1996). Birth spacing and child survival in rural Senegal. International Journal of Epidemiology, 25(5), 989–997. https://doi.org/10.1093/ije/25.5.989
Sawitri, I. (2014). Pengaruh Faktor Ibu Terhadap Kematian Neonatal Dini di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2014. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 1(3), 82–91.
Shalehah, I., & Sitorus, R. J. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Kematian Neonatal Di Indonesia Tahun 2008-2014 (Analisis Data Sekunder Indonesian …. 2014. https://repository.unsri.ac.id/14256/
Singh, A., & Pal Singh, J. (2014). “The influence of socio-economic status of parents and home environment on the study habits and academic achievement of students.” Educational Research, 5(9), 348–352.
Suraya, I., Meilani, M., Wandasari, N., & Mariance, O. (2016). Dengan Kematian Neonatal Dini. Arkesmas, 1.
Susanti, N. (2016). Ilmu keolahragaan fakultas ilmu keolahragaan universitas negeri semarang 2016. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 5(6411416096), 1894–1902.
Tyas, S. C., & Notobroto, H. B. (2014). Analisis Hubungan Kunjungan Neonatal, Asfiksia dan BBLR dengan Kematian Neonatal. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 3(2), 168–174. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-biometrik39b318f235full.pdf
UNICEF. (2015). Annual report ISSN 978-92-806-4843-0.
Wandira, A. K., & Indawati, R. (2012). Faktor Penyebab Kematian Bayi Di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 1(69), 5–24.
WHO. (2015). 100 Core Health Indicators. 1779, 1–136. apps.who.int/iris/bitstream/10665/173589/1/WHO_HIS_HSI_2015.3_eng.pdf%0Ahttp://ci.nii.ac.jp/naid/40020358184/
WHO. (2020). World Health Statistic. In Orphanet Journal of Rare Diseases (Vol. 21, Issue 1).
Widayani, H. (2011). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kematian Perinatal di Wilayah Kerja Puskesmas Pulokulon II Kabupaten Grobogan Tahun 2009. 1–81.
Yusria. (2017). Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kejadian Kehamilan Berisiko Di Uptd. Puskesmas Liya Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Tahun 2017. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Zahtamal, Restuastuti, T., & Chandra, F. (2011). Determinant Factor Analysis on Mother and Child Health Service Problem. Kesmas-National Public Health Journal, 6(1), 9–16.








