Evaluasi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD Labuang Baji
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v4i4.1427Keywords:
Evaluasi Instalasi Farmasi, Pelayanan, Kefarmasian, Rumah SakitAbstract
Latar Belakang: Layanan kefarmasian selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor untuk mengevaluasi kepuasan pasien. Pelayanan kefarmasian meliputi sarana prasarana instalasi farmasi, komunikasi informasi dan edukasi (KIE), kecepatan pelayanan obat, serta keramahan petugas instalasi farmasi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dan untuk pengambilan sampel menggunakan metode Non-Probability Sampling dengan cara Consecutive sampling yaitu mencari sampel yang memenuhi kriteria inklusi, sampai memenuhi jumlah sampel yaitu 402 sampel. Metode yang digunakan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi RSUD labuang baji menggunakan metode pengolahan data Indeks Kepuaan Masyarkat (IKM) sesuai keputusan menteri pendayagunaan aparatur negara no. 25 tahun 2004.
Hasil: Menunjukkan bahwa terhadap pelayanan kefarmasian pada dimensi sarana prasarana di instalasi farmasi RSUD labuang baji dengan nilai IKM sebesar 3,03, terhadap pelayanan kefarmasian pada dimensi komunikasi, informasi dan edukasi yang diberikan di instalasi farmasi rsud labuang baji dengan nilai IKM sebesar 2,9, terhadap pelayanan kefarmasian pada dimensi kecepatan pelayanan di instalasi farmasi RSUD labuang baji dengan nilai IKM sebesar 2,40, terhadap pelayanan kefarmasian pada dimensi keramahan petugas di instalasi farmasi RSUD labuang baji dengan nilai IKM sebesar 2,89.
Kesimpulan: Pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian pada dimensi sarana prasarana, dimensi komunikasi, informasi dan edukasi serta pada dimensi keramahan petugas di instalasi farmasi RSUD Labuang Baji. Pasien tidak puas terhadap pelayanan kefarmasian pada dimensi kecepatan pelayanan di instalasi farmasi RSUD Labuang Baji.
References
Al-Qur’an dan Terjemahan. Sofware Qur’an Versi 6.50. Edisi 1997. Arimbawa, P.E. 2014.Hubungan Pelayanan Kefarmasian dengan Kepuasan PasienMenggunakan Jasa Apotek Di Kota Denpasar [Tesis].Bali:Universitas Udayana.
Arikunto, Suharsimi. 2002.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Rineka Cipta.
Aryani, F.; Husnawati; Muharni, S.; Liasari, M.; Afrianti, R. 2015. Analisa Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kualitas Pelayanan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru. Riau:Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau.
Association, A. H.1996. American Hospital Association guide to the health care field. (Chicago, III.) : The Association.
Cornelia, E dan Veronica, S. 2009. Analisis Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Pelanggan di Laundry 5ASEC Surabaya. Jurnal Managemen Perhotelan. Surabaya.
Curakovic, D.; Sikovac, I.; Garaca., V.; Curcic, N dan Vukosav, S. 2011. The Degree of Costumer Satisfaction with Hotel Sarvia. Journal of Tourism. Serbia.
[Depkes RI] Keputusan Menteri Kesehatan No. 1027/Kep/IX. 2004. Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Harijono, H dan Soepangkat, BO. 2011. Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Farmasi RSK. ST VINCENTIUS A PAULO Surabaya Dengan Menggunakan Metode Servqual Dan QFD. Prosiding Seminar Nasional Manajemen TeknologiXIV Program Studi MMT-ITS. Surabaya.
Hermanto, Dadang. 2010. Pengaruh Persepsi Mutu Pelayanan Kebidanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Kebidanan di RSUD Dr. H Soemarsono Sosroatmodjo Bulungan Kalimantan Timur[Tesis]. Program Pascasarjana UNDIP.
Ifmaily. 2006. Analisis Pengaruh Persepsi Layanan Farmasi Pasien Unit Rawat Jalan Terhadap Minat Beli Obat Ulang di Instalasi Farmasi RSI Ibnu Sina –Yarsi Padang Tahun 2006 [tesis]. Semarang: Universitas Diponegoro
Imas, N.R. dan Wahyuningsih, S.2016. Faktor Pelayanan Kefarmasian Dalam Peningkatan Kepuasan Pasien Di Pelayanan Kesehatan. IJMS-Indonesian Journal On Medical Science. Volume 3, No 1.
Imam Ghozali. 2002. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.
Irene, D.S. 2009. Manajemen Pemasaran Usaha Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
[Kemenkes] Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35. 2014. Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek. Jakarta: Kemenkes.
[Kemenkes] Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72. 2016. Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes.
[Kemenkes] Pusat Sarana, Prasarana dan Peralatan Kesehatan. Pedoman Teknis Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Kelas B. Jakarta: Kemenkes.
Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT. Prenhallindo. Kurniawan, F . 2012. Kecepatan Waktu Pelayanan Rumah Sakit Berpengaruh Terhadap Kepuasan Pasien. Kediri: STIKES RS Baptis Kediri.
Lemeshow, Stanley. 1997. Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan. Yogyakarta:Gadjah Mada University.
Manurung, L. 2010. Analisis Hubungan Tingkat Kepuasan pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Instalasi Farmasi Dengan Minat Pasien Menebus Kembali Resep Obat di Instalasi Farmasi RSUD Budhi Asih 2010 [tesis]. Jakarta: Universitas Indonesia.
Monika, K.; Chreisye, K. F.; Mandagi; Paul, A.T dan Kawatu. 2015. Hubungan antara Mutu Pelayanan Kefarmasian dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Teling Atas Kota Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT . Volume 4, No. 4.
Nursalam. 2011. Manajemen Keperawatan (edisi 3). Jakarta : Salemba
Medika. Octavia, A.; Suswitarosa, dan Anwar, A. 2012. Analisis kepuasan
Pasien Rawat Inap Bangsal Jantung di RSUD Raden Mattaher Jambi. Jurnal Manajemen. Jambi: Universitas Jambi.
Saragih, R.; Lubis, N.; dan Sutatniningsih, R. 2010. Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Loyalitas Pasien Rumah sakit Umum Herna Medan [tesis].Medan: Universitas Sumatera Utara
Satrianegara, M.; Fais dan Saleha, S. 2009. Buku Ajar Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Serta Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.
Sidharta,T. 2009. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap minat Beli Kembali Konsumen Pada Perusahaan Jasa Servis Daihatsu Astra di Surakarta [tesis]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Siregar, Ch. J.P.; dan Amalia, L. 2004. Farmasi Rumah Sakit, Teori dan Penerapan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG.
Siregar, JP. 2005. Farnasi Klinik Teori dan Penerapan. Bandung: EGC. Sugiyono.1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sulistyawati, M.; Perdana, N.; Syafar, M.; Amirudin, R.; dan Jafar, N. 2011. Hubungan Kualitas Pelayanan Farmasi Pasien Rawat Jalan Terhadap Kepuasan dan Keputusan Membeli Ulang Obat di IFRS Jala Ammari Makasar.Makassar.
Suwaryo; Isnanto, R.R.; dan Sofwan, A. 2011. Simulasi Sistem Pelayanan Resep Pada Apotek Berprioritas Banyak Loket. Semarang: UNDIP.
Tlapana, T.P. 2009. Store Layout and Its Impact on Consumer Purchasing Behaviour at Convenience Stores in Kwa Mashu [Desertasi]. Durban University of Technology.
Trimurthy, IGA. 2009. Analisis Hubungan Persepsi Pasien Tentang Mutu Pelayanan Dengan Minat Pemanfaatan Ulang Pelayanan Rawat Jalan Puskesmas Pandanaran Kota Semarang. [tesis]. Semarang: Universitas Diponegoro.
Wahyono, E. 2008. Manajemen Rumah Sakit. Surabaya:UNAIR.
Widiyawati, N. 2011. Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Pelanggan di Supermarker Papaya Darmo Surabaya. Jurnal Akutansi, Manajemen Bisnis, danSektor Publik (JAMBSP). Surabaya.
Wolper P.; Wolper, F.; Lawrence. 1987. Administrasi Layanan Kesehatan. Jakarta: Kedokteran ECG.
Yunevy, E dan Haksama, S. 2013. Analisis Kepuasan Berdasarkan Persepsi Dan Harapan Pasien Di Puskesmas Medokan Ayu Surabaya. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia. Surabaya.
Zuhdi, M. dan Najmuddin. 2004. Ber Islam : menuju keshalehan individual dan sosial. Surakarta: Lembaga Studi Islam.








