Determinan Kejadian Diare Berdasarkan Segitiga Epidemiologi Di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v3i2.1538Keywords:
Diare, Host, Agent, Environtment, Segitiga EpidemiologiAbstract
Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian diare berdasarkan segitiga epidemiologi di wilayah kerja puskesmas Antang Kota Makassar.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diare dalam kurun waktu tiga bulan terakhir yang melakukan kunjungan ke puskesmas Antang Kota Makassar yang berjumlah 32 orang. Jumlah sampel adalah 32 kelompok kasus dan 32 kelompok kontrol. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling.
Hasil: Nilai signifikansi (1) Terdapat hubungan antara faktor host (mencuci tangan) dengan kejadian diare di wilayah kerja puskesmas Antang Kota Makassar dengan nilai p-value 0,002 < 0,05 (2) Tidak terdapat hubungan antara faktor agent (E. Coli air minum) dengan kejadian diare di wilayah kerja puskesmas Antang Kota Makassar dengan nilai p-value 0,057 < 0,05. (3) Tidak terdapat hubungan faktor Environment (Jamban Sehat) dengan kejadian diare di wilayah kerja puskesmas Antang Kota Makassar dengan nilai p-value 0,131 > 0,05. (4) Terdapat hubungan antara faktor Environment (Pengolahan sampah) dengan kejadian diare di wilayah kerja puskesmas Antang Kota Makassar dengan nilai p-value 0,03 < 0,05. (5) Tidak terdapat hubungan antara faktor Environment (Saluran Pembuangan Air Limbah) dengan kejadian diare di wilayah kerja puskesmas Antang Kota Makassar dengan nilai p-value 0,448 > 0,05. (6) Faktor determinan yang paling dominan hubungannya dengan kejadian diare di wilayah kerja puskesmas Antang Kota Makassar berdasarkan hasil analisis adalah mencuci tangan dengan nilai p-value 0,006 < 0,05.
Kesimpulan: Faktor yang berhubungan paling dominan terhadap kejadian diare adalah faktor Host mencuci tangan.
References
Astria Megawati, B. L. (2018, Oktober). Determinan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Jurnal Photon.
Benny, G. (2019). Gambaran Sanitasi Lingkungan Rumah Sehat Dari Aspek Perlindungan Terhadap Penularan Penyakit Diare.
Farhah, A. S. (2019). Hubungan Sanitasi Dasar Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kelurahan Babakansari Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung Tahun 2019.
Handayani, A. (2021). Hubungan Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kabupaten Serdang Bedagai..
Haslinda. (2016). Hubungan Personal Higiene dan Kebiasaan Jajan terhadap Kejadian Demam Typhoid Pada Anak.
Henny Arwina Bangun, D. N. (2020). Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Durian Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Tekesnos
Laskar Putra Syah, N. Y. (2017, Agustus). Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lainea Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat,
Marissa, O. J. (2015). Hubungan Sanitasi Lingkungan, Sosial Ekonomi, dan Perilaku Ibu terhadap Kejadian Diare Dengan Dehidrasi Sedang Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang Kota Semarang Tahun 2015.
Nurwinda Saputri, Y. P. (2018). Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Bernung. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 10, 101-110.
Nurul Awalia, Muhammad Khidri Alwi, Ayu Puspitasari, Sitti Patimah, & Rezky Aulia Yusuf. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 1-4 Tahun Di Puskesmas Antang Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 4(2), 244–256. https://doi.org/10.33096/woph.v4i2.719
Rizcita Prilia Melvani, H. Z. (2019). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Balita Di Kelurahan Karyajaya Kota Palembang. Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan, 4.
Rohmat Suprapto, M. H. (2020, Mei). Pembiasaan Cuci Tangan Yang Baik Dan Benar Pada Siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Di Semarang. Jurnal Surya Masyarakat.
Setiati, S. (2015). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Internal Publishing.
Selviana, E. (2017). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 4-6 Tahun. Jurnal Vokasi Kesehatan
Sumantri, A. (2017). Kesehatan Lingkungan. Depok: Prenada Media Grup.
Sunarya, A. (2019). Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Tahun 2019.
Susi Hartati, N. (2018, Juni). Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rojosari Pekanbaru. Jurnal Endurance.
Thanniel, M. (2020). Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diare Pada Balita Di Kota Medan Tahun 2020. Skripsi.
Wardiah Hamzah, Fatmah Afrianty. (2020). Kejadian Diare Pada Balita Berdasarkan Teori Hendrik L. Blum. Makassar: Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar.
Yusuf, Y. S. (2020). Hubungan Cuci Tangan Sebelum Makan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Di Puskesmas Jagong, Kabupaten Pangkajene Kepulauan Tahun 2020.








