Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kematian Bayi
Analysis of Factors Associated with Infant Mortality
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v3i1.783Keywords:
BBLR, infeksi neonatus, asfiksia, kelainan kongenital, hipotermiaAbstract
Latar belakang: Masalah kesehatan di Indonesia saat ini adalah status kesehatan masyarakat yang masih rendah, antara lain ditandai dengan angka kematian bayi (AKB) yang tinggi. AKB merujuk pada jumlah bayi yang meninggal pada masa setelah kelahiran sampai bayi berusia belum mencapai 1 tahun per 1.000 kelahiran hidup.
Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri data kelahiran bayi sebanyak 888, jumlah sampel dipilih menggunakan teknik Slovin diperoleh besar sampel sebanyak 276 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square.
Hasil: ini menunjukan nilai signifikan hubungan BBLR, Infeksi Neonatus, Asfiksia dan hipotermia masing-masing sebesar 0,000 serta kelainan kongenital sebesar 0,013.
Kesimpulan: Dalam penelitian ini BBLR, Infeksi Neonatus, Asfiksia, Kelainan kongenital dan hipotermia berhubungan dengan kejadian kematian bayi di RSUD Batara Siang Kabupaten Pangkep tahun 2020. Rekomendasi penelitian ini sebaiknya rumah sakit melakukan deteksi sedini mungkin komplikasi kehamilan dan persalinan yang merupakan faktor predisposisi kematian bayi.
References
Abdullah, A.Z., M.F. Naiem, dan N.U. Mahmud. 2012. “Faktor Risiko Kematian Neonatal Dini di Rumah Sakit Bersalin.” Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional 6 (6).
Aldo, Novian. 2014. “RISET OPERASIONAL GAMBARAN DAN FAKTOR PENYEBAB KEMATIAN IBU DAN BAYI.” Jurnal Kesehatan V (2): 154–61.
Andriani, A., A. Sriatmi, dan S. Jati. 2016. “Faktor Penyebab Kematian Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Ngombol Kabuapten Purworejo (Studi Kasus Tahun 2015).” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) 4 (1): 23–33.
Dinkes Prov. Sulsel. 2017. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016. Makassar.
Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI. 2010. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial : Pedoman Teknis Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta.
Hartiningrum, Indri, dan Nurul Fitriyah. 2019. “Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Provinsi Jawa Timur Tahun 2012-2016.” Jurnal Biometrika dan Kependudukan 7 (2): 97. https://doi.org/10.20473/jbk.v7i2.2018.97-104.
Kusumawati, Dhiah Dwi, dan Tri Budiarti. 2020. “HUBUNGAN ASFIKSIA NEONATORUM DENGAN KEMATIAN NEONATAL DINI DI RSUD CILACAP TAHUN 2018” XVI (2).
Majeed, Rehana, Yasmeen Memon, Farrukh Majeed, Naheed Parveen Shaikh, dan Uzma D M Rajar. 2007. “Risk Factors of Birth Asphyxia.” Journal of Ayub Medical College, Abbottabad : JAMC 19 (3): 67–71.
Meliya, Irvina, dan Vetty Priscilla. 2013. “Gambaran Kejadian Infeksi Bayi Baru Lahir di Bagian.” NERS JURNAL KEPERAWATAN 9 (12): 95–107.
Mitayani. 2011. Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta: Salemba Medika.
Nirmala, Sefita Aryuti, R.Tina Dewi Judistiani, Sri Astuti, dan Wulan Tanti Aprianti. 2018. “Tinjauan Kasus Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal.” The Southeast Asian Journal of Midwifery 4 (2).
Prabamurti, Priyadi Nugraha, Cahya Tri Purnami, Laksmono Widagdo, dan Sigit Setyono. 2008. “Analisis Faktor Risiko Status Kematian Neonatal Studi Kasus Kontrol di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Tahun 2006.” Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia 3 (1). https://doi.org/10.14710/jpki.3.1.1-9.
Pratama, A. N. 2013. “Analisis faktor – Faktor Penyebab Kejadian Kematian Neonatus di Kabupaten Boyolali.” Jurnal Ilmu Kesehatan.
Proverawati, Atikah, dan Eni Rahmawati. 2012. Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). Yogyakarta: Nuha Medika.
Putri, W. 2019. “Faktor Ibu terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah.” Higea Journal of Public Health Research and Development 3 (1): 55–62.
Rahma, Aulia, Sri Pingit, Jurusan Statistika, Fakultas Matematika, dan Pengetahuan Alam. 2016. “Klasifikasi Risiko Infeksi pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo” 5 (1): 26–31.
RSUD Batara Siang. 2020. Rekam Medis RSBS. Pangkep.
SDGs. 2019. “Sustainable Development Goals.”
Suryanti. 2018. “Analisa Kematian Neonatal Di Kota Batam.” Jurnal Dunia Kesmas 7 (3).
Susanti, Dwi Purbandini, dan Kun Kriswiharsi. 2012. “Tinjauan deskriptif angka kematian bayi baru lahir di RS Telogorejo Semarang tahun 2008-2012.” UDiNus Repository.
Syalfina, A. D., dan S. R. Devy. 2015. “Analisis Faktor Risiko yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Asfiksia Neonatorum.” Jurnal Berkala Epidemiologi 3 (3): 265–276.
UNICEF. 2019. “Under-five mortality.” UNICEF Data: Monitoring the situation of children and women.
WHO. 2018. “Tetanus.” 2018. https://www.who.int/health-topics/tetanus/#tab=tab_1.
WHO. 2020. “Global Vaccine Action Plan 2011-2020.” 2020. https://www.who.int/immunization/global_vaccine_action_plan/GVAP_doc_2011_2020/en/.
Wulandari, Desvita Anggraini, dan Is Hadri Utomo. 2021. “Responsivitas Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar dalam Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) Dan Angka Kematian Bayi (AKB) dibKabupaten Karanganyar.” Jurnal Wacana Publik 1 (1).








