Hubungan Faktor Lingkungan dan Kejadian Stunting pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Taraweang Kabupaten Pangkep
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v3i3.981Keywords:
Stunting, Jamban, Pembuangan Sampah, Pembuangan Air LimbahAbstract
Latar Belakang: Indonesia sebagai Negara berkembang yang berada di kawasan Asia Tenggara memiliki beban ganda masalah gizi yaitu stunting. Balita yang stunting merupakan hasil dari masalah gizi kronis sebagai akibat dari asupan makanan yang kurang, ditambah dengan penyakit infeksi, dan masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan Riwayat infeksi penyakit Diare terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Taraweang kabupaten Pangkep.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan dengan jumlah sampel adalah 96 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu metode non probability sampling yaitu Purposive Sampling. Univaraitem bivariate dan multivariate analisis dengan SPSS 20.0.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara sarana ketersediaan jamban (p=0,002), sarana tempat pembuangan sampah (p=0,000) terhadap kejadian stunting, tidak ada hubungan sarana pembuangan air limbah terhadap kejadian stunting (p=0,218).
Kesimpulan: Sarana ketersedian jamban dan sarana pembuangan sampah memiliki hubungan dengan kejadian stunting. Serta, sarana pembunagan air limbah tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting.
References
Al Ihsan, Muchsin R, & Darwel. (2019). Pengaruh Sumber Air Bersih, Jamban, Dan Pola Asuh Terhadap Stunting Pada Balita Dengan Diare Sebagai Variabel Intervening. Buletin Kesehatan Lingkungan. Vol. 39 (1).
Amrul H, & Haris K. (2019). Akses ke Sarana Sanitasi Dasar sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-59 Bulan. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Politeknik Kesehatan Tanjunga Karang.
Anna D.P, Dina D.N, & Lolita S. (2015). Hubungan Kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah, Sarana Air Bersih Dan Jamban Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung Lampung Tengah. Jurnal Dunia Kesmas. Vol. 4 (3).
Aridiyah FO, Rohmawati N, Ririanty M. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan (The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas). e-Jurnal Pustaka Kesehat. 2015;3(1):163– 70.
Badriyah, L., Syafiq, A. (2017). The Association Between Sanitation, Hygiene, and Stunting in Children Under Two-Years. Makara Journal of Health Research, 21(2).
Chamilia, D & Triska, S.N. (2017). Hubungan Riwayat Penyakit Diare dan Praktik Higiene dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang, Surabaya. 243-251.
Dedi Mahyudin & Herlina S. 2020. Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan, Mengelola Air Minum dan Makanan dengan Stunting di Sulawesi Tengah. Jurusan Sanitasi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu. Journal of Public Health. Vol 3 (1).
Desyanti, Chamilia; Nindya TS. Hubungan Riwayat Penyakit Diare dan Praktik Higiene dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang, Surabaya The Relations Between Diarrheal Disease History and Hygiene Practices with Stunting Incidences Among. Amerta Nutr. 2017;243–51.
Didik. (2018). Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Fatmawati, T. Y. and Indrawati, I. 2017. Analisis Penggunaan Air Bersih, Mencuci Tangan, Membuang Tinja Dengan Kejadian Diare pada Balita, Jurnal Endurance, 2(3), pp. 294– 302.
Halim, A. L. (2018). Hubungan Faktor-faktor Risiko dengan Stunting pada Anak Usia 3-5 Tahun di TK/PAUD Kecamatan Tuminting. Diperoleh Tanggal 21 Januari 2019. Jurnal Medik dan Rehabilitasi (JMR) Vol.1 No. 2.
Hamzah B. 2020. Analisis Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Desa Muntoi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow. Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, STIKES Graha Medika. Vol 10 (1)
Haryono R, Setianingsih, S. 2014. Manfaat Asi Eksklusif Untuk Buah Hati Anda. Yogyakarta: Gosyen Publising.
Hasanah, S., Handayani, S., I. W.-K. K. dan, & 2021, U. (2021). Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Indonesia (Studi Literatur).
Herawati, Andi A, & Dina L.S. (2020). Hubungan Sarana Sanitasi, Perilaku Penghuni, dan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) oleh Ibu dengan Kejadian Pendek (Stunting) pada Batita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Baru, Samarinda. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 19 (1).
I Made Subhawa Harsa. (2019). Hubungan Antara Sumber Air Dengan Kejadian Diare Padawarga Kampung Baru Ngagelrejo Wonokromo Surabaya. Journal of Agromedicine and Medical Sciences. Vol. 5 (3).
Inamah, dkk (2021). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Stunting pada Anak Balita di Daerah Pesisir Pantai Puskesmas Tumalehu Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Terpadu. Vol 12 (2).
Kementerian Kesehatan RI, 2011. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1995/MENKES/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: KEMENTRIAN KESEHATAN RI; 2011.
Kementerian Kesehatan RI, 2017. INFODATIN Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Situasi Balita Pendek. Jakarta Selatan
Kementerian Kesehatan RI, 2018. "Buku saku pemantauan status gizi. Buku Saku Pemantauan Status Gizi " 7–11.
Kementerian Kesehatan RI, 2018. "Data dan Informasi profil Kesehatan Indonesia".
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Situasi dan Analisis ASI Ekslusif. Jakarta: Infodatin.
Lindayani, 2013, Diare Pada Balita di Desa Ngunut Kabupaten Tulungagung, http://journal.unair.ac.id
Mariana, R., Nuryani, D. D., & Angelina, C. (2021). Hubungan sanitasi dasar dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Yosomulyo kecamatan Metro pusat kota Metro tahun 2021 | Journal Of Community Health Issues. Journal of community health issues, 1(1).
Maryunani, 2010, Ilmu Kesehatan Anak, Jakarta : CV. Trans Info Media.
Mawaddah M, Mursid R, & Nikie A. Y. D. (2016). Analisis Spasial Hubungan Kualitas Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kecamatan Genuk Kota Semarang. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro.
Mubarak, Chayatin, 2009, Ilmu Kesehatan Masyarakat (Aplikasi dan Teori), SalembaMedika, Jakarta.
Murwanto, (2017). Faktor Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SMP. Jurnal Kesehatan. Volume VII, Nomor 2, Agustus 2017, hlm 269-276.
Nuarsa, I.W., 2005. Menganalisis Data Spasial dengan Arc View GIS 3.3 untuk Pemula. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Patimah, S., Sharief, S. A., Nukman, N., & Yusuf, R. A. (2022). Peningkatan Literasi Gizi-Kesehatan Perempuan sebagai Upaya Pencegahan Malnutrisi pada Kelompok Rawan Gizi di Level Keluarga: Improving Women's Nutrition-Health Literacy as an Effort to Prevent Malnutrition on Vulnerable Groups at the Family Level. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 7(4), 580-586.
Nurdin, I. 2018. Hubungan Memotong Kuku dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di Sekolah dengan Kejadian Diare pada Siswa Kelas IX di SMPN 36 Kelurahan Rapak Dalam Samarinda Seberang. Skripsi. Kalimantan Timur: Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.
Permenkes, 2014, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Jakarta.
Picauly, I. & Toy S. M. 2013. Analisis Determinan Dan Pengaruh Stunting Terhadap Prestasi Belajar Anak Sekolah Di Kupang Dan Sumba Timur, NTT. Jurnal Gizi dan Pangan, Maret 2013, 8(1): 55-62.
Prasetyo. D.S. 2009. Asi Ekslusif Pengenalan, Praktek dan Manfaat-manfaatnya, Diva Press, Yogyakarta.
Priyoto. 2015). Perubahan dalam perilaku kesehatan konsep dan aplikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu
Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. 2018. “Buletin Jendela Data Dan Informasi Kesehatan.” Kementerian Kesehatan RI 56.
Rahayu, B., & Darmawan, S. (2019). Hubungan Karakteristik Balita, Orang Tua, Higiene dan Sanitasi Lingkungan terhadap Stunting pada Balita. Binawan Journal, 22–27.
Rahayu, R. M., Pamungkasari, E. P., & Wekadigunawan, C. S. P. (2018). The Biopsychosocial Determinants of Stunting and Wasting in Children Aged 12-48 Months. Journal of Maternal and Child Health, 2, 105–118.
Retno Hestiningsih, dkk. (2019). Hubungan Antara Kebersihan Diri Dan Praktik Higiene Penjual Dengan Keberadaan Escherichia Coli Pada Nasi Rames Di Pasar Tradisional Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Volume 7 (4).
Riane Wulandari, dkk (2015). Pembiasaan Perilaku Personal Hygiene Oleh Ibu Kepada Balita (Usia 3-5 Tahun) Di Kelurahan Derwati. Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol.4 (1).
Ridha, Hidayat. 2014. Hubungan Perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) di SD 005 dan SD 006 dengan kejadian diare Wilayah kerja Puskesmas Bangkinang Kota.Jurnal Keperawatan Stikes Tuanku Tambusai Riau Vol 5, ed 2
Siti Aisah, dkk (2019). Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan. Universitas Respati Yogyakarta.
Siti Aisah, dkk. (2019). Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan. Universitas Respati Yogyakarta.
SJMJ, S. A. S., Toban, R. C., & Madi, M. A. (2020). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 448-455.
Soeracmad, Y. S. Y. (2019). Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Puskesmas Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2019. J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 138-150.
Sukmawati, Urwatil W.A, & Hasmia. (2021) Hubungan Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Kurma. Journal Peqguruang Conference Series. Vol 3 (2).
Supariasa, dkk. 2002. “Penilaian Status Gizi”. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Supariasa. 2012. Pendidikan Dan Konsultasi Gizi. Jakarta : EGC.
Sutriyawan, A., Kurniawati, r. D., Rahayu, S., & Habibi, J. (2020).
Hubungan Status Imunisasi dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting Pada Balita: Studi Retrospektif. Journal Of Midwifery, 8(2), 1-9.
Syarfaini, Raodhah S., Sukarni. 2015. Pengaruh Pemberian Otak-Otak Ikan Kembung Jantan (Rastrelliger kanagurta) Substansi Rumput Laut (Eucheuma spinosum) Terhadap Ibu Hamil KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Public Health Science JournalVolume 8, Nomor 1
Torlesse, H., Cronin, A. A., Sebayang, S. K., & Nandy, R. (2016). Determinants Of Stunting In Indonesian Children: Evidence From A Cross-Sectional Survey Indicate A Prominent Role For The Water, Sanitation And Hygiene Sector In Stunting Reduction. BMC Public Health, 16(1), 1–12.
Uliyanti, Tamtomo, D. G. & Anantanyu, S. 2017. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan. J. Vokasi Kesehat. 3, 67–77
WHO, 2013. “Nutriotion Landscape Information System Country Profile Indicators”. Interpretation Guide. Geneva: World Health Organization.
World Health Organisation (WHO). 2012. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). New York : Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).








