Kepuasan Seksual Pasangan Suami Istri Pada Pengguna Alat Kontrasepsi Metode Operatif Pria (Mop) Di Kabupaten Soppeng
DOI:
https://doi.org/10.52103/jmch.v3i3.988Keywords:
Metode Operatif Pria (MOP), Kepuasan Seksual, Alat KontrasepsiAbstract
Latar Belakang: Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan informasi secara mendalam menganalisis dan mengkaji mengenai kepuasan seksual pasangan suami istri pada pengguna alat kontrasepsi metode operatif pria (MOP) Di Kabupaten Soppeng.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bermaksud untuk mengeksplorasi mengenai kepuasan seksual pasangan suami istri pada pengguna Metode Operatif Pria (MOP) secara observasi Indepth Interview dan dokumentasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Informan dalam penelitian ini sebanyak 3 informan. Informan biasa adalah pria pengguna MOP berjumlah 5 informan, informan pendukung adalah istri pengguna MOP berjumlah 5 dan informan kunci adalah kepala Dinas BKKN Kab. Soppeng. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan menentukan kriteria-kriteria tertentu.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Aktivitas seksual pasangan suami istri setelah menggunakan MOP, lebih meningkat dengan durasi yang lebih lama. (2) Gairah seksual pasangan suami istri setelah menggunakan MOP lebih meningkat dan bervariatif dari sebelumnya dengan rangsangan yang mendalam dan stamina yang lebih. (3) Psikologis pasangan suami istri setelah menggunakan MOP hanya terganggu di awal penggunaan karena efek samping dari penggunaan MOP yang menimbulkan kekhawatiran, setelah suami menggunakan MOP dalam waktu lama pasangan menjadi lebih nyaman dan rileks dalam berhubungan seksual.
Kesimpulan: bahwa aktivitas seksual dan gairah seksual yang dirasakan informan lebih meningkat setelah menggunakan MOP, psikologis dari informan juga hanya merasakan ketakutan diawal penggunaan, setelah lama kelamaan tidak ada masalah yang mereka rasakan
References
Agus Subagyo, 2016. Strategi Peningkatan Pelayanan Program Keluarga Berencana (KB) Pria Di Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan. Tesis. Program Magister Manajemen, Stie Widya Wiwaha, Yogyakarta.
Astuti, E. (2020). Komparasi Kepuasan Seksual Antara Pemakai Akdr Dan Suntik 3 Bulan. Jurnal Keperawatan, 9(1), 45–51. https://doi.org/10.47560/kep.v9i1.209
Cut Finola. 2016. Analisis Faktor Yang Memengaruhi Keikutsertaan Suami Dalam Memilih Alat Kontrasepsi Metode Operasi Pria (Mop) Di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatera Utara. Medan (Tesis).
Desra, E. R., 2011. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Pria dalam Vasektomi di Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan, Pogram D-IV Pendidik Fakultas Keperawatan USU, Medan.
Katmini, K. (2020). Determinan Kesehatan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Pencapaian Kontak Minimal 4 Kali Selama Masa Kehamilan (K4). Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan TradisionalAstuti, E. (2020). Komparasi Kepuasan Seksual Antara Pemakai Akdr Dan Suntik 3 Bulan. Jurnal Keperawatan, 9(1), 45–51. Https://Doi.Org/10.47560/Kep.V9i1.209, 5(1), 29–35. https://doi.org/10.37341/jkkt.v5i1.137
Khotari, P. 2001. Common Sexual Problems and Solution. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama
Khotima FN. 2011. Hubungan pengetahuan dan sikap istri dengan pemilihan kontrasepsi vasektomi pada pasangan usia subur [Skripsi]. Semarang: UNDIP.
Khotimah, Khusnul. 2017. Hubungan Antara Kepuasan Seksual Dengan Kebahagiaan Pernikahan Pada Dewasa Madya. Skripsi. Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi Dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Surabaya
Kuntoro, 1994, Pengetahuan dan Sikap Pria Terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi Vasektomi, Surabaya, Lembaga Penelitian Universitas Airlangga.
Manuaba, dkk, 2002. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan KB Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
Mir’atul Fikri, dkk. 2013. Pengaruh Vasektomi terhadap Fungsi Seksual Pria. Jurnal e-Biomedik. Vol 1 (1).
Mulyani, Nina Siti dan Mega Rinawati. 2013. Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi. Yogyakarta: Numed
Notodihardjo, Riono. 2002. Reproduksi Kontrasepsi dan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Kansius
Papalia, D. E., Olds, S. & W. Feldman D. R. 2008. Human Development:Psikologi Perkembangan. Edisi ke 9. Jakarta: Kencana.
Pujols, Y. Meston, C. M. & Seal, B. N. 2010. The Between Kepuasan Seksualand Body Image in Women.
Ratmina, 2011, Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi Vasektomi Pada Pria PUS Di Kabupaten Deli Serdang, Tesis USU.
Sutinah, S. (2017). Partisipasi laki-laki dalam program Keluarga Berencana di era masyarakat postmodern. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 30(3), 290. https://doi.org/10.20473/mkp.v30i32017.290-299
Tiurminta, 2014. Prilaku Aseptor Vasektomi dan Dukungan Keluarga Di Wilayah Kerja Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir, Tesis USU.
Wati, 2013. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Jenis Kontrasepsi yang Digunakan Pada Pasangan Usia Subur. Skripsi Undip, Semarang.
Yuhedi, Lucky Taufika dan Titik Kurniawati. 2013. Kependudukan dan Pelayanan KB. Jakarta: EGC








