Faktor Risiko Ketidakpatuhan Pengobatan Penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Rangas Kabupaten Mamuju

Authors

  • Syafruddin Syafruddin Puskesmas Rangas Kabupaten Majene
  • Fatma Afrianty Gobel Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Arman Arman Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jmch.v3i3.995

Keywords:

TB Paru, Pengetahuan, PMO, Akses

Abstract

Latar Belakang: Angka drop out (tidak patuh berobat) yang tinggi, pengobatan tidak adekuat, dan resistensi terhadap Obat Anti Tuberculosis (OAT) merupakan kendala utama yang sering terjadi dalam pengendalian TB dan merupakan tantangan terhadap program pengendalian TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor risiko ketidakpatuhan penderita TB Paru dalam pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rangas Kabupaten Mamuju.

Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penelitian observasional analitik dengan menggunakan studi kasus kontrol dengan besar sampel sebanyak 111 orang yang terdiri atas 37 orang untuk kelompok kasus dan 74 orang untuk kelompok kontrol dengan perbandingan kasus kontrol 1:2. teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat (Odds Ratio).

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (OR=2,472; 95%CI=1,047-1,058), motivasi (OR=4,392; 95%CI=1,795-10,742), PMO (Dukungan Keluarga) (OR=2,781 ;95%CI=1,229–6,291) dukungan petugas kesehatan (OR=1,28; 95%CI=0,349-3,644 dan akses ke fasilitas kesehatan (OR=1,609); 95%CI=0,670-3,864) merupakan faktor risiko terhadap ketidakpatuhan pengobatan TB Paru di Puskesmas Rangas Kabupaten Mamuju.

Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor risiko yang bermakna terhadap kepatuhan pengobatan TB Paru adalah pengetahuan, motivasi, PMO (dukungan keluarga). Sedangkan dukungn petugas kesehatan dan akses ke fasilitas kesehatan merupakan faktor risiko yang tidak bermakna terhadap kepatuhan pengobatan TB Paru. Untuk meningkatkan motivasi pasien maka diperlukan peran serta dukungan keluarga dan petugas kesehatan agar motivasi pasien selalu terjaga dalam mematuhi pengobatan TB Paru yang sementara penderita jalani.

References

Bagiada, I. M. and Primasari, N. L. P. (2019) ‘Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Ketidakpatuhan Penderita’, Jurnal Penyakit Dalam, 11(3), pp. 158–163.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (2017a) Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. Sulawesi Barat.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (2017b) Rencana Strategis Dinas Kesehatan tahun 2017-2022. Sulawesi Barat.

Friedman (2010) Buku Ajar Keperawatan keluarga : Riset, Teori, dan Praktek. 5th edn. Jakarta: EGC.

H, S., Humaidi, F. and Anggarini, D. R. (2020) ‘Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tbc Regimen Kategori I Di Puskesmas Palengaan’, Jurnal Ilmiah Farmasi Attamru, 1(1), pp. 7–14. doi: 10.31102/attamru.v1i1.917.

Mathofani, P. E. and Febriyanti, R. (2020) ‘Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis ( TB ) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Serang Kota Tahun 2019 The Factors Associated With The Incidence Of Pulmonary Tuberculosis In The Working Area Of Serang City Health Center 2019’, Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12, pp. 1–10.

Notoatmodjo, S. (2012) Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Rajagukguk, A. H. M. (2019) Program studi s2 ilmu kesehatan masyarakat institut kesehatan helvetia medan 2019.

Sarwani, D. (2012) ‘Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas’, Obesitas Sentral Dan Kadar Kolesterol Darah Total, 9(1), pp. 37–43.

Ulfah, U. et al. (2018) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Pada Penderita Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Cipunegara Subang’, The Indonesian Journal of Infectious Diseases, 4(1). doi: 10.32667/ijid.v4i1.44.

Widodo, S. E. (2015) Manajemen Pengembangan Sumberdaya Manusia. 2nd edn. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Winarni, L. M. et al. (2019) ‘Faktor-Faktor Mempengaruhi Ketidakpatuhan Minum Puskesmas Gembor Kota Tangerang Dosen Program S1Keperawatan STIKesYatsi Tangerang M ahasiswa program S1 Keperawatan STIKes Yatsi Tangerang Pendahuluan Dalam laporan Tuberkulosis Global 2015 yang dinyatakan o’, VIII(1), pp. 19–32.

Wulandari, D. (2015) ‘Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Tahap Lanjutan Untuk Minum Obat di RS Rumah Sehat Terpadu Tahun 2015’, Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 2(1), pp. 17–28.

Downloads

Published

2022-07-20

How to Cite

Syafruddin, S., Gobel, F. A., & Arman, A. (2022). Faktor Risiko Ketidakpatuhan Pengobatan Penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Rangas Kabupaten Mamuju. Journal of Muslim Community Health, 3(3), 134–143. https://doi.org/10.52103/jmch.v3i3.995

Issue

Section

Articles