Pengaruh Infill Angle Pada Proses 3D Printing FDM terhadap Tensile Strength Material PLA+
Keywords:
3D printing, FDM, infill angle, Kekuatan Tarik, PLAAbstract
Di era mesin pintar ini, perkembangan teknologi di dunia industri manufaktur terus maju dan berkembang dengan pesat salah satunya adalah teknologi 3D printing. 3D printing merupakan salah satu teknologi dalam revolusi industri 4.0 yang objek dibuat dan dibentuk dengan menggunakan proses manufaktur aditif. Metode FDM adalah proses yang kompleks, banyak parameter pencetakan 3D mempengaruhi sifat mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infill angle terhadap kekuatan tarik material PLA+ dari hasil proses 3D printing metode teknik FDM. Spesimen pengujian dicetak berdasarkan standar ASTM D638 Tipe IV. Terdapat 9 sampel yang diuji, masing-masing terdiri dari tiga sampel dalam satu variasi infill angle (0°, 45°, dan 90°) pencetakan 3D. Pengujian tarik dilakukan dengan menggunakan mesin uji tarik Universal Material Testing Instrument Tensilon RTF-2425. Eksperimen ini meneliti sifat-sifat tarik utama: kekuatan tarik, regangan, dan modulus Young. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa infill angle memiliki pengaruh terhadap kekuatan tarik produk material PLA+ yang dihasilkan melalui proses 3D printing FDM. Kekuatan tarik rata-rata tertinggi didapatkan pada spesimen dengan infill angle 90° sebesar 45.99 MPa, diikuti infill angle 45° sebesar 41.91 MPa, dan infill angle 0° menghasilkan nilai kekuatan tarik rata-rata terendah yakni 41.12 MPa.