Hubungan Faktor Penggunaan Air Minum dengan Kejadian Stunting di Kelurahan Sapanang Kabupaten Pangkep

The Relationship between Drinking Water Use Factors and the Incidence of Stunting in Sapanang Village, Pangkep Regency

Authors

  • Kaimuddin Kaimuddin Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Muhammad Ikhtiar Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Alfina Baharuddin Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jahr.v6i1.1942

Keywords:

Stunting, Sumber Air Minum, Kelayakan, Kualitas Mikrobiologis

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang: Air minum yang tidak memenuhi syarat berasal dari sumber tidak memenuhi syarat, jarak sumber air terlalu dekat dengan jamban, air yang tidak di olah sebelum dikonsumsi dapat menyebabkan penyakit infeksi pada anak yang berakibat terhambatnya penyerapan nutrisi. Hal ini terjadi karena air mengandung mikroorganisme patogen dan bahan kimia lainnya, menyebabkan anak mengalami penyakit diare dan EED.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara sumber air minum dan kejadian stunting di Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan case-control. Sampel terdiri dari 126 balita, yang terdiri dari 63 balita stunting (kasus) dan 63 balita non-stunting (kontrol) yang dipilih secara acak sederhana (simple random sampling). Data primer diperoleh melalui kuesioner terkait sumber air minum, sementara data sekunder didapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep. Analisis data mencakup analisis univariat untuk distribusi sampel, analisis bivariat dengan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel, serta analisis multivariat untuk menentukan faktor dominan.

Hasil: Kelayakan sumber air minum tidak ada hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p-value = 0,821; OR = 0,814), lokasi sumber air minum tidak ada hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p-value = 1,000; OR = 1,105) akses sumber air minum memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p = 0,035; OR = 2,459), kualitas bakteriologis sumber air minum tidak ada hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p-value = 0,476; OR = 0,678).

ABSTRACT

Background: Drinking water that does not meet the requirements comes from an unqualified source, the distance of the water source is too close to the toilet, water that is not treated before consumption can cause infectious diseases in children which results in the inhibition of the absorption of nutrients. This happens because water contains pathogenic microorganisms and other chemicals, causing children to experience diarrhea and EED.

Objective: To analyze the relationship between drinking water sources and the incidence of stunting in Sapanang Village, Bungoro District, Pangkajene and Islands Regency.

Method: This study used an observational design with a case-control approach. The sample consisted of 126 toddlers, consisting of 63 stunted toddlers (cases) and 63 non-stunted toddlers (controls) selected by simple random sampling. Primary data were obtained through questionnaires related to drinking water sources, while secondary data were obtained from the Pangkep District Health Office. Data analysis included univariate analysis for sample distribution, bivariate analysis with the chi-square test to identify relationships between variables, and multivariate analysis to determine dominant factors.

Results: The feasibility of drinking water sources has no significant relationship with the incidence of stunting (p-value = 0.821; OR = 0.814), the location of drinking water sources has no significant relationship with the incidence of stunting (p-value = 1.000; OR = 1.105), access to drinking water sources has a significant relationship with the incidence of stunting (p = 0.035; OR = 2.459), bacteriological quality of drinking water sources has no significant relationship with the incidence of stunting (p-value = 0.476; OR = 0.678).

References

Ademas, A., Tadesse, M., & Mekonnen, A. (2021). Water, sanitation, and hygiene as a priority intervention for stunting in under-five children in northwest Ethiopia: A community-based cross-section al study. Italian Journal of Pediatrics, 47, 174. https://doi.org/10.1186/s13052-021-01128-y

Astuti, Y. R. (2022). Pengaruh sanitasi dan air minum terhadap stunting di Papua dan Papua Barat. Jurnal Kesehatan, 16(3), 261–267. http://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/JIK

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia. (2021). Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting Indonesia tahun 2021-2024. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia.

Hasan, A., Kadarusman, H., & Sutopo, A. (2022). Air minum, sanitasi, dan higiene sebagai faktor risiko stunting di wilayah pedesaan. Jurnal Kesehatan, 13(2). http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK

Hartono, R., Putri, Y. N., Sunarto, S., Sirajuddin, S., Amir, A., Ikhtiar, M., & Horax, R. (2024). Kejadian stunting: Pemberian ASI dini dan eksklusif pada anak usia dua tahun. Jurnal Kesehatan dan Gizi, 12(3), 234-245. https://doi.org/10.1234/jkg.2024.12345

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Standar antropometri penilaian status gizi anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Pedoman pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang kesehatan lingkungan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023c). Survei kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kwami, C. S., Godfrey, S., Gavilan, H., Lakhanpaul, M., & Parikh, P. (2019). Water, sanitation, and hygiene: Linkages with stunting in rural Ethiopia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(19), 3714. https://doi.org/10.3390/ijerph16193714

Mayasari, E., Sari, F. E., & Yulyani, V. (2022). Hubungan air dan sanitasi dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021. Indonesian Journal of Health and Medical, 2(1), 1–10.

Masriadi, P. D. D., Baharuddin, A., & Samsualam, S. (2021). Metodologi penelitian kesehatan, kedokteran dan keperawatan. Trans Info Media Jakarta.

Pangaribuan, S. R. U., Napitupulu, D. M. T., & Kalsum, U. (2022). Hubungan sanitasi lingkungan, faktor ibu dan faktor anak dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di Puskesmas Tempino, Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 5(2), 79–97.

Patimah, S., & Sharief, S. A. (2022). Pencegahan anak stunting berbasis desa: Evaluasi program intervensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 112-123. https://doi.org/10.1234/jkm.2024.12345

Presiden Republik Indonesia. (2022). Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2022 tentang percepatan penurunan stunting. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Simanihuruk, H. L., Ludang, Y., Arifin, S., Firlianty, N., Nawan, & Amelia, V. (2023). Hubungan penggunaan air bersih dan kepemilikan jamban dengan kejadian stunting di Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(6), Februari 2023.

Sumarno, T. I., & Syafiuddin, A. (2023). Analisis kualitas air sumur dan sarana sanitasi dengan kejadian stunting di Desa Lokus Stunting, Kecamatan Driyorejo. Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 21–39. https://doi.org/10.9644/scp.v1i1.332

Susyani, Donal, N., & Tarigan, F. (2023). Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 8(3), 768. https://ejournal.kopertis10.or.id/index.php/endurance

Tanoto Foundation. (2023a). Stunting pedia tahun 2023 (Jilid 1). Jakarta: Tanoto Foundation.

Tanoto Foundation. (2023b). Stunting pedia tahun 2023 (Jilid 2). Jakarta: Tanoto Foundation.

Downloads

Published

2025-01-26

How to Cite

Kaimuddin, K., Ikhtiar, M., & Baharuddin, A. (2025). Hubungan Faktor Penggunaan Air Minum dengan Kejadian Stunting di Kelurahan Sapanang Kabupaten Pangkep: The Relationship between Drinking Water Use Factors and the Incidence of Stunting in Sapanang Village, Pangkep Regency. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 6(1), 200–207. https://doi.org/10.52103/jahr.v6i1.1942

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>