Implementasi Percepatan Penurunan Kejadian Stunting di Kota Malili Menurut Peraturan Bupati Luwu Timur 2022
Implementation of Acceleration of Stunting Reduction in Malili City According to East Luwu Regent Regulation 2022
DOI:
https://doi.org/10.52103/jahr.v5i1.1800Keywords:
Implementasi, Kebijakan, StuntingAbstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Masalah gizi pada balita masih menjadi tantangan utama dalam kependudukan, salah satunya adalah stunting. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah menetapkan kebijakan percepatan penurunan stunting dengan menekankan pada intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilakukan secara terpadu, holistik, integratif, dan berkualitas. Upaya ini melibatkan kerja sama multisektor di tingkat pusat, daerah, dan desa.
Tujuan: Untuk menganalisis secara mendalam implementasi percepatan Penurunan Kejadian Stunting di Kota Malili Menurut Peraturan Bupati Luwu Timur 2022.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi implementasi percepatan penurunan stunting melalui indepth interview, observasi dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dipilih melalui purposive sampling terhadap 1 orang sebagai informan kunci, dan 9 orang sebagai informan biasa.
Hasil: Kebijakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk mempercepat penanggulangan stunting, yaitu Peraturan Bupati Luwu Timur tahun 2022, didukung oleh keputusan-keputusan lain yang terkait. Peraturan ini bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting di wilayah tersebut dan telah mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Sumber daya manusia telah dimanfaatkan secara efektif dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah lintas sektor. Dana serta sarana dan prasarana yang mendukung peraturan ini cukup untuk tingkat desa, meskipun masih perlu peningkatan di kelurahan. Pendanaan untuk percepatan penurunan stunting berasal dari APBD Kabupaten Luwu Timur. Pelaksanaan kebijakan di Kecamatan Malili telah berjalan dengan baik. Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan masyarakat, khususnya keluarga dengan balita, tentang kesehatan. Dampak positif dari kebijakan ini adalah penurunan kasus stunting dan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi bagi ibu dan balita.
ABSTRACT
Background: Nutrition problems in children under five are still a major challenge in population, one of which is stunting. To address this problem, the government has established a policy to accelerate stunting reduction by emphasizing specific and sensitive interventions that are carried out in an integrated, holistic, integrative, and quality manner. This effort involves multisectoral cooperation at the central, regional, and village levels.
Objective: To analyze in depth the implementation of accelerating the reduction of stunting incidence in Malili City according to the East Luwu Regent Regulation 2022.
Method: The research method used is descriptive qualitative to explore the implementation of accelerated stunting reduction through in-depth interviews, observation and documentation. Data collection techniques through in-depth interviews were selected through purposive sampling of 1 person as a key informant, and 9 people as ordinary informants.
Results: The East Luwu District Government's policy to accelerate stunting reduction, the East Luwu Regent Regulation 2022, is supported by other related decisions. This regulation aims to reduce the prevalence of stunting in the region and has received positive feedback from the community. Human resources have been utilized effectively by involving various regional apparatus organizations across sectors. Funds and facilities and infrastructure to support this regulation are sufficient at the village level, although improvements are needed in the kelurahan. Funding to accelerate stunting reduction comes from the East Luwu Regency APBD. Policy implementation in Malili sub-district has been going well. The main challenge faced is the lack of knowledge of the community, especially families with children under five, about health. The positive impact of this policy is a decrease in stunting cases and increased community understanding of the importance of nutrition for mothers and toddlers.
References
Adhi, D. A., Rini, P. S., & Sari, M. I. (2021). Peran kader Posyandu dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik pemberian MPASI optimal pada ibu balita di Kabupaten Klaten. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 10(2),
Annissa Faradilla, Nurmiati Muchlis, Reza Aril Ahri. 2022 . Kajian Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Moncongloe Kabupaten Maros. https://pascaumi.ac.id/index.php/jmch/article/download/1321/1512/5848
Astutik, Rahfiludin, M.Z., & Aruben, R. 2018. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Gabus II Kabupaten Pati Tahun 2017). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 6(1):409-418.
Ayustawati. 2019. Kehamilan. Bali: Informasi Medika.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. 2018. Angka Balita Stunting Bulan September Tahun 2018. Jember: Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.
Dahlia, Eny Arlini Wello, dkk. 2021. Literature Review Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Stunting pada Anak Balita https://fmj.fk.umi.ac.id/index.php/fmj/article/download/70/66/
Fatimah, N.S.H., & Wirjatmadi, R.B. 2018. Tingkat Kecukupan Vitamin A, Seng dan Zat Besi serta Frekuensi Infeksi pada Balita Stunting dan Non Stunting. Jurnal Media Gizi Indonesia, 13(2):168-175.
Febrian F, Yusran R. 2021. Koordinasi dalam Implementasi Kebijakan Pencegahan Stunting di Kota Padang. Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik; 3(1): hal 11-21
Hapsari, W. 2018. Hubungan Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Ibu tentang Gizi, Tinggi Badan Orang Tua dan Tingkat Pendidikan Ayah dengan Kejadian Stunting pada Anak Umur 12-59 Bulan. Dipublikasikan. Skripsi. Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Imelda., Rahman N., & Nur R. 2018. Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Umur 2-5 Tahun di Puskesmas Biromaru. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 2(1): 39-43.
Indriani, D., Dewi, Y.L.R., Murti, B., & Qadrijati, I. 2018. Prenatal Factors Associated with the Risk of Stunting: A Multilevel Analysis Evidence From Nganjuk, East Java. Jorunal Of Maternal and Child Health, 3 (4): 294-300.
Kementerian Kesehatan RI. 2014a. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA.
Kementerian Kesehatan RI. 2018b. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2017. Jakarta : Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.
Kementerian Kesehatan RI. 2018c. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. 2018d. Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 2018. Profil Anak Indonesia 2018. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Masrona, & Ainy, U. (2021). Implementasi Program Inovasi "Payung Penting" dan "Gaya Puspaku" di Puskesmas Pakem, Kabupaten Sleman. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 25(2), 127-134.
Nur Lela, Haeruddin, Andi Rizki Amelia.2022. Hubungan Penggunaan Dana Desa dengan Penurunan Kasus Stunting di Desa Sumillan Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. http://repository.umi.ac.id/5577/1/1421-Article%20Text-6298-1- 10-20230224.pdf
Nabila Maulidiana Andi Husni Esa Darussalam,Rachmat Faisal Syamsu.2024. Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Puskesmas Madello Kab.Barru 2024. https://fmj.fk.umi.ac.id/index.php/fmj/article/ download/405/263/
Norsanti. 2021. Efektivitas program percepatan penurunan stunting di kecamatan batumandi kabupaten balangan (Studi Kasus Pada Desa Mampari dan Desa Banua Hanyar). Jurnal Administrasi Publik dan Pembangunan; Vol.3: hal 10 – 21.
Notoatmodjo, S. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Pormes, W.E., Rompas, S., & Ismanto, A.Y. 2014. Hubungan Pengetahuan Orang Tua tentang Gizi dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Malaekat Pelindung Manado. Jurnal Keperawatan, 2(2):1-6.
Nurbudiwati, Kania I., Purnawan R.A., Mufti I. 2020. Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Stunting di Kabupaten Garut. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara; 7(2): 333-49.
Purwati, S. R., Mahanani, S. R., & Utami, S. D. (2018). Peran kader kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Wates Kabupaten Kediri. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 144-150.
Putri, Reza Aril Ahri. 2022. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kota Makassar.
Saputri RA. 2019. Upaya pemerintah daerah dalam penanggulangan stunting di provinsi kepuluan Bangka Belitung. Jurnal dinamika pemerintahan; 2(2): hal 152-68.
Saragih, B. (2018). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Kunjungan Posyandu pada Balita di Desa Pagarbatu Kecamatan Sibolangit Kabupaten Simalungun. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 117- 122.
Sastrawan, W., Widiyanti, H., & Marliandini, R. (2020). Efektivitas Program Si Mamah Riang Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Primigravida Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI Di Wilayah Puskesmas Kota Padang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(4), 347-353.
Satriawan, E. 2018. Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018- 2024. Jakarta: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Journal of Aafiyah Health Research (JAHR)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










