Peran Desa Dalam Pencegahan Dan Penurunan Stunting Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2021 Di Desa Mattiro Tasi Kabupaten Pinrang

The Role of Villages in Preventing and Reducing Stunting Based on Regent Regulation Number 27 of 2021 in Mattiro Tasi Village, Pinrang Regency

Authors

  • Rahma Muis Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Reza Aril Ahri Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Andi Surahman Batara Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jahr.v5i1.1772

Keywords:

Stunting, Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2021, Peran Desa

Abstract

Abstrak

Implementasi dianggap sebagai wujud utama dan tahap yang sangat menentukan dalam proses kebijakan, untuk mengatasi permasalahan Stunting pemerintah telah menetapkan kebijakan percepatan penurunan stunting dengan fokus pada setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitive yang dilaksanakan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten, TPPS Kecamatan dan TPPS Desa. Hal ini sesuai dengan peraturan Bupati Pinrang No. 27 Tahun 2021 tentang perubahan atas peraturan Bupati nomor 21 Tahun 2020 tentang peran desa dalam pencegahan dan penurunan stunting. Oleh karena itu, peneliti termotivasi untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai bagaimana peran desa dalam pencegahan dan penurunan stunting berdasarkan peraturan Bupati nomor 27 Tahun 2021 di desa Mattiro Tasi Kabupaten Pinrang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif deskriptif. Data di peroleh dari 8 informan melalui indepth-interview. Penelitian ini memberikan informasi terkait; Input di mana di jelaskan Peraturan bupati (regulasi), Sumber Daya Manusia dalam pencegahan dan penurunan stunting, Sarana dan prasarana pencegahan dan penurunan stunting, Sumber pendanaan. Proses dimana melihat tugas tim percepatan penurunan stunting, Peran desa, tanggung jawab, dan kewenangan pemerintah desa dalam pencegahan dan penurunan stunting, program khusus dalam pencegahan penurunan stunting, monitoring dan evaluasi dalam pencegahan dan penurunan stunting. Output yang terdiri dari angka prevalensi stunting turun dan sistem pelaporan dan pemantauan stunting dengan mengutamakan inovasi Kolase Pro Insting dan pemberian makanan tambahan tetapi di desa MattiroTasi dengan melibatkan peran serta masyarakat ke posyandu dapat meningkatkan capaian dan prevalensi stunting dapat menurun.

Abstract

Implementation is the main form and a decisive stage in the policy process. To overcome the problem of stunting, the government has established a policy to accelerate stunting reduction with a focus on every effort that includes specific interventions and sensitive interventions implemented by the Regency Stunting Reduction Acceleration Team (TPPS), TPPS District and Village TPPS. This follows Pinrang Regent regulation no. 27 of 2021 concerning amendments to Regent's regulation number 21 of 2020 concerning the role of villages in preventing and reducing stunting. Therefore, researchers are motivated to obtain accurate information regarding the role of villages in preventing and reducing stunting based on Regent's regulation number 27 of 2021 in Mattiro Tasi village, Pinrang Regency. This research is a descriptive qualitative type of research. Data was obtained from 8 informants through in-depth interviews. This research provides related information; The input explains the regent's regulations (regulations), Human Resources in preventing and reducing stunting, Facilities, and infrastructure for preventing and reducing stunting, and sources of funding. The process looks at the tasks of the stunting reduction acceleration team, the village's role, the village government's responsibility and authority in preventing and reducing stunting, special programs in preventing stunting reduction, and monitoring and evaluation in preventing and reducing stunting. The output consists of decreasing stunting prevalence rates and a stunting reporting and monitoring system that prioritizes Pro Instinct Collage innovation and providing additional food. However, in MattiroTasi village, by involving community participation in posyandu, achievement can be increased, and stunting prevalence can be reduced.

References

Agus, dkk. (2015). Implementasi kebijakan publik, konsep dan aplikasinya di Indonesia. Gawa Media.

Akib, H. (2010). Guru Besar Ilmu Administrasi Universitas Negeri Makassar. Jurnal Administrasi Publik, Volume 1 No. 1 Thn. 2010.

Arman, Reza Aril Ahri, N. (2021). .Integrasi Budaya Lokal an Program Pelayanan Kesehatan dalam Penanganan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, Volume 12N. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.3386/ sf12101

Arumsari, w. (2022). evaluasi pelaksanaan program pencegahan stunting di era pandemi covid 19. Manajemen Kesehatan Indonesia, 82–94.

Aryastami. (2017). (2017). Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia.Buletin Penelitian Kesehatan, 45(4), 233–240.

Asrini Safitri, Sri Wahyuni Gayatri, I. D. K. (2021). Tatalaksana Gizi Pada Ibu Hamil Untuk Mencegah Risiko Stunting Pada Anak Di Puskesmas Jongaya. Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia. Vol 2 No.1 (Maret, 2021); e-ISSN 2745-4495.

Ayuningtyas. (2018). (2018). Analisis Kebijakan Kesehatan: Prinsip dan Aplikasi (1st ed.). Depok: Rajawali Pers.

Buku saku. (2020). Buku Saku Standar Antropometri Balita. Kementerian.

Damayanti. (2021). Implementasi Program Penurunan Stunting melalui Dana Desa (Study di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas). PPMI. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.20884/1.ppmi.2021.5.1.3901

Dinas Kesehatan Sul-Sel. (2022). Data Dinas Kesehatan.

Edwards III. (1984). Implementing Public Policy. Washington D.C; Congressional Quarterly Press.

Grindle. (1980). Politics and Policy Implementations in The Third World. New Jersey; Princetown University Press.

Husnul Hotimah, Haeruddin, I. H. (2021). Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita. Window of Public Health Journal,Vol. 2 No. 3 (Oktober, 2021) : 1295-1305 http://jurnal.fkm.umi.ac.id/ index.php/woph/article/view/woph2318.

Kasmad. (2013). Studi Implementasi Kebijakan Publik. Makassar ; Perpustakaan PPS Unhas.

Kemenkes. (2021). Peraturan menteri Kesehatan 2021 tentang penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan.

Kemenkes, R. I. (2018). Profil Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2018). InfoDATIN: Kelainan bawaan. Pusat Data Dan Informasi Kemeterian Kesehatan RI, 1–6.

Khaerudin, Muhammad Riki, & Wati, Lina, M. I. R. (2024). mplementasi Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Tangerang (Studi Kasus Puskesmas Rajeg). Ilmiah Wahana Pendidkan.

Khoeroh et al. (2017). Evaluasi Penatalaksanaa Gizi Balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Sirampong. Unnes Journal Of Public Health, 189.

Komariah, D. dan A. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Leo.dkk. (2018). Faktor risiko stunting pada anak usia 2-5 tahun di wilayah gunung dan pesisir pantai. J.Gipas. 2(1).

Moleong. (2017). Metodelogi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Perda Bupati. (2021). Perda Bupati No 27 Tahun 2021 kabupaten Pinrang.

Priharwanti.A. (2022). Evaluasi CIPP Program ASI Eksklusif sebagai Upaya Penurunan Stunting di Bantar bolang Kabupaten Pemalang. PENA, 89–97.

Rezky Putri Indarwati, Inna Mutmainnah, M. W. I. (2021). Pengenalan dan Deteksi Dini Stunting Dalam Tumbuh Kembang Anak di Panti Asuhan Nurul Akbar. Pengabdian Kedokteran Indonesia.

Risti. (2021). Membangun Model Prediktor Kejadian Stunting Berbasis Perilaku Kesehatan Keluarga Dari Status Kesehatan Ibu Hamil, Menyusui dan Balita : Studi Lampung Selatan. (Tesis). Universitas Lampung, Bandar Lampung.

Serly, Reza Ahri, S. (2019). Implementasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Puskesmas Di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis 14(1):91-97 DOI:10.35892/Jikd.V14i1.105.

Siswanto. (2016). Analisis Risiko Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) pada Primigravida. Media Gizi Indonesia, 10(1), 57-63.

Taufiqurrahman. (2014). Kebijakan Publik: Pendelegasian Tanggungjawab Negara kepada Presiden Selaku Penyelenggara Pemerintah. Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Moestopo Beragama.

Trihono, Atmarita, D. H. Tjandarini, A. Irawati, N. H. Utamai, T. T. dan I. N. 2015. (2015). Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Uauy. (2017). Prevalence and Predictors Of Undernutrition Among Infants Age Six and Twelve Months In Butajira, Ethiopia: The P-MaMiE Birth Cohort. Mdhin et al. BMC Public Health, 10:27. Dapat diakses di www.biomedcentral.com.

Welasasih. (2017). Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Buku Kedokteran EGC.

WHO. (2017). Badan Kesehatan Dunia. World Health Organization.

Downloads

Published

2024-07-13

How to Cite

Muis, R., Ahri, R. A., & Batara, A. S. (2024). Peran Desa Dalam Pencegahan Dan Penurunan Stunting Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2021 Di Desa Mattiro Tasi Kabupaten Pinrang: The Role of Villages in Preventing and Reducing Stunting Based on Regent Regulation Number 27 of 2021 in Mattiro Tasi Village, Pinrang Regency. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 5(1), 308–320. https://doi.org/10.52103/jahr.v5i1.1772

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>