Evaluasi Program Intervensi Sensitif Gizi Baznas Provinsi Sulawesi Selatan dalam Upaya Penanggulangan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea

Evaluation of the Nutrition Sensitive Intervention Program of Baznas South Sulawesi Province in Efforts to Combat Stunting in the Tamalanrea Puskesmas Working Area

Authors

  • Muhammad Syarifullah Hidayat Akidah Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Muhammad Khidri Alwi Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Haeruddin Haeruddin Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Sitti Patimah Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Yuliati Yuliati Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Arni Rizqiani Rusydi Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jahr.v6i2.2033

Keywords:

Stunting, Pemberian Makanan Tambahan, Intervensi Sensitif Gizi

Abstract

Abstrak

Latar belakang : Kesehatan anak usia dini baik secara fisik dan psikis dimulai dari asupan gizi yang baik yang diberikan sejak usia dini. Upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia diselenggarakan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan. Upaya ini dilakukan baik melalui intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitif. Salah satu isi dari program intervensi sensitif gizi yaitu program pemberian makanan tambahan.

Tujuan : Mengevaluasi pengaruh program intervensi sensitif gizi baznas provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya penanggulangan stunting yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea.

Metode : Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan kegiatan sesuai dengan pedoman pemberian PMT bagi balita, tahap pengorganisasian sudah  sesuai dengan dibentuknya tim pelaksana yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, tahap pelaksanaan dalam pendistribusian sudah berjalan baik karena tidak ada kendala dan konseling sudah dilaksanakan oleh tenaga pelaksana gizi dan bidan, dan tahap pengawasan kegiatan PMT dilakukan oleh puskesmas dan tim baznas kemudian dilakukan pencatatan dan pelaporan melalui koordinator kegiatan secara rutin setiap bulannya.

Kesimpulan : Hasil evaluasi pengaruh program intervensi sensitif gizi baznas provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya penanggulangan stunting yang dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas tamalanrea sudah berjalan dengan baik dan sesuai standar prosedur pemberian makanan tambahan yang berlaku.

Abstract

Background: Early childhood health, both physically and psychologically, starts with good nutritional intake given from an early age. Efforts to accelerate stunting reduction in Indonesia are carried out in a convergent, holistic, integrative and quality manner through coordination, synergy and synchronization between ministries/institutions, provincial regional governments, district/city regional governments, village governments and stakeholders. This effort is carried out both through specific nutritional interventions and sensitive nutritional interventions. One of the contents of the nutritionally sensitive intervention program is the supplementary feeding program.

Objective: Evaluate the influence of the South Sulawesi Province Baznas nutrition sensitive intervention program in stunting prevention efforts implemented in the Tamalanrea Community Health Center working area.

Method: Using qualitative research methods with a descriptive qualitative approach.

Results: The results of the research show that at the planning stage the activities were in accordance with the guidelines for providing PMT for toddlers, the organizing stage was in accordance with the formation of an implementing team which had their respective duties and responsibilities, the implementation stage in the distribution had gone well because there were no obstacles and counseling had been carried out by nutrition implementers and midwives, and the monitoring stage of PMT activities was carried out by the community health center and the Baznas team and then recording and reporting was carried out through the activity coordinator regularly every month.

Conclusion: The results of the evaluation of the influence of the South Sulawesi Province Baznas nutrition sensitive intervention program in stunting prevention efforts implemented in the Tamalanrea Community Health Center working area have been running well and in accordance with applicable standard procedures for providing additional food.

References

Albi Anggito, Metodologi Penelitian Kualitatif, (sukabumi: CV Jejak, 2018)

Amanda, Nuari Andolina, Aminah Aatina Adhyatma. 2023. “Hubungan Pola Pemberian Makan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Botania.” Jurnal Promotif Preventif 6(3): 486–93.

Annissa Faradilla, Nurmiati Muchlis, Reza Aril Ahri, Kajian Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Moncongloe Kabupaten Maros Tahun 2022. Journal of Muslim Community Health (JMCH) 2022. Vol. 4, No. 4. Page 36-43 https://doi.org/10.52103/jmch.v4i4.1321

Awan Y. Abdoellah dan Yudi Rusfiana, Teori dan Analisis Kebijakan Publik, (Bandung: Alfabeta 2016)

Banjarmasin, Muhammadiyah, And Pola Asuh. 2021. “Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan.” Jurnal Ilmu Keperawatan Anak 4(1): 37–42. Bb, U. 2023. “2021 1.” : 2023.

Dody Setyawan and Nanang Bagus Srihardjono, “Analisis Implementasi Kebijakan Undang-Undang Desa Dengan Model Edward III Di Desa Landungsari Kabupaten Malang,” Jurnal Reformasi 6, no. 2 (2016).

Dwi Sri Rahayu dkk, “Profil Kesehatan Provinsi Riau,” Journal of Chemical Information and Modeling, no. 9 2021

Gunawan, Hendra, Rani Putri Pribadi, And Rahmat Rahmat. 2020. “Hubungan Pola Asuh Pemberian Makan Oleh Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun.” Jurnal Keperawatan ’Aisyiyah 6(2): 79–86.

Haskas, Yusran. 2020. “Gambaran Stunting Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis 15(2): 154–57.

Helaludin dan Hengki Wijaya.Analisis Data Kualitatif: Sebuah Tinjauan Teori & Praktik.( Jakarta: Sekoalh Tinggi Theologia Jaffray,2019)

Hotimah, Haeruddin, Ikhram (2021). Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di desa bonto langkasa Selatan kabupaten Gowa. jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/woph2318

I Gede Komang Chahya Bayu Anta Kusuma and Yoan Theo Samuel Simanungkalit, “Implementasi Insentif Pajak Menurut Model G Edward III,” Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara (PKN) 3, no. 2 (2022)

Kemenkes RI, Petunjuk Teknis Makanan Tambahan BALITA & Ibu Hamil. 2019

Kementerian Kesehatan RI, “Panduan Orientasi Kader Posyandu,” Direktorat Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrerian Kesehatan RI, 2019

Kementerian Kesehatan RI, “Panduan Penyelenggaraan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan Bagi Balita Gizi Kurang (Bantuan Operasional Kesehatan).” Ditjen Bina Gizi Dan Kesehatan Ibu Dan Anak Kementerian Kesehatan RI, 2021

Kementerian Kesehatan RI, Petunjuk Teknis PMT, Petunjuk Teknis PMT, 2017.

Kumud Upadhayay, “Hubungan Pola Makan Dengan Status Gziz Anak Usia Sekolah,” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2013)

Lailiyah, Ni’matul, And Dwi Novri Supriatiningrum Eka Srirahayu Ariestiningsih. 2021. “Hubungan Pengetahuan Ibu Dan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita (2-5 Tahun).” 3(1): 226–33.

Majestika Septikasari, STATUS GIZI ANAK DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI, (UNY Press, 2018)

Muchtar Fauzi, Metode Penelitian Kuantitatif Sebuah Pengantar, (Semarang: Walisongo Press, 2019)

Nadia, Muh. Khidri Alwi, Sitti Patimah (2021). Hubungan status gizi dan aspek ergonomi dengan kejadian low back pain pada pekerja di pt. Varia usaha beton.http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/woph1607

Nur Alifah Wulandari1 , Arman1 , Fatma Afrianty Gobel. Determinant Kejadian Stunting Pada Balita Berdasarkan Segitiga Epidemiologi. Journal of Muslim Community Health (JMCH) 2022. Vol. 3, No. 1. Page 123-140. https://doi.org/10.52103/jmch.v3i1.812

Nur Lela, Haeruddin, Andi Rizki Amelia. Hubungan Penggunaan Dana Desa dengan Penurunan Kasus Stunting di Desa Sumillan Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang. Journal of Muslim Community Health (JMCH) 2022. Vol. 4, No. 4. Page 170-183 https://pasca-umi.ac.id/index.php/jmch/article/vie.

Panggalo, Zeptriani Sampe, Darwis, And Hasriana. 2020. “Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Taraweang Kab. Pangkep.” Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis 15(4): 2302–2531.Http://Jurnal.Stikesnh.Ac.Id/Index.Php/Jikd/Article/View/388.

R, Mouliza, And Darmawi. 2022. “Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Desa Arongan.” Jurnal Biology Education 10: 91–104.

Rahman, F. D. (2018). Pengaruh Pola Pemberian Makan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita (Studi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe Kasiyan, Dan Puskesmas Sumberbaru Kabupaten Jember. The Indonesia Journal Of Healthscience, 10(1).

Rulinawaty Kasmad, STUDI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUBLIK, (Kedaiaksara: 2018)

Salsabila, S., Dewi Noviyanti, R., Pertiwi, D., Kusudaryati, D., & Abstrak, K. K. (2022). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-36 Bulan Di Wilayah Puskesmas Sangkrah. Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian, 19(2), 143–151.

Sari, Apriani Susmita, Apriana Sartika, Dina Alfiana Ikhwani, And Hikmah Lia Basuni. 2022. “Hubungan Pola Pemberian Makan Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Stuntin G Pada Anak Usia 12-59 Bulan.” Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis 17(4): 161–67.

Sitti Hutami Megantari , Hasriwiani Habo Abbas , Muhammad Ikhtiar, Karakteritik Determinan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan Di Kawasan Kumuh Kecamatan Bontoala Kota Makassar. Window of Public Health Journal, Vol. 1 No. 3 (Oktober, 2020) : 207-219 http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/woph1305

Sulsel, D. K. (2022). Rencana Kebijakan Implementasi. 7(September), 1–49.

Sutarto, Tiara Cornela Azqinar, Rani Himayani, Wrdoyo. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskemas Way Urang Kbupaten Lampung Selatan. Jurnal Dunia Kesmas, 9(2), 256-263.

Windasari, Dewi Purnama, Ilham Syam, And Lilis Sarifa Kamal. 2020. “Faktor Hubungan Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Tamalate Kota Makassar.” Action: Aceh Nutrition Journal 5(1): 27.

Yuliati, Endri, And Delima Citra Dewi. 2019. “Gambaran Pengetahuan Ibu Dengan Balita Stunting Tentang Pemberian Makan Bagi Balita Di Kecamatan Knowledge On Feeding Among Mothers Of Stunting Children Under 5 Year Of Age In Piyungan Subdistrict, Bantul District, Yogyakarta.” : 1–6.

Zuchri Abdussamad, Metode Penelitian Kualitatif, (Makassar: Syakir Media Press, 2021).

Downloads

Published

2025-03-16

How to Cite

Akidah, M. S. H., Alwi, M. K., Haeruddin, H., Patimah, S., Yuliati, Y., & Rusydi, A. R. (2025). Evaluasi Program Intervensi Sensitif Gizi Baznas Provinsi Sulawesi Selatan dalam Upaya Penanggulangan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea: Evaluation of the Nutrition Sensitive Intervention Program of Baznas South Sulawesi Province in Efforts to Combat Stunting in the Tamalanrea Puskesmas Working Area. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 6(2), 131–142. https://doi.org/10.52103/jahr.v6i2.2033

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 6 > >>