Gambaran Pemberian Metode 20-20-20 Terhadap Penurunan Keluhan Gejala Computer Vision Syndrome (CVS) pada Pekerja Pengguna Komputer di PDAM Kota Makassar

Overview of the Effectiveness of the 20-20-20 Method on Reducing Symptoms of Computer Vision Syndrome (CVS) in Computer Users at PDAM Kota Makassar

Authors

  • Rahmadani Rahmadani Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Yusriani Yusriani Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Abdul Gafur Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Fairus Prihatin Idris Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Yuliati Yuliati Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Ikhram Hardi S. Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jahr.v6i2.2128

Keywords:

CVS, Metode 20-20-20, Komputer

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang: Berdasarkan data World Health Organization (WHO) sekitar 2,2 miliar orang mengalami gangguan penglihatan jarak dekat atau jarak jauh. Data American Optometric Association Tahun 2023 kondisi utama yang menyebabkan gangguan penglihatan jarak jauh atau kebutaan adalah katarak (94 juta), kelainan refraksi (88,4 juta), degenerasi makula terkait usia (8 juta), glaukoma (7,7 juta), retinopati diabetik (3,9 juta). Prevalensi Computer Vision Syndrome (CVS) mencapai 64-90% dengan jumlah penderita di seluruh dunia diperkirakan sebesar 60 juta orang dan setiap tahun muncul 1 juta kasus baru.

Tujuan: Untuk menganalisis Pengaruh Intervensi Metode 20-20-20 Terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) pada Pekerja Pengguna Komputer di PDAM Kota Makassar.

Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan Pre-Post Test with Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah kelompok eksperimen 22 responden dan kelompok kontrol 22 responden di PDAM Kota Makassar. Data penelitian dianalisis dengan uji Independent Sample T-Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05).

Hasil: Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keluhan gejala Computer Vision Syndrome (CVS) antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikan ρ = 0,000 (< 0,05).

Saran: Diharapkan untuk instansi menerapkan metode 20-20-20 sebagai bagian dari kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan pekerja diharapkan secara mandiri dan konsisten menerapkan metode 20-20-20 untuk mencegah berkembangnya Computer Vision Syndrome (CVS) serta menjaga kesehatan mata selama bekerja di depan layar computer.

 

ABSTRACT

Background: Based on World Health Organization (WHO) data, approximately 2.2 billion people experience near or distance vision impairment. Data from the American Optometric Association in 2023, the main conditions that cause distance vision impairment or blindness are cataracts (94 million), refractive errors (88.4 million), age-related macular degeneration (8 million), glaucoma (7.7 million), diabetic retinopathy (3.9 million). The prevalence of Computer Vision Syndrome (CVS) reaches 64-90% with the number of sufferers worldwide estimated at 60 million people and 1 million new cases appearing every year.

Objective: To analyze the Effect of the 20-20-20 Method Intervention on the Incidence of Computer Vision Syndrome (CVS) in Computer User Workers at PDAM Makassar City.

Method: This study uses a type of quantitative research with a Quasi Experiment research design with a Pre-Post Test with Control Group Design approach. The sampling technique used purposive sampling technique with the number of experimental groups 22 respondents and control groups 22 respondents at PDAM Makassar City. The research data were analyzed using the Independent Sample T-Test test with a confidence level of 95% (α = 0.05).

Results: The results of the Independent Sample T-Test test showed that there was a significant difference in complaints of Computer Vision Syndrome (CVS) symptoms between the experimental group and the control group with a significant value of ρ = 0.000 (<0.05).

Suggestion: It is expected that agencies apply the 20-20-20 method as part of the Occupational Health and Safety (OHS) policy and workers are expected to independently and consistently apply the 20-20-20 method to prevent the development of Computer Vision Syndrome (CVS) and maintain eye health while working in front of a computer screen.

References

Akbar, R., Siroj, R. A., Win Afgani, M., & Weriana. (2023). Experimental Reseacrch Dalam Metodologi Pendidikan. 9(2). https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/3165

Alghamdi, W. M., & Alrasheed, S. H. (2020). Dampak intervensi pendidikan menggunakan aturan 20/20/20 pada Sindrom Penglihatan Komputer. 79(1), 1–6. https://avehjournal.org/index.php/aveh/article/view/554/1316

Alifa, N. R. (2023). Gambaran Kejadian Computer Vision Syndrome Pada Siswa SMA Negeri 1 Petasia Kabupaten Morowali Utara Angkatan 2020/2021 [Universitas Hasanuddin]. https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/24278/

American Optometric Association. (2023). American Optometric Association. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/computervisionsyndrome?sso=y

Ana, N., Adha, M. Z., & Qomariyah, L. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Pekerja di Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. Frame of Health Journal, 1(2), 136–145. https://openjournal.wdh.ac.id/index.php/fohj/article/download/380/295

Anggraeni, R., Muhsanah, F., & B, N. H. (2024). Faktor yang Berhubungan Terhadap Kelelahan Mata Pada Pegawai Pengguna Komputer Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal, 5(6), 816–824. http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/woph5603%0D

Anggrainy, P., Lubis, R. R., & Ashar, T. (2020). The effect of trick intervention 20-20-20 on computer vision syndrome incidence in computer workers. Oftalmologicheskii Zhurnal, 1(1), 22–27. https://doi.org/10.31288/oftalmolzh202012227

Ariyanto, A. I., Koesyanto, H., & Rani, D. M. (2022). Keluhan Computer Vision Syndrome pada Operator Komputer Subbagian Administrasi Umum di Instansi X. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(3), 178–192. https://doi.org/10.56211/pubhealth.v1i3.200

Artime Ríos, E. M., Sánchez Lasheras, F., Sánchez, A. S., Iglesias-Rodríguez, F. J., & Seguí Crespo, M. D. M. (2019). Prediction of computer vision syndrome in health personnel by means of genetic algorithms and binary regression trees. Sensors (Switzerland), 19(12). https://doi.org/10.3390/s19122800

Aryani, & Khamid, A. (2024). Efektivitas Mengistirahatkan Mata dengan Metode 20.20.20 Terhadap Penurunan Gejala Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Siswa di MTSN 24 Jakarta Timur. Malahayati Health Student Journal, 4(12), 5441–5449. https://doi.org/https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i12.16212

Asnel, R., & Kurniawan, C. (2020). Analisis Faktor Kelelahan Mata pada Pekerja Pengguna Komputer. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 5(2), 356–365. http://doi.org/10.22216/jen.v5i2.4454

Aulyah, W. S. N. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Computer Vision Syndrome (CVS) pada Pekerja Pengguna Komputer di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan [Universitas Hasanuddin Makassar]. https://repository.unhas.ac.id/29216/2/K011191052_skripsi_07-08-2023 1-2.pdf

Badan Pusat Statistik. (2019). Statistik Telekomunikasi Indonesia 2019. https://www.bps.go.id/id/publication/2020/12/02/be999725b7aeee62d84c6660/statistik-telekomunikasi-indonesia-2019.html

Bonita, F., & Widowati, E. (2022). Postur Kerja dan Computer Vision Syndrome pada Pekerja yang Menggunakan Personal Computer. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 6(3), 326–336. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia

Chandraswara, B. N., & Rifai, M. (2021). Hubungan antara Usia, Jarak Penglihatan dan Masa Kerja dengan Keluhan Kelelahan Mata pada Pembatik di Industri Batik Tulis Srikuncoro Dusun Giriloyo Kabupaten Bantul. Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 38–44. https://doi.org/10.56338/pjkm.v11i1.1516

Chawla, A., Lim, T. C., Shikhare, S. N., Munk, P. L., & Peh, W. C. G. (2019). Computer Vision Syndrome: Darkness Under the Shadow of Light. Canadian Association of Radiologists Journal, 70(1), 5–9. https://doi.org/10.1016/j.carj.2018.10.005

Chou, B. (2018). Deconstructing the 20-20-20 Rule for digital eye strain.

Ciputra, F., & Dwipayani, N. M. (2022). Computer Vision Syndrome: Sebuah Tinjauan Pustaka. Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran, 5(1), 49–59. https://doi.org/10.26618/aimj.v5i1.8023

Darmaliputra, K., & Dharmadi, M. (2019). Gambaran Faktor Risiko Individual Terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome pada Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Universitas Udayana Tahun 2015. E-Jurnal Medika, 8(1), 95–102. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum

Darmawan, D., & Wahyuningsih, A. S. (2021). Keluhan Subjektif Computer Vision Syndrome Pada Pegawai Pengguna Komputer Dinas Komunikasi dan Informasi. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(2), 172–183. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN

Dessie, A., Adane, F., Nega, A., Wami, S. D., & Chercos, D. H. (2018). Computer vision syndrome and associated factors among computer users in Debre Tabor town, Northwest Ethiopia. Journal of Environmental and Public Health, 2018. https://doi.org/10.1155/2018/4107590

Fadilah, A., & Maharsi, E. D. (2022). Pengaruh Penggunaan Perangkat Digital Terhadap Timbulnya Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran The Effect of Using Digital Devices on the Emergence of Computer Vision Syndrome in Medical Faculty Students. Junior Medical Jurnal, 1(3), 318–330. https://doi.org/https://doi.org/10.33476/jmj.v1i3.2979

Firdani, F. (2020). Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Kelelahan Mata pada Pekerja Operator Komputer. Jurnal Endurance, 5(1), 64. https://doi.org/10.22216/jen.v5i1.4576

González-Pérez, M., Susi, R., Antona, B., Barrio, A., & González, E. (2014). The Computer-Vision Symptom Scale (CVSS17): Development and initial validation. Investigative Ophthalmology and Visual Science, 55(7), 4504–4511. https://doi.org/10.1167/iovs.13-13818

Hanan, S. F. (2024). Hubungan faktor risiko individu dan lingkungan terhadap kejadian Computer Vision Syndrome pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas lampung. Universitas Lampung.

Hanifah, D., & Setyawan, A. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Computer Vision Syndrome ( CVS ) Pada Karyawan dI PT X Tahun 2024. Indonesian Journal of Science, 1(3), 926–935.

Hastuti, A., Yuliati, & Sulolipu, A. M. (2023). Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pegawai Yang Menggunakan Komputer Di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 4(3), 493–504. https://doi.org/10.33096/woph.v4i3.812

ilmania, W. A. (2021). Hubungan antara Unsafe Action Pengunaan Gawai dengan Kejadian Computer Vision Syndrome pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Diponegoro [Universitas Diponegoro Semarang]. https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/4917

Irnawati, Suriah, & Yusriani. (2019). Pengaruh Edukasi Melalui Media Whats App dan Leaflet Terhadap Perubahan Perilaku Berisiko Pada Siswa. Window of Health : Jurnal Kesehatan, 2(3), 297–306. https://doi.org/10.33368/woh.v0i0.167

Ismiani, Q. M. (2022). Pengaruh edukasi dan penerapan teknik 20-20-20 menggunakan media leaflet terhadap keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) pada pegawai di kantor PLN UPT Malang [Universitas Negeri Malang]. https://repository.um.ac.id/265068/

Isnaniar, Norlita, W., & Afrizen, P. (2021). Hubungan Waktu Penggunaan Komputer Terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Riau. Jurnal Kesehatan As-Shiha, 38–39. https://ejurnal.umri.ac.id/index.php/JKU/index

Johnson, S., & Rosenfield, M. (2023). 20-20-20 rule: are these numbers justified? Optometry and Vision Science, 100(1), 52–56.

Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4428/

Kemkominfo. (2017). Survey Penggunaan TIK Tahun 2017. http://snki.go.id/wp-content/uploads/2019/07/Survei-Penggunaan-TIK-Tahun-2017.pdf

Khamid, A. (2020). Efektivitas Mengistirahatkan Mata dengan Metode 20.20.20 Terhadap Penurunan Gejala Computer Vision Syndrome (CVS) pada Siswa di MTSN 24 Jakarta Timur. Jurnal Antara Kebidanan, 3(2), 809–817. https://ejournal.abdinus.ac.id/index.php/antarakebidanan/article/view/244

Kismawati, Hardi, I., Hasan, C., Mahmud, N. U., & Muhsanah, F. (2024). Intensitas Pencahayaan Dan Kelelahan Mata Pada Pekerja Bagian Kantor RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Window of Public Health Journal, 5(2), 261–266. https://doi.org/10.33096/woph.v5i2.655

Kumalasari. Gafur, A., & Nurlinda, A. (2023). Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Kelelahan Mata Pada Pekerja Pengguna Komputer di PT. Pelindo (Persero) Regional IV Kota Makassar Tahun 2023.

Lemma, M. G., Michael Beyene, K. G., & Tiruneh, M. A. (2020). Computer vision syndrome and associated factors among secretaries working in ministry offices in Addis Ababa, Ethiopia. Clinical Optometry, 12, 213–222. https://doi.org/10.2147/OPTO.S284934

Lubis, F. H., Sembiring, B. M., Manulang, H. F., Bukit, H., & Natalia, K. (2022). Penyuluhan Tentang Pentingnya Penerapan Intervensi Trik 20-20-20 Dalam Pencegahan Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau, 2(3), 27–32. https://doi.org/10.36656/jpmph.v2i3.912

Maeda, M. B. I., Fitri, A. M., & Amalia, R. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Computer Vision Syndrome (Cvs) Pada Karyawan Pt. Depoteknik Duta Perkasa Tahun 2020. Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat, 223–239. https://conference.upnvj.ac.id/index.php/semnashmkm2020/article/view/1064

Mirna, Yuliaty, & Mahmud, N. U. (2020). Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pekerja di PT. Semen Bosowa Maros. Window of Public Health Journal, 1(3), 232–240. http://103.133.36.91/index.php/woph/article/view/55

Mumtaz, M. A., & Tursilowati, S. Y. (2024). Keluhan Computer Vision Syndrom (CVS) pada karyawan BBTKLPP Yogyakarta. Health Sciences and Pharmacy Journal, 8(2), 82–88. https://doi.org/10.32504/hspj.v8i2.910

Munshi, S., Varghese, A., & Dhar-Munshi, S. (2017). Computer vision syndrome—A common cause of unexplained visual symptoms in the modern era. International Journal of Clinical Practice, 71(7), 1–5. https://doi.org/10.1111/ijcp.12962

Nadia, A. S., Paramita, A., & Rahman, A. O. (2021). Hubungan Durasi Penggunaan Komputer Portabel Dengan Kejadian Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi Tahun 2020. Medical Dedication (Medic) : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FKIK UNJA, 4(1), 179–184. https://doi.org/10.22437/medicaldedication.v4i1.13480

Nau, S. V., Sagita, S., Setiawan, I. M. B., & Artawan, I. M. (2022). Senam Mata Menurunkan Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Mahasiswa Universitas Nusa Cendana. Cendana Medical Journal, 10(1), 58–66. https://doi.org/10.35508/cmj.v10i1.6807

Nopriadi, Pratiwi, Y., Leonita, E., & Tresnanengsih, E. (2019). Factors Associated with the Incidence of Computer Vision Syndrome in Bank Officers. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 111–119. https://doi.org/10.30597/mkmi.v15i2.5753

Nurhikma, G., Ramdan, I. M., & Setyowati, D. L. (2022). Pengaruh Pemberian Metode 20-20-20 terhadap Penurunan Gejala. Faletehan Health Journal, 09(3), 298–307. www.journal.lppm-stikesfa.ac.id/ojs/index.php/FHJ

Nurmala, N., Amir, R., & Usman, U. (2022). Kajian Kejadian CVS (Computer Vision Syndrome) Akibat Keterpaparan Tingkat Radiasi Alat Digital. Journal of Health Educational Science And Technology, 5(1), 57–66. https://doi.org/10.25139/htc.v5i1.4513

Occupational Safety and Health Administration. (1997). Working Safely with Video Display Terminals. https://chemistry.osu.edu/sites/chemistry.osu.edu/files/OSHAW%0AorkingSafelyWithVideoDisplayTerminals.pdf

Pratiwi, A. D., Safitri, A., Junaid, J., & Lisnawaty, L. (2020). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Computer Vision Syndrome (Cvs) Pada Pegawai Pt. Media Kita Sejahtera Kendari. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 41. https://doi.org/10.31602/ann.v7i1.3111

Purba, R., Barus, S., & Lubis, F. H. (2021). Pengaruh Intervensi Trik 20-20-20 Terhadap Penurunan Gejala Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada. BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 4(2), 274–279. https://doi.org/10.30743/best.v4i2.4576

Putri, D. U., Mutthalib, N. U., & Sani, A. (2022). Faktor Yang Berhubungan Dengan Computer Vision Syndrome (CVS) Dengan Karyawan Pengguna Komputer Di PT. Waskita Karya. Window of Public Health Journal, 3(5), 807–813. https://doi.org/10.33096/woph.v3i5.392

Rahayu, N. (2020). Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) pada Petugas Loket PuskesmasTamalate Makassar. Departemen Kedokteran Komunitas. https://www.scribd.com/document/357835449/Artikel-CVS-Nirma-Rahayu-11120150016

Ramadhan, M. F., Eldrian, F., & Ashan, H. (2022). Gambaran Faktor Risiko Individual terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Angkatan 2020 Universitas Baiturrahmah. Scientific Journal, 1(5), 368–375. https://doi.org/10.56260/sciena.v1i5.65

Rathore, I. (2017). Computer Vision Syndrome- An Emerging Occupational Hazard. Research J. Science and Tech, 9(2), 293–297. https://doi.org/10.5958/2349-2988.2017.00053.5

Rhasiqah, D. A. (2023). PT Pembangunan Perumahan, Jakarta: Gambaran Keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Pekerja Engineering Dan Administrasi Di PT. Pembangunan Perumahan Proyek RS. Dharmais [Universitas Airlangga].

Rochmayani, D. S., & Cahyaningsih, O. (2021). Risk Factors for the Incidence of Computer Vision Syndrome (CVS) in Lecturers During the Online Learning Period. Journal of Health Education, 6(2), 65–72. https://doi.org/10.15294/jhe.v6i2.47513

Seguí, M. D. M., Cabrero-García, J., Crespo, A., Verdú, J., & Ronda, E. (2015). A reliable and valid questionnaire was developed to measure computer vision syndrome at the workplace. Journal of Clinical Epidemiology, 68(6), 662–673. https://doi.org/10.1016/j.jclinepi.2015.01.015

Septiyanti, R. A., Fathimah, A., & Asnifatima, A. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Computer Vision Syndrome pada Pekerja Pengguna Komputer di Universitas IBN Khaldun Bogor Tahun 2020. Promotor Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 5(1), 32–50. http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/PROMOTOR

Simanjuntak, T. S. (2021a). Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Computer Vision Syndrome (CVS-Q) Berbahasa Indonesia pada Pekerja yang Menggunakan Video Display Terminal [Universitas Indonesia].

Simanjuntak, T. S. (2021b). Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Computer Vision Syndrome (CVS-Q) Berbahasa Indonesia pada Pekerja yang Menggunakan Video Display Terminal. Universitas Indonesia.

Sintawati, R. E. (2023). Pengaruh Penggunaan Media Timer Metode 20-20-20 Terhadap Penurunan Kelelahan Mata Pada Pekerja Industri Digital Di Yogyakarta [Poltekkes Kemenkes Yogyakarta]. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/14221

Syahputra, R., & Dwiyanti, E. (2023). Hubungan Antara Faktor Karakteristik Individu dengan Munculnya Keluhan Computer Vision Syndrome (CVS). Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(9), 1800–1807. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i9.3593

Talens, Estarelles, C., Cerviño, A., García-Lázaro, S., Fogelton, A., Sheppard, A., & Wolffsohn, J. S. (2023). The effects of breaks on digital eye strain, dry eye and binocular vision: Testing the 20-20-20 rule. Contact Lens and Anterior, 46(2), 101744.

Wati, W. (2021). Hubungan Penggunaan Media Elektronik Dengan Keluhan Di Mata Remaja Dengan Pembelajaran Online Masa Pandemic Covid-19 Puskesmas Sungailiat , Kepulauan Bangka Belitung , Indonesia. Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), 1(1), 108–114. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=3462015&val=30265&title

Widia, C., Kurnia, A., Nurulhusna, H., Rapid, S. Z., Husein5, M., & Wicaksono6, A. (2023). Effectiveness of Methods 20-20-20 Preventing Visual Symptoms Due to Computer Vision Syndrome in Nursing Diploma Programe Students at Bakti Tunas Husada University. Journal of Optometry, Eye and Health Research, 4(2), 8. https://doi.org/10.57002/joehr.v4i2.303

World Health Organization. (2020). World Health Organization. https://www.who.in

Zainuddin, R., Suharni, & Prihatin Idris, F. (2023). Pelaksanaan Standar K3 di Rumah Sakit Umum Daerah Buton Sulawesi Tenggara Tahun 2022. Journal of Muslim Community Health (JMCH) 2023, 4(2), 236–251. https://pasca-umi.ac.id/index.php/jmch/article/download/1298/1494/5783

Downloads

Published

2025-08-06

How to Cite

Rahmadani, R., Yusriani, Y., Gafur, A., Idris, F. P., Yuliati, Y., & S. , I. H. (2025). Gambaran Pemberian Metode 20-20-20 Terhadap Penurunan Keluhan Gejala Computer Vision Syndrome (CVS) pada Pekerja Pengguna Komputer di PDAM Kota Makassar: Overview of the Effectiveness of the 20-20-20 Method on Reducing Symptoms of Computer Vision Syndrome (CVS) in Computer Users at PDAM Kota Makassar. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 6(2), 296–307. https://doi.org/10.52103/jahr.v6i2.2128

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>