Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan dan Minat Kembali Berdasarkan Status Akreditasi Puskesmas Kota Makassar

The Relationship between Health Service Quality and Satisfaction and Interest in Returning Based on the Accreditation Status of Community Health Centers in Makassar City

Authors

  • Gadis Rini Andriani Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Arman Arman Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Arni Rizqiani Rusydi Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52103/jahr.v6i2.2101

Keywords:

Mutu Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien, Minat Kunjungan Ulang, penilaian status akreditasi, Puskesmas

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun

Tujuan: untuk mengetahui pengaruh faktor sosial, ekonomi, dan praktik kesehatan terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 274 balita, yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup kepada ibu balita sebagai responden.

Hasil: Menunjukkan bahwa umur ibu p-value = 0,000, pendidikan p-value = 0,04, pengetahuan p-value = 0,02, sikap p-value = 0,01, pemberian makanan p-value = 0,004 anak serta kesehatan anak p-value = 0,003 berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting. Sementara itu, pekerjaan ibu p-value = 0,508 dan pendapatan keluarga p-value = 0,712 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.

Kesimpulan: Penanggulangan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk peningkatan edukasi gizi kepada ibu, penyediaan akses terhadap makanan bergizi, perbaikan pelayanan kesehatan, dan keterlibatan lintas sektor.

 

ABSTRACT

Background: Stunting is a condition of growth failure in toddlers (babies under five years old) due to chronic malnutrition so that the child is too short for his age. Malnutrition occurs since the baby is in the womb and in the early period after the baby is born, however, stunting conditions only appear after the baby is 2 years old.

Objective: to determine the influence of social, economic factors, and health practices on the incidence of stunting in toddlers in Bungoro District, Pangkep Regency.

Method: This study is a quantitative analytical study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 274 toddlers, taken using a simple random sampling technique. Data collection was carried out using a closed questionnaire to the toddler's mother as respondents.

Results: shows that the mother's age p-value = 0.000, education p-value = 0.04, knowledge p-value = 0.02, attitude p-value = 0.01, child feeding p-value = 0.004 and child health p-value = 0.003 have a significant effect on the incidence of stunting. Meanwhile, maternal occupation p-value = 0.508 and family income p-value = 0.712 did not show a significant effect.

Conclusion: Overcoming stunting requires a comprehensive approach, including increasing nutritional education for mothers, providing access to nutritious food, improving health services, and cross-sector involvement.

Author Biography

Gadis Rini Andriani, Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

gadis 

References

Bakri, Akhmad Al Manar, Reza Aril Ahri, and Andi Surahman Batara. 2022. “Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Berkunjung Kembali Pasien Melalui Kepuasan Pasien Rawat Inap.” Journal of Muslim Community Health (JMCH) 3(4): 1–15.

Dewi Sulistyarini, Wahyu, Dewi Puspita, Rusdi Rusdi, and Siti Kholifah. 2024. “Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien Antara Puskesmas Terakreditasi Dan Puskesmas Tidak Terakreditasi Di Kabupaten Berau.” Jurnal Keperawatan Wiyata 5(1): 30–39.

Eliya Astutik, E. “Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Peserta BPJS Rawat Jalan Di Puskesmas.” Jurnal Kesehatan Dr Soebandi 8(2): 158–163.

Fadilla, Nur, Nurmiati Muchlis, and Wardiah Hamzah. “Gambaran Persepsi Penerapan Patient Safety Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Di RSUP Dr.Tadjuddin Chalid.” Window of Public Health Journal 3(6): 1177–1189.

Fernandez, Lusia D. I., Yoseph Kenjam, and Dominirsep O. Dodo. 2021. “Mutu Pelayanan Kesehatan Puskesmas Pasir Panjang Pasca Akreditasi.” Media Kesehatan Masyarakat 3(3): 276–85.

Hayati, Sri et al. 2024. “Analisis Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien DiRuang Rawat Inap Renggali UPTD RSUD Datu Beru Takengon.” Termometer: Jurnal Ilmiah IlmuKesehatan dan Kedokteran 2(1): 177–92.

Jumriati, J. (2019). 2019. “Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Kembali Pelayanan Kesehatan Oleh Pasien Umum Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Tahun 2019.”

Miftahul Jannah 2024. “ Hubungan Akreditasi Puskesmas Dengan Tingkat Kepuasan Psien Di Puskesmas Kabanjahe” “162-169.” (April): 162–69.

Mirnawati. 2013. “Hubungan Komunikasi Interpersonal Dengan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit Cempaka Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.” Psikoborneo 1(4): 241–49. http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/.

Mulyani, R. “Hubungan Karakteritik Pasien Dengan Kepuasan Pelayanan Gizi Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. Jurnal Keperawatan,X(2),231–240.”

Nandar Baharza, Satria, and Dian Utama. 2020. “Hubungan Kepuasan Pasien Dengan Minat Kunjungan Ulang Di Puskesmas Kotabumi Udik Kabupaten Lampung Utara Abstract : Corelation Between Patient Satisfaction With Interests of Re-Visit in Udik Kotabumi Puskesmas District North Lampung.” Manuju: Malahayati Nursing Journal 2(2): 366–75.

Rombon, Lingkan Angelita Yohana, Beatrix Jetje Podung, and Prycilia Pingkan Mamuaja. 2021. “Kepuasan Pasien Di Puskesmas Papakelan.” Jurnal Kesehatan Masyarakat UNIMA 02(02): 2–7.

Saputri, Triani Ragil. 2015. “Analisis Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas.” Unnes: 1–61.

Sitompu, Samuel Pangihutan. 2018.“Pengaruh Pelayanan Asuhan Keperawatan Terhadap Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit.” 4(1): 88–100.

Sonya Marsela Pieta Duha, Chrismis Novalinda Ginting, Ali Napiah Nasution. 2024. “Mutu Pelayanan Puskesmas Dengan Status Akreditasi Di Puskesmas.” 6: 2094–2101.

Sulfiah, Andi. 2020. “Kualitas Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Batara Siang Kabupaten Pangkep.” Molecules 2(1): 1–12.

Syaifuddin, F, and A R A AP. “Hubungan Kualitas Pelayanan Dengan Minat Kembali Pasien Rawat Inap Rsud Batara Siang Pangkep.” Window of Public Health Journal 2(3): 415–424.

Wulandari, Ratna Dwi et al. 2019. “The Influence of Primary Health Care Accreditation on Patient Satisfaction.” Media Kesehatan Masyarakat Indonesia 15(3): 228–36.

Zikri, Ahmad, and Muhammad Ikhsan Harahap. Analisis Kualitas Pelayanan Pengiriman Barang Terhadap Kepuasan Konsumen Pada PT Pos Indonesia (Persero) Regional I Sumatera.

Downloads

Published

2025-08-06

How to Cite

Andriani, G. R., Arman, A., & Rusydi, A. R. (2025). Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan dan Minat Kembali Berdasarkan Status Akreditasi Puskesmas Kota Makassar: The Relationship between Health Service Quality and Satisfaction and Interest in Returning Based on the Accreditation Status of Community Health Centers in Makassar City. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 6(2), 283–295. https://doi.org/10.52103/jahr.v6i2.2101

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>