Implementasi Strategi Pencegahan Stunting Berdasarkan Peraturan Bupati Majene Nomor 30 Tahun 2019 di Puskesmas Pamboang
Implementation of Stunting Prevention Strategies Based on Majene Regent Regulation Number 30 of 2019 at Pamboang Health Center
DOI:
https://doi.org/10.52103/jahr.v6i1.1934Keywords:
Stunting, Implementasi, Peraturan Bupati Nomor 30 Tahun 2019Abstract
ABSTRAK
Latar belakang: Stunting adalah masalah kesehatan karena dampak terhadap tumbuh kembang anak dan perkembangan kecerdasan pada anak. Prevelensi stunting Kabupaten Majene sebesar 22.2% di tahun 2022. Angka ini masih jauh dari target nasional yaitu di bawah 14%. Olehnya itu pemerintah Kabupaten Majene berupaya melalui peraturan Bupati Majene nomor 30 tahun 2019 untuk menurunkan kasus stunting.
Tujuan: Untuk mendapatkan informasi implementasi penurunan berdasarkan input, proses, dan output berdasarkan Peraturan Bupati nomor 30 tahun 2019.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi (phenomenology) yaitu jenis penelitian yang terperinci penjelasan dan pemahaman individual berdasarkan pengalaman yang didapatkan khususnya mengenai implementasi Peraturan Bupati Nomor 30 Tahun 2019 menggunakan teknik Indepth Interview (wawancara mendalam), dan melakukan observasi serta dokumentasi secara terus menerus terhadap 8 informan.
Hasil: Input yang terdiri dari sumber daya manusia, sumber pendanaan dan fasilitas sudah berjalan dengan baik, proses intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif juga berjalan dengan baik, akan tetapi output dari program belum berhasil dilihat dari data stunting mengalami peningkatan dari 39.96% di tahun 2022 menjadi 42.4% di tahun 2024. Implementasi strategi penurunan stunting diwilayah kerja puskesmas belum berhasil dilhat dari output data stunting yang mengalami peningkatan kasus.
ABSTRACT
Background: Stunting is a health problem because of the impact on child growth and development and intelligence development in children. The stunting prevalence in Majene Regency is 22.2% in 2022. This figure is still far from the national target of below 14%. Therefore, the Majene Regency government is trying through Majene Regent regulation number 30 of 2019 to reduce stunting cases.
Objective: To obtain information on the implementation of the reduction based on inputs, processes, and outputs based on Regent Regulation number 30 of 2019.
Method: This type of research is qualitative with a phenomenology approach, which is a type of research that details individual explanations and understandings based on experiences obtained, especially regarding the implementation of Regent Regulation Number 30 of 2019 using Indepth Interview techniques, and conducting continuous observation and documentation of 8 informants.
Result: Inputs consisting of human resources, funding sources and facilities are running well, the process of specific nutrition and nutrition-sensitive interventions is also running well, but the output of the program has not been successful as seen from the stunting data which has increased from 39.96% in 2022 to 42.4% in 2024.Implementation of stunting reduction strategies in the puskesmas work area has not been successful as seen from the output of stunting data which has increased cases.
References
Ahri, R. A., Batara, A. S., Samsualam, S., Haeruddin, H., Multazam, A. M., & Ardiatma, A. (2022). Evaluation of stunting policy in Enrekang Regency in 2022. International Journal of Health Sciences, 6(S5), 3120–3132. https://doi.org/10.53730/ijhs.v6nS5.10602
Alfian S. Abas, Gobel, F. A., & Arman. (2021). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Desa Pa’lalakkang Kecamatan Galesong. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 2(1), 1–12. https://doi.org/10.52103/jahr.v2i1.523
Almatsier. (2013). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Dalam Media Sains Indonersia (hlm.145–146).
Annisa Nuradhiani. (2023). Faktor Risiko Masalah Gizi Kurang pada Balita di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Dan Sosial, 1(2), 17–25. https://doi.org/10.59024/jikas.v1i2.285
Arumsari, W., Supriyati, D., & Sima, P. (2022). Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting di Era Pandemi Covid-19. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 10(2), 82–94. https://doi.org/10.14710/jmki.10.2.2022.82-94
Berawi, K. N. (2021). Building a Nutrition Module for the First 1000 Days of Life for the Management of Toddler Stunting at Puskesmas Karang Anyar, South Lampung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, 5(2), 111–115. http://dx.doi.org/10.23960/jss.v5i2.272
Candra, A. (2020). Patofisiologi Stunting. JNH (Journal of Nutrition and Health, 8(2), 74–78. https://doi.org/10.14710/jnh.8.2.2020.74-78
Damayanti, D. (2021). Implementasi Program Penurunan Stunting melalui Dana Desa (Study di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas). Public Policy and Managament Inquiry, 5(1), 242–255. https://dx.doi.org/10.35842/ilgi.v4i1.148
Devi Sari, Sri Achadi Nugraheni, & Mohammad Zen Rahfiludin. (2023). Intervensi Gizi Sensitif dalam Penurunan Stunting : Studi Kualitatif. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(9), 1878–1886. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i9.3798
Dinkes Kab. Majene. (2023). Analisis Hasil Pengukuran Balita Stunting. Dalam Dinas Kesehatan Kabupaten Majene.
Eldrian, F., Karinda, M., Setianto, R., dkk. (2023). Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Cipadung Kota Bandung. Jurnal Manajemen Yayasan Dr Soetomo, 9(1), 80–89. http://dx.doi.org/10.29241/jmk.v9i1.1366
Firdausi, R. A., Thohari, I., Kriswandana, F., & Marlik, M. (2023). Sanitasi Dasar Rumah Dan Perilaku Buang Air Besar Terhadap Kejadian Diare Pada Masyarakat Pesisir (Studi di Desa Gisik Cemandi Kabupaten Sidoarjo Tahun 2023). Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(2), 72. https://doi.org/10.26630/rj.v17i2.4004
Herwanti, B., Febriani, C. A., & Sari, F. E. (2022). Pengaruh edukasi metode bernyanyi dan video animasi cuci tangan pakai sabun terhadap kemampuan mencuci tangan dengan benar pada siswa-siswi taman kanak -kanak. Holistik Jurnal Kesehatan, 15(4), 647–654. https://doi.org/10.33024/hjk.v15i4.5768
Hutabarat, E. N. (2023). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Journal of Health and Medical Science, 2(1). https://doi.org/10.51178/jhms.v2i1.1115
I Nyoman Subanda, & Dewi.P. (2020). Implementas Kebijakan Alokasi Dana Desa Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi), 4(2), 46–59. https://doi.org/10.31955/mea.v4i2
Idawati, I., Rosmawardiani, R., Ummi Salamah, Nasriah, N., & Dian Rahayu. (2023). Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dengan Kejadian Stunting. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(3), 651–660. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i3.2054
Indah Fitriani, Sumiaty, & Septiyanti. (2023). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Balita Usia 12-24 Bulan Di Posyandu Kecamatan Kota Masohi. Window of Public Health Journal, 4(4), 614–620. https://doi.org/10.33096/woph.v4i4.958
Kemenkes. (2013). Pedoman pelayanan antenatal terpadu. Jakarta. https://repository.kemkes.go.id/book/147
Kemenkes. (2022). Buku Saku Hasil Survei Status gizi Indonesia.
Kemenkes, R. I. (2010). Pedoman pelayanan antenatal terpadu. Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Lawaceng, C., & Sri Rahayu, A. (2020). Village Capacity Building Strategy In Efforts To Prevent Stunting In Pandeglang. Dia: Jurnal Administrasi Publik, 18(1), 142-155. https://doi.org/10.30996/dia.v18i1.3465
Masriadi, Alina.B, & Samsualam. (2021). Metodologi Penelitian : Kesehatan, Kedokteran dan Keperawatan. CV Trans Info Media.
Mega Widia Rusti, Supriadi. M.H, & Septiani. D. (2023). Hubungan Riwayat Status Gizi Pada Ibuhamil Dan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun Di Puskesmas Bontang Selatan 2. Journal of Innovation Research and Knowledge, 3(7), 1436. https://doi.org/10.53625/jirk.v3i7
Muchlis, N. (2022). Early Warning Stunting: Dilengkapi Studi KAsus dan Indikator Pengukuran Stunting. Dalam CV. Budi Utama. Deepublish Publisher.(53)
Muis, R., Ahri, R. A., & Batara, A. S. (2024). Peran Desa Dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2021 Di Desa Mattiro Tasi Kabupaten Pinrang. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) 2024, 5(1), 308–320. https://doi.org/10.52103/jahr.v5i1.1772
Nadiah Nurul Fadilah, S., Wahyu Ningtyias, & Sulistiyani. (2020). Tinggi badan orang tua, pola asuh, dan kejadian diare sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita di Kabupaten Bondowoso. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 4(1), 11–18. https://dx.doi.org/10.35842/ilgi.v4i1.148
Nurbudiwati, Kania, I., Purnawan, R. A., dkk. (2020). Partisipasi Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Di Kabupaten Garut. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 7(2). http://dx.doi.org/10.25157/dak.v7i2
Paridah, A., Yusriani, & Abd. Gafur. (2023). Pengaruh Penyuluhan Gizi Seimbang dan Sanitasi Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Dalam Mencegah Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Bone Pute. Window of Public Health Journal, 4(3), 357-364. https://doi.org/10.33096/woph.v4i3.1052
Priharwanti. (2022). Evaluasi Cipp (Context-Input-Process-Product) Program Asi Eksklusif Sebagai Upaya Penurunan Stunting Di Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Jurnal PENA, 36(2). http://dx.doi.org/10.31941/jurnalpena.v36i2.2281
Putri, Q., & Hasrati Nizami, N. (2023). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dan ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting Batita di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam. Arrazi: Scientific Journal of Health, 1(2). https://journal.csspublishing/index.php/arrazi
Radjulaeni, N. A. A., Masriadi, M., & Ahri, R. A. (2024). Implementasi Percepatan Penurunan Stunting Menurut Perpres No 72 Tahun 2021 di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Indonesia. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 5(2), 224–235. https://doi.org/10.52103/jahr.v5i2.1725
Ratnawati Purwitaningtyas, & Intan. A. P. (2024). Hubungan Riwayat Anemia Dan Kekurangan Energi Kronis (Kek) Ibu Pada Saat Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Buaran Tahun 2023. Cendekia : Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(2), 115-123. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i2.2820
Riyadh, N. A., Batara, A. S. ., & Andi Nurlinda. (2022). Efektivitas Kebijakan dalam Pelaksanaan Program Penanggulangan Stunting di Kabupaten Enrekang. Journal of Muslim Community Health, 4(1), 1-17. https://doi.org/10.52103/jmch.v4i1.1188
Rusliani, N., Hidayani, W. R., & Sulistyoningsih, H. (2022). Literature Review: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan, 1(01), 32–40. https://doi.org/10.56741/bikk.v1i01.39
Shakeela, K. (2022). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dan Pola Mpasi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-24 Bulan Di Pandeglang, Banten. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(11), 992–1007. https://doi.org/10.36418/cerdika.v2i11.474
Sumiaty, & Wahyuni. N. (2022). Halal Food and Health Nutrition Faculty of Psychology and Health. UIN Sunan Ampel Surabaya, 1(1), 32–35. https://doi.org/10.29080/ichafohn.v1i1.1120
Tri Hermawan, K., & Gilang Pusparani, I. (2023). The Implementation Of The Stunting Reduction Acceleration Policy In Cirebon City. Jurnal Borneo Akcaya, 9(2), 233–248. https://doi.org/10.51266/borneoakcaya.v9i2.296
WHO. (2018). Reducing Stunting In Children Equity Considerations for achieving the Global Nutrition Targets 2025. Ganeva.
WHO. (2018). Stunting in a nutshell. Word Helath Organization. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
Wotok, N. W. ., Masriadi, & Patimah, S. (2024). Budaya Neno Bo’ha Terhadap Kejadian Stunting Didesa Oekiu Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 6432–6449. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i3.32893
Zainal, N., A, A., & Patimah, S (2021). Analisis Program Intervensi Gizi Spesifik pada Ibu Menyusui terhadap Kejadian Stunting Anak Usia 25-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar. An Idea Health Journal. 1(03), 142-154. https://doi.org/10.53690/ihj.v1i02.57
Zuhrotul Eka Yulis Anggraeni, Hendra. K, Yasin. M, & Anis D. A. (2020). Hubungan Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Stunting. The Indonesian Journal of Health Science, 12(1), 51–56. https://doi.org/10.32528/tijhs.v15i1
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Aafiyah Health Research (JAHR)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










